Era digital ini Guru, siswa maupun, pelaku seni maupun
masyarakat sudah terbiada merekam video bahkan mengedit video. Jika kita
menggunakan aplikasi gratisan tentu saja ketika baru diinstal akan ada
watermarknya begitu juga dengan aplikasi perekan layar bandicam.
Adanya watermark tentu saja cukup mengganggu, terkesan
video yang kita buat tidak profesioanal. Berikut ini saya akan menjelaskan
langkah-langkah menghilangkan watermark pada bandicam.
Dalam
berbagai kesempatan, seperti pelatihan, seminar, atau acara penghargaan,
seringkali kita perlu membuat sertifikat dalam jumlah banyak. Proses pembuatan
satu per satu tentu akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Kabar
baiknya, Microsoft Word memiliki fitur andalan bernama Mail Merge yang
memungkinkan kita membuat sertifikat massal dengan mudah dan efisien. Bagaimana
caranya? Mari kita simak langkah-langkahnya!
1. Siapkan
Desain Sertifikat Anda di Microsoft Word
Langkah
pertama adalah membuat desain sertifikat yang Anda inginkan di Microsoft Word.
Anda bisa menambahkan logo, ornamen, garis tepi, dan elemen desain lainnya
sesuai kebutuhan. Sisakan ruang kosong untuk informasi penting yang akan
berbeda di setiap sertifikat, seperti nama penerima, jenis pelatihan, tanggal,
dan nomor sertifikat.
2. Siapkan
Daftar Penerima Sertifikat dalam Bentuk Data Source
Informasi
yang berbeda untuk setiap sertifikat perlu Anda siapkan dalam sebuah file data
source. Beberapa format file yang didukung oleh Mail Merge antara lain:
Microsoft Excel (.xlsx): Ini
adalah format yang paling umum dan direkomendasikan. Buatlah tabel dengan
kolom-kolom yang sesuai dengan informasi yang ingin Anda cantumkan di
sertifikat (misalnya: Nama, Jenis Pelatihan, Tanggal, Nomor Sertifikat).
Pastikan baris pertama berisi nama-nama kolom sebagai header.
Microsoft Access (.accdb atau .mdb): Jika
Anda memiliki database penerima sertifikat di Access, Anda bisa langsung
menggunakannya.
Daftar Kontak Outlook: Jika
informasi penerima tersimpan di daftar kontak Outlook, Anda juga bisa
memanfaatkannya.
File Teks Delimited (.txt atau .csv): File
teks dengan pemisah tertentu (misalnya koma atau tab) juga bisa digunakan.
3. Hubungkan
Dokumen Sertifikat dengan Data Source
Setelah
desain sertifikat dan data source siap, langkah selanjutnya adalah
menghubungkannya melalui fitur Mail Merge:
Buka dokumen desain sertifikat Anda di Microsoft
Word.
Pilih tab Mailings di ribbon menu.
Pada grup Start Mail Merge, klik Start
Mail Merge dan pilih Letters. Meskipun kita membuat sertifikat,
opsi ini tetap tepat.
Pada grup Start Mail Merge, klik Select
Recipients dan pilih salah satu opsi berikut:
Use an Existing List...: Pilih
opsi ini jika Anda sudah memiliki file data source (Excel, Access, atau
teks). Cari dan pilih file Anda, lalu pilih sheet yang berisi data (jika
menggunakan Excel).
Type a New List...: Pilih
opsi ini jika Anda belum memiliki data source dan ingin membuatnya
langsung di Word. Namun, untuk pembuatan sertifikat massal, membuat
daftar di Excel terlebih dahulu lebih disarankan.
Choose from Outlook Contacts...: Pilih
opsi ini jika Anda ingin menggunakan daftar kontak Outlook.
4. Sisipkan
Field Data ke dalam Desain Sertifikat
Setelah
terhubung dengan data source, Anda perlu menyisipkan field data (nama-nama
kolom dari data source) ke dalam desain sertifikat di tempat yang sesuai:
Tempatkan kursor di area desain sertifikat di
mana Anda ingin informasi dari data source muncul (misalnya, di tempat
nama penerima).
Pada tab Mailings, di grup Write &
Insert Fields, klik Insert Merge Field.
Pilih nama kolom yang sesuai dari daftar yang
muncul (misalnya, "Nama"). Field akan muncul di dokumen Anda
dalam format <<Nama>>.
