Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

06 September 2026

,

Perjalanan Panjang Menuju Karya, Cerita Workshop MPI Regional 5 Tim Spenduyo

 



Akhirnya, momen yang ditunggu-tunggu itu tiba juga! Rasa lelah seketika luruh dan berganti dengan kebahagiaan saat rangkaian Workshop Media Pembelajaran Interaktif (MPI) Regional 5 resmi terlaksana pada 31 Agustus hingga 2 September 2026. Berkumpul di Movenpick Surabaya City, rasanya seperti masuk ke dalam sebuah ruang inkubasi semangat, bertemu dengan rekan-rekan pendidik hebat dari Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Menjadi bagian dari acara ini bukanlah sebuah pencapaian instan. Perasaan haru menyelimuti saya ketika menyadari bahwa SMP Negeri 2 Mendoyo berhasil menjadi satu dari 350 sekolah terpilih di seluruh Indonesia. Menembus seleksi ketat dari total 3.237 sekolah pendaftar bukanlah hal yang mudah. Membawa nama sekolah mewakili Kab. Jembrana ke panggung nasional adalah sebuah kehormatan, sekaligus pembuktian bahwa inovasi teknologi pendidikan bisa lahir dari mana saja.

Jika ditengok ke belakang, perjalanan ini sudah dimulai sejak bulan Februari dengan keringat dan dedikasi penuh. Mulai dari tahapan seleksi yang menguji ketekunan, sesi pembelajaran asinkronous yang menuntut manajemen waktu di sela-sela kesibukan mengajar, mengurus laboratorium komputer, hingga urusan dapodik. Melewati masa pra workshop hingga puncaknya di Surabaya, saya dan rekan perwakilan sekolah akhirnya berhasil mempresentasikan dua karya MPI andalan kami langsung di hadapan Tim Direktorat. Bisa mempresentasikan 2 karya rasanya terbayar lunas dengan pengalaman dan masukan berharga yang kami terima.

Namun, langkah kami belum berhenti di sini. Tahap mendebarkan selanjutnya sudah menanti, yaitu Uji Publik dan penilaian komprehensif oleh Pusdatin serta Puskurjar. Ini adalah gerbang penentuan apakah karya dari tangan-tangan guru Jembrana ini lolos kurasi untuk disematkan secara resmi ke dalam Platform Rumah Pendidikan, khususnya pada Menu Ruang Murid. Harapan terbesarnya tentu saja agar media pembelajaran interaktif yang kami bangun dengan sepenuh hati ini bisa diakses dan memantik semangat belajar peserta didik di seluruh penjuru Nusantara.

Terima kasih untuk semua dukungan rekan-rekan yang terus mengalir. Mari kita doakan bersama agar kedua karya MPI ini bisa melaju ke tahap akhir dan menjadi jejak karya yang bermanfaat.

 

Continue reading Perjalanan Panjang Menuju Karya, Cerita Workshop MPI Regional 5 Tim Spenduyo

24 Juli 2026

Mengikuti Workshop Cinta, Bangga, Paham Rupiah oleh Bank Indonesia Provinsi Bali

 


Siapa bilang edukasi keuangan dan kecintaan terhadap mata uang negara hanya tugas bank sentral? Di SMPN 2 Mendoyo, kami percaya bahwa menanamkan karakter Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah harus dimulai dari bangku sekolah, bahkan dari kebiasaan sehari-hari para siswa.

Senin, 6 Juli 2026 saya mendapat kesempatan berharga untuk mengikuti Workshop dan Review Kurikulum Dalam Rangka Integrasi Materi CBP Rupiah Pada Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di Sekolah Rintisan CBP Rupiah Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Bali.

Sebagai salah satu sekolah rintisan, SMPN 2 Mendoyo merasa terpanggil untuk tidak sekadar menjadikan CBP Rupiah sebagai slogan, melainkan menyatukannya ke dalam napas pembelajaran di sekolah melalui 4 Pilar Pendidikan.

Bagaimana kami mengintegrasikannya? Mari kita bedah satu per satu!

1. Intrakurikuler: Menyisipkan Nilai dalam Lintas Mata Pelajaran

Integrasi CBP Rupiah tidak harus membuat mata pelajaran baru. Kami menyelipkannya secara alami ke dalam Modul Ajar dan RPP di berbagai mata pelajaran:

  • IPS: Memahami peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa dan alat pemersatu ekonomi nasional.
  • Matematika: Mempelajari literasi keuangan, perhitungan transaksi, hingga konsep nilai tukar.
  • IPA: Mengedukasi aspek kebersihan, bahan pembuat uang, serta bagaimana menjaga uang agar tidak cepat rusak (efek kelestarian fisik uang).
  • Bahasa Indonesia: Melatih siswa membuat narasi, teks prosedur, atau persuasif bertema perlakuan terhadap Rupiah.