Ulangi langkah ini untuk semua informasi lain
yang ingin Anda masukkan dari data source (Jenis Pelatihan, Tanggal, Nomor
Sertifikat, dll.).
5. Pratinjau
Hasil Mail Merge
Sebelum
mencetak atau menyimpan, sangat penting untuk melihat pratinjau hasil Mail
Merge untuk memastikan semuanya terlihat benar:
Pada tab Mailings, di grup Preview
Results, klik Preview Results.
Word akan menampilkan data dari baris pertama
data source Anda di dalam desain sertifikat.
Gunakan tombol panah di grup Preview Results
untuk melihat pratinjau sertifikat untuk penerima lainnya.
Periksa apakah semua informasi terisi dengan
benar dan formatnya sesuai. Jika ada yang tidak sesuai, kembali ke langkah
sebelumnya untuk melakukan perbaikan.
6. Selesaikan
dan Gabungkan (Finish & Merge)
Setelah yakin
pratinjau sudah benar, Anda siap untuk menyelesaikan dan menggabungkan data
dengan desain sertifikat:
Pada tab Mailings, di grup Finish,
klik Finish & Merge.
Anda akan melihat beberapa opsi:
Edit Individual Documents...: Opsi
ini akan membuat dokumen Word baru yang berisi semua sertifikat secara
terpisah. Anda bisa melakukan penyesuaian lebih lanjut pada setiap
sertifikat jika diperlukan sebelum mencetak atau menyimpan.
Print Documents...: Opsi
ini akan langsung mengirimkan semua sertifikat untuk dicetak. Pastikan
printer Anda sudah siap dan kertas sertifikat sudah terpasang.
Send Email Messages...: Opsi
ini memungkinkan Anda mengirimkan sertifikat sebagai email (jika data
source Anda memiliki alamat email).
Keuntungan
Menggunakan Mail Merge untuk Sertifikat Massal:
Hemat Waktu dan Tenaga: Anda
hanya perlu membuat desain sertifikat satu kali dan menghubungkannya
dengan daftar penerima.
Konsistensi: Semua sertifikat akan
memiliki format dan desain yang sama, menjaga profesionalisme.
Personalisasi: Setiap sertifikat akan
memiliki informasi yang unik untuk setiap penerima.
Mengurangi Kesalahan: Risiko
kesalahan penulisan nama atau informasi lainnya akan jauh lebih kecil
dibandingkan mengetik satu per satu.
Dengan
mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat dengan mudah membuat sertifikat
massal yang profesional dan personal menggunakan fitur Mail Merge di Microsoft
Word. Selamat mencoba!
PubHTML5 adalah platform daring yang memungkinkan
pengguna untuk mengubah dokumen PDF menjadi publikasi digital interaktif
berbasis HTML5, seperti flipbook, majalah digital, katalog, brosur, dan
lainnya.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai
PubHTML5:
Konversi PDF
ke HTML5: Fitur
utamanya adalah mengubah file PDF statis menjadi publikasi digital dengan
efek membalik halaman (flipbook) yang menarik.
Interaktif: Publikasi yang dihasilkan mendukung berbagai
elemen interaktif seperti tautan, video, audio, gambar, animasi, dan
bahkan kuis.
Kustomisasi: Pengguna dapat menyesuaikan tampilan dan
fungsionalitas publikasi, termasuk logo, latar belakang, warna, dan tata
letak.
Cloud
Hosting: PubHTML5
menyediakan layanan hosting cloud untuk publikasi digital yang telah
dibuat, memudahkan untuk dibagikan secara daring.
Berbagai
Format Output: Selain
hosting daring, pengguna juga dapat menghasilkan publikasi dalam format
HTML, ZIP, atau bahkan versi offline (CD/DVD, USB).
Fitur
Pemasaran dan Analitik: Platform ini juga menawarkan fitur untuk integrasi Google AdSense,
pelacakan statistik pembaca, dan opsi berbagi melalui media sosial.
SEO Friendly: PubHTML5 membantu dalam mengoptimalkan konten
publikasi agar mudah ditemukan oleh mesin pencari.
Berbagai
Templat: Tersedia
berbagai templat yang siap digunakan untuk mempercepat proses pembuatan
publikasi.
Konversi
Batch: Pengguna
dengan langganan berbayar dapat mengonversi banyak file PDF sekaligus.
Singkatnya, PubHTML5 adalah alat yang digunakan untuk
membuat publikasi digital yang menarik dan interaktif dari dokumen PDF, yang
dapat dengan mudah dibagikan dan diakses secara daring.
Apa keunggulan dari pubhtml5
PubHTML5 menawarkan berbagai keunggulan yang
menjadikannya pilihan menarik untuk membuat publikasi digital interaktif:
Konversi Mudah dan Cepat:
Konversi PDF
Otomatis: Mengubah
file PDF menjadi flipbook HTML5 yang menarik hanya dalam beberapa langkah
mudah.
Mendukung
Berbagai Format: Selain PDF,
PubHTML5 juga mendukung konversi dari MS Office (doc, docx, ppt, pptx,
xls, xlsx), OpenOffice (odt), dan format gambar (jpg, jpeg, png, bmp).
Tampilan Interaktif dan Menarik:
Efek Membalik
Halaman (Flipbook):
Memberikan pengalaman membaca yang mirip dengan buku fisik.
Integrasi
Multimedia: Memungkinkan
penambahan video (YouTube, Vimeo, lokal), audio, gambar, slideshow,
animasi, dan panorama ke dalam publikasi.
Editor
Halaman: Tersedia
fitur editor halaman yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan dan
mengatur elemen interaktif dengan mudah.
Templat yang
Dapat Disesuaikan:
Menyediakan berbagai templat desain yang dapat disesuaikan dengan logo,
latar belakang, warna, dan branding Anda.
Animasi: Pengguna dapat menambahkan animasi pada
elemen-elemen di halaman untuk meningkatkan daya tarik visual.
Kemudahan Distribusi dan Akses:
Hosting Cloud
Gratis: PubHTML5
menyediakan hosting cloud untuk publikasi Anda, sehingga mudah dibagikan
melalui tautan (URL).
Berbagi di
Media Sosial: Integrasi
yang mudah dengan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan
lainnya.
Penyematan
(Embed) di Website: Memungkinkan
publikasi disematkan langsung ke website atau blog dengan kode embed
sederhana.
Versi
Offline: Tersedia
opsi untuk menghasilkan publikasi dalam format HTML, ZIP, atau aplikasi
offline (EXE untuk PC, atau untuk CD/DVD/USB).
Akses
Multi-Perangkat: Publikasi
berbasis HTML5 dapat diakses dengan baik di berbagai perangkat seperti PC,
Mac, laptop, tablet (iPad, Android), dan smartphone tanpa memerlukan
aplikasi tambahan.
Kali ini Cikgu akan menjelaskan
tentang Fungsi logika If yaitu sebuah alat atau
perintah pintar di dalam program Microsoft Excel atau bahasa pemrograman
lainnya yang bertugas untuk membuat keputusan berdasarkan suatu kondisi.
Excel diibaratkan seorang asisten
pintar yang bisa kita beri perintah untuk mengambil keputusan secara otomatis.
Nah, Fungsi Logika inilah yang menjadi otaknya untuk berpikir "jika
begini, maka begitu".
Kali ini, kita akan fokus pada Fungsi
IF. Anggap saja IF ini seperti seorang hakim yang akan menilai suatu
kondisi. Hasil penilaiannya hanya ada dua kemungkinan: BENAR atau
SALAH.
Apa sih sebenarnya Fungsi IF itu?
Gampangnya, Fungsi IF itu
seperti memberikan pilihan kepada Excel:
Bingung? Tenang, kita lihat contoh
soal yang Cikgu berikan tadi tentang nilai siswa:
Kondisi Soal: Jika nilai
siswa lebih besar atau sama dengan 70, maka siswa itu dinyatakan "Lulus".
Jika nilainya kurang dari 70, maka siswa itu dinyatakan "Tidak
Lulus".
Nah, bagaimana kita memberitahu Excel
untuk melakukan ini secara otomatis? Inilah saatnya Fungsi IF beraksi!
Cara Menggunakan Rumus Fungsli Logika IF
Excel
=IF(C3>=70, "Lulus", "Tidak
Lulus")
Mari kita bedah rumus ini seperti
seorang detektif menganalisis petunjuk:
=IF(: Ini adalah kunci pembuka,
memberitahu Excel bahwa kita akan menggunakan Fungsi IF.
C3>=70: Ini adalah kondisi yang
kita periksa. Kita bertanya kepada Excel, "Hei Excel, lihat nilai di
sel C3. Apakah nilai itu lebih besar atau sama dengan 70?" Jawabannya
pasti hanya dua: BENAR atau SALAH.
, (koma atau titik koma): Ini
adalah pemisah antara bagian-bagian rumus. Ingat ya, di Excel, tanda
pemisah ini bisa berbeda-beda tergantung pengaturan komputernya.