2. Kokurikuler: Menggema Lewat 7 KAIH & PUSAKA Spenduyo

Penguatan literasi keuangan dan CBP Rupiah kami wadahi secara rutin melalui kegiatan kokurikuler:

  • Kamis Literasi Keuangan: Setiap hari Kamis, siswa diajak mendalami cara mengelola uang saku, menabung, dan merawat uang secara cermat.
  • PUSAKA Spenduyo (Pusat Siaran Siswa Kreatif): Menggunakan media siaran sekolah untuk memutar konten edukatif, pesan moral, dan imbauan menjaga Rupiah yang diproduksi langsung oleh para siswa.

3. Ekstrakurikuler: Digitalisasi Gerakan Lewat Computer Club

Generasi Z dan Alpha adalah digital native. Oleh karena itu, gerakan CBP Rupiah di SMPN 2 Mendoyo juga diamplifikasi secara digital oleh anggota Computer Club Spenduyo.

Anak-anak dilatih untuk memproduksi konten kreatif—mulai dari video pendek edukatif hingga poster digital interaktif—yang kemudian diunggah di media sosial resmi sekolah. Edukasi jadi terasa seru, kekinian, dan menjangkau lebih banyak penonton!

4. Budaya Sekolah: Aksi Nyata Lewat Gerakan 5J

Perubahan perilaku terjadi jika pembiasaan dilakukan konsisten. Melalui aksi nyata 5J (Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi), kami membangun budaya sekolah dengan:

  • Pelantikan Duta CBP Rupiah Kelas: Para bendahara kelas resmi diangkat sebagai Duta CBP Rupiah untuk mengedukasi teman-temannya dalam merawat uang saku dan mengelola uang kas kelas.
  • Peran Aktif Petugas Kantin: Ibu/Bapak pengelola kantin bertindak sebagai pengingat etika bertransaksi—memastikan kembalian diterima dan disimpan dengan rapi.
  • Media Visual Edukatif: Pemasangan banner dan spanduk informasi di sudut-sudut strategis sekolah sebagai pengingat visual harian.

"Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten adalah kunci perubahan besar."

Mendidik generasi yang bijak secara finansial dan menghargai Rupiah sebagai kedaulatan bangsa bukanlah proses instan. Namun, bersama keluarga besar SMPN 2 Mendoyo, kami berkomitmen untuk terus bergerak, menginspirasi, dan mewujudkan generasi yang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah!

Bagaimana dengan sekolah Bapak/Ibu guru? Yuk, bagikan cerita atau ide integrasi CBP Rupiah di kolom komentar!

Salam Inovasi & Salam Edukasi,

 

Continue reading Mengikuti Workshop Cinta, Bangga, Paham Rupiah oleh Bank Indonesia Provinsi Bali

14 Juli 2025

Pengukuhan Gelar ASN Kini Bisa Dilakukan Dengan Mudah



Tahun 2023 saya lulus Pasca Sarja. Tahun 2024 saya mengajukan pengukuhan ijazah S2 ternyata ditolak karena salah satu penyebabnya karena kuliah yang kampusnya berbeda provinsi sehingga harus memiliki UPBJJ di Provinsi tempat saya bertugas. Saat itu saya pasrah mau gimana lagi karena pada saat kuliah saya ingin kuliah PJJ full online sehingga saya tidak perlu jauh-jauh kuliah tanpa meninggalkan pekerjaan dan anak sehingga saya merasa pilihan kuliah full online dengan kampus yang sudah terdaftar di Kemenristekdikti adalah pilihan yang tepat.

Saat dijelaskan oleh Kepala BKPSDM saya hanya bisa pasrah mau gimana lagi  terbentur oleh aturan. Kecewa sudah pasti, merasa sudah sangat serius kuliah dengan meluangkan waktu dan biaya pribadi hanya pengukuhan saja pemerintah tidak mampu memberikan apresiasinya. Yang pasti bukan saya sendiri ada ratusan ribu ASN yang terbentur dengan permasalahan ini.

Kini semua berubah dengan terbitnya Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2025 mengatur tentang layanan pencantuman gelar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Surat edaran ini bertujuan untuk mempermudah ASN yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi untuk mencantumkan gelar mereka dalam dokumen kepegawaian

Alhamdulillah dengan tebitnya surat edaran ini kini ijazah S2 saya telah diakui dan mendapatkan angka kredit.

https://jdih.bkn.go.id/common/dokumen/2025peraturanlembagapemerintahnonkementerian3tahun2025-2610.pdf


Continue reading Pengukuhan Gelar ASN Kini Bisa Dilakukan Dengan Mudah

25 Juni 2025

, ,

Tiga Prinsip Pembelajaran Mendalam, Berkesadaran, Bermakna, Mengembirakan

 