Perhatikan baik-baik petunjuk yang muncul saat kalian mengetik rumus!
"Lulus": Ini
adalah perintah pertama. Jika kondisi di sel C3 BENAR
(nilainya 70 atau lebih), maka Excel akan menuliskan kata "Lulus"
di sel tempat rumus ini berada. Tanda kutip dua (") dipakai karena
"Lulus" adalah teks.
, (koma atau titik koma): Pemisah
lagi!
"Tidak Lulus": Ini
adalah perintah kedua. Jika kondisi di sel C3 SALAH (nilainya
kurang dari 70), maka Excel akan menuliskan kata "Tidak
Lulus".
): Ini adalah kunci penutup,
menandakan akhir dari perintah Fungsi IF kita.
Hasilnya? Taraaa!
Seperti yang kalian lihat di contoh,
Excel secara otomatis menentukan status kelulusan setiap siswa berdasarkan
nilainya:
Nilai 70? Lulus! (Karena 70 lebih besar
atau sama dengan 70)
Nilai 80? Lulus! (Karena 80 lebih besar
atau sama dengan 70)
Nilai 65? Tidak Lulus! (Karena 65 kurang
dari 70)
Nilai 55? Tidak Lulus! (Karena 55 kurang
dari 70)
Penting untuk Diingat!
Saat kalian mengetik rumus di Excel,
perhatikan baik-baik petunjuk yang muncul di bawah sel. Biasanya, Excel akan
memberitahu kalian tanda pemisah apa yang harus digunakan (apakah koma , atau
titik koma ;). Jangan sampai tertukar ya!
Nah, bagaimana anak-anak? Sudah mulai
terbayang bagaimana Fungsi IF ini bekerja seperti seorang hakim yang adil,
menentukan "Lulus" atau "Tidak Lulus" berdasarkan nilai?
Ini baru satu kondisi sederhana. Di
pertemuan berikutnya, kita akan belajar bagaimana menggabungkan Fungsi IF
dengan fungsi logika lainnya seperti AND dan OR untuk membuat
keputusan yang lebih rumit lagi! Tetap semangat dan terus berlatih ya!
Fungsi HLOOKUP
di Excel digunakan untuk mencari nilai dalam baris paling atas sebuah tabel
atau array, dan kemudian mengembalikan nilai dalam kolom yang sama dari baris
yang Anda tentukan dalam tabel atau array tersebut.
Secara
sederhana, HLOOKUP mencari data secara horizontal. Huruf "H" pada HLOOKUP
sendiri merupakan singkatan dari "Horizontal".
lookup_value: (Wajib diisi) Nilai
yang ingin Anda cari di baris pertama tabel. lookup_value dapat berupa
nilai, referensi sel, atau string teks.
table_array: (Wajib diisi) Tabel
informasi tempat data akan dicari. Anda dapat menggunakan referensi
rentang atau nama rentang. Nilai di baris pertama table_array dapat berupa
teks, angka, atau nilai logika.
Penting: Jika range_lookup adalah TRUE atau
dihilangkan, nilai di baris pertama table_array harus diurutkan dalam
urutan menaik (A-Z, 0-9). Jika tidak, HLOOKUP mungkin tidak memberikan
hasil yang benar.
Jika range_lookup adalah FALSE, table_array
tidak perlu diurutkan.
row_index_num: (Wajib diisi) Nomor
baris dalam table_array dari mana nilai yang cocok akan dikembalikan.
row_index_num 1 mengembalikan nilai dari baris
pertama dalam table_array.
row_index_num 2 mengembalikan nilai dari baris
kedua, dan seterusnya.
Jika row_index_num kurang dari 1, HLOOKUP
mengembalikan nilai kesalahan #VALUE!.
Jika row_index_num lebih besar dari jumlah baris
dalam table_array, HLOOKUP mengembalikan nilai kesalahan #REF!.
range_lookup: (Opsional) Nilai logika
yang menentukan apakah Anda ingin HLOOKUP menemukan 1 kecocokan
yang persis atau perkiraan.
TRUE atau dihilangkan:
Menemukan kecocokan perkiraan. Jika kecocokan persis tidak ditemukan,
fungsi akan mengembalikan nilai terbesar berikutnya yang lebih kecil dari
lookup_value. Jika lookup_value lebih kecil dari nilai terkecil di baris
pertama table_array, fungsi akan mengembalikan nilai kesalahan #N/A.
FALSE: Hanya menemukan kecocokan
yang persis. Jika tidak ditemukan kecocokan yang persis, fungsi akan
mengembalikan nilai kesalahan #N/A. Anda juga dapat menggunakan karakter
wildcard (tanda tanya ? dan tanda bintang *) dalam lookup_value jika range_lookup
adalah FALSE.
Kapan
Menggunakan HLOOKUP?
Anda
sebaiknya menggunakan HLOOKUP ketika:
Data yang ingin Anda cari tersusun dalam baris di
bagian atas tabel.
Anda ingin mencari ke bawah melalui sejumlah
baris tertentu untuk menemukan nilai yang sesuai.
Perbedaan
dengan VLOOKUP:
Fungsi VLOOKUP
melakukan pencarian secara vertikal (berdasarkan kolom pertama), sedangkan HLOOKUP
melakukan pencarian secara horizontal (berdasarkan baris pertama).
VLOOKUP
adalah salah satu fungsi paling populer dan berguna dalam spreadsheet
seperti Microsoft Excel dan Google Sheets. Fungsi ini digunakan untuk mencari
nilai dalam kolom pertama dari sebuah tabel data, dan kemudian mengembalikan
nilai dari kolom lain pada baris yang sama. Huruf "V" pada VLOOKUP
merupakan singkatan dari "Vertical".
lookup_value (Wajib): Nilai
yang ingin Anda cari di kolom pertama tabel. Ini bisa berupa angka, teks,
tanggal, atau referensi sel.
table_array (Wajib): Rentang
sel yang berisi tabel data tempat Anda ingin mencari. Kolom pertama dalam
rentang ini adalah tempat lookup_value dicari.
col_index_num (Wajib): Nomor
kolom dalam table_array yang berisi nilai yang ingin Anda kembalikan.
Kolom pertama dalam table_array memiliki nomor 1, kolom kedua nomor 2, dan
seterusnya.
[range_lookup] (Opsional): Nilai
logika yang menentukan apakah Anda ingin VLOOKUP menemukan kecocokan yang
persis atau perkiraan.
TRUE atau dihilangkan:
VLOOKUP akan mencari kecocokan perkiraan. Jika tidak ada kecocokan yang
persis ditemukan, fungsi ini akan mengembalikan nilai terbesar berikutnya
yang lebih kecil dari lookup_value. Penting untuk dicatat bahwa jika range_lookup
adalah TRUE, kolom pertama table_array harus diurutkan dalam urutan
menaik.
FALSE: VLOOKUP akan mencari kecocokan
yang persis. Jika tidak ada kecocokan yang persis ditemukan, fungsi ini
akan mengembalikan nilai kesalahan #N/A.
Bagaimana
Cara Kerja VLOOKUP?
VLOOKUP mencari nilai lookup_value di kolom
pertama table_array.
Setelah menemukan kecocokan (atau perkiraan
kecocokan, tergantung pada nilai range_lookup), fungsi bergerak ke kanan
ke kolom yang ditentukan oleh col_index_num pada baris yang sama.
Nilai dalam sel pada perpotongan baris yang
ditemukan dan kolom yang ditentukan akan dikembalikan sebagai hasil fungsi
VLOOKUP.
Berikut contoh penggunaan rumus fungsi vlookup pada ms excel
Wah, seru sekali kelanjutan dari game hiu makan ikan kita! Tentu saja, memberikan skor akan membuat permainan jadi lebih menantang dan menyenangkan. Mari kita lanjutkan petualangan coding kita agar setiap gigitan hiu menghasilkan poin!
Baik, mari kita ulas sedikit kode yang sudah kita buat pada bagian hiu (Shark):
Code snippet
when green flag clicked
forever
go to mouse pointer
Kode ini, seperti yang sudah kita buat sebelumnya, memastikan hiu kita selalu mengikuti pergerakan mouse di layar. Sekarang, kita akan menambahkan sentuhan magis berupa variabel "skor" agar setiap ikan yang disantap menambah keseruan permainan.
Langkah 1: Membuat Variabel Skor
Kita akan membuat sebuah wadah khusus untuk menyimpan skor kita. Di Scratch, wadah ini kita sebut dengan "Variabel".
Pergi ke bagian "Variables" di panel kode.
Klik tombol "Make a Variable".
Ketikkan nama variabelnya dengan "skor" lalu klik "OK".