Senin 23, Juni 2025 telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi Pembelajaran Mendalam dari BPMP Provinsi Bali dengan 20 sekolah sasaran yang dilaksanakan di SMPN 2 Mendoyo. Tujuan Pembelajaran Mendalam ini adalah untuk menghasilkan lulusan dengan delapan dimensi profil yaitu:

  • Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Kewargaan
  • Penalaran kritis
  • Kreativitas
  • Kolaborasi
  • Kemandirian
  • Kesehatan
  • Komunikasi

 

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang sulit diprediksi, terutama dengan permasalahan mutu seperti literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang masih rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil PISA 2022. Tercatat, lebih dari 99% siswa Indonesia hanya mampu menjawab soal Level 1 & 3 (LOTS), sementara kurang dari 1% dapat menjawab soal Level 4 & 6 (HOTS). Dalam menghadapi Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045, dibutuhkan peningkatan kompetensi masa depan melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif.

Apa itu Pembelajaran Mendalam?

Pembelajaran Mendalam adalah sebuah pendekatan yang memuliakan, menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Pendekatan ini melengkapi metode pembelajaran tradisional dengan menambahkan karakteristik praktik pedagogi yang berfokus pada keterlibatan, kesadaran, dan pemuliaan peserta didik.

Tiga Prinsip Utama Pembelajaran Mendalam:

Penerapan Pembelajaran Mendalam (PM) didasarkan pada tiga prinsip utama yang dapat diterapkan secara terpisah atau bersamaan:

  1. Berkesadaran: Membangun kesadaran peserta didik untuk menjadi pembelajar aktif yang termotivasi secara intrinsik, mampu meregulasi diri, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan. Ini mencakup kenyamanan belajar, fokus, konsentrasi, kesadaran terhadap proses berpikir, keterbukaan terhadap perspektif baru, dan keingintahuan.
  2. Bermakna: Peserta didik merasakan manfaat dan relevansi dari apa yang dipelajari dalam kehidupan mereka, mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Pembelajaran harus kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata, terkait dengan pengalaman sebelumnya, bermanfaat untuk diterapkan dalam konteks baru, dan berkaitan dengan bidang ilmu lain.
  3. Menggembirakan: Menciptakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi, di mana peserta didik merasa dihargai dan terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam:

Kerangka PM dirancang sebagai panduan sistematis untuk menyusun desain pembelajaran, yang terdiri dari empat elemen utama:

  1. Praktik Pedagogis: Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar, berfokus pada pengalaman belajar autentik, praktik nyata, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan kolaborasi. Contohnya meliputi pembelajaran berbasis inkuiri, proyek, masalah, kolaboratif, STEM, dan berdiferensiasi.
  2. Kemitraan Pembelajaran: Membangun hubungan dinamis dan kolaboratif antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional, memindahkan kontrol pembelajaran dari guru menjadi kolaborasi bersama.
  3. Lingkungan Pembelajaran: Mengintegrasikan ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung PM. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel untuk mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide. Budaya belajar harus menciptakan iklim yang aman, nyaman, dan saling memuliakan.
  4. Pemanfaatan Digital: Teknologi digital berperan sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual, dengan beragam sumber belajar yang tersedia. Pemanfaatan ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran.

Pengalaman Belajar dalam Pembelajaran Mendalam:

Pengalaman belajar dalam PM dilakukan secara bertahap untuk mencapai tingkat pembelajaran mendalam:

  • Memahami: Tahap awal di mana peserta didik secara aktif mengkonstruksi pengetahuan untuk memahami konsep atau materi secara mendalam dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, aplikatif, serta nilai dan karakter.
  • Mengaplikasi: Peserta didik menunjukkan aktivitas mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual, memperluas pemahaman dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
  • Merefleksi: Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan, melibatkan regulasi diri untuk mengelola proses belajar secara mandiri.

Pembelajaran Mendalam merupakan langkah penting untuk menghasilkan lulusan dengan delapan dimensi profil, yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dengan demikian, PM berpotensi membawa pendidikan Indonesia menuju mutu yang lebih baik dan relevan untuk semua.

Materi Deep Learning /Pembelajaran Mendalam

s.id/materi-PM

Continue reading Tiga Prinsip Pembelajaran Mendalam, Berkesadaran, Bermakna, Mengembirakan

31 Januari 2025

,

Surat Edaran Pembelajaran di Bulan Ramadhan



SURAT EDARAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, DAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 2 TAHUN 2025 NOMOR 2 TAHUN 2025 NOMOR 400. 1 ls2O ISJ TENTANG PEMBELAJARAN DI BULAN RAMADAN TAHUN 1446 HIJRIAH/ 2025 MASEHI


Latar Belakang

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 menyebutkan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil presiden Gibran Rakabuming Raka mengamanatkan usaha memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, terampil, dan memiliki jiwa sosial dan cinta