Sekarang, kamu akan melihat sebuah blok baru bernama "skor" dan juga tampilan skor di sudut kiri atas stage.
Langkah 2: Mengatur Skor Awal
Tentu saja, di awal permainan, skor kita harus dimulai dari nol. Kita akan menambahkan blok kode untuk mengatur nilai awal skor.
Dari kategori "Variables", tarik blok "set skor to 0".
Letakkan blok ini tepat di bawah blok "when green flag clicked" pada kode hiu.
Code snippet
when green flag clicked
set skor to 0
forever
go to mouse pointer
Dengan begini, setiap kali permainan dimulai dengan mengklik bendera hijau, skor akan otomatis direset menjadi 0.
Langkah 3: Membuat Ikan (Fish atau Jellyfish)
Kamu benar! Kita bisa menggunakan sprite ikan (Fish) atau ubur-ubur (Jellyfish) sebagai makanan hiu. Mari kita tambahkan satu sprite makanan ke dalam stage. Kamu bisa memilih salah satu dari library sprite Scratch. Setelah menambahkannya, kita atur ukurannya agar tidak terlalu besar, misalnya menjadi 50 seperti yang kamu contohkan.
Langkah 4: Kode untuk Ikan
Sekarang, kita akan memberikan kode pada sprite ikan agar ia muncul secara acak di bagian atas layar dan bergerak ke bawah. Ketika hiu menyentuh ikan, skor akan bertambah, dan ikan akan muncul kembali dari atas secara acak.
Berikut adalah langkah-langkah dan kode yang perlu ditambahkan pada sprite ikan:
Pilih sprite ikan di panel sprite.
Pergi ke bagian "Events" dan tarik blok "when green flag clicked".
Untuk membuat ikan selalu muncul di awal permainan, pergi ke bagian "Looks" dan tarik blok "show".
Agar ikan muncul di posisi acak di bagian atas layar, kita gunakan blok "go to x: () y: ()" dari kategori "Motion". Untuk posisi x, kita ingin ia muncul di mana saja secara horizontal, jadi kita gunakan blok "pick random -240 to 240" (angka ini mewakili batas kiri dan kanan stage). Untuk posisi y, kita ingin ia muncul di bagian atas, misalnya "180".
Code snippet
when green flag clicked
show
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
Selanjutnya, kita ingin ikan bergerak ke bawah secara terus-menerus. Kita gunakan blok "forever" dari kategori "Control". Di dalamnya, kita tambahkan blok "change y by -5" dari kategori "Motion" (angka -5 akan membuat ikan bergerak ke bawah).
Code snippet
when green flag clicked
show
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
forever
change y by -5
Sekarang, kita perlu menambahkan logika agar ikan kembali ke atas dan skor bertambah ketika hiu menyentuhnya. Kita gunakan blok "if ... then" dari kategori "Control". Kondisi "jika" ini adalah "jika menyentuh hiu". Kita bisa mendapatkan blok "touching ()?" dari kategori "Sensing" dan memilih nama sprite hiu.
Di dalam blok "if", kita akan melakukan dua hal:
Mengubah skor dengan menambahkan 1 menggunakan blok "change skor by 1" dari kategori "Variables".
Membuat ikan kembali ke posisi acak di atas dengan menggunakan blok "go to x: () y: ()" seperti sebelumnya.
Code snippet
when green flag clicked
show
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
forever
change y by -5
if <touching [Shark] ?> then
change skor by 1
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
end
Terakhir, kita perlu menambahkan kondisi agar ikan menghilang ketika sudah mencapai bagian bawah layar agar tidak terus bergerak di luar pandangan. Kita tambahkan satu lagi blok "if ... then" di dalam loop "forever". Kondisinya adalah "jika posisi y kurang dari -170" (angka ini adalah batas bawah stage). Jika kondisi ini benar, kita akan menyembunyikan ikan ("hide" dari kategori "Looks") dan kemudian memunculkannya kembali di posisi acak di atas ("go to x: () y: ()" dan "show").
Code snippet
when green flag clicked
show
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
forever
change y by -5
if <touching [Shark] ?> then
change skor by 1
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
end
if <(y position) < (-170)> then
hide
go to x: (pick random -240 to 240) y: (180)
show
end
Selamat! Sekarang, setiap kali hiu berhasil menyentuh ikan, skor akan bertambah 1, dan ikan akan muncul kembali dari atas. Ini akan membuat game kita jauh lebih menarik! Apakah ada hal lain yang ingin kamu tambahkan atau kembangkan pada game ini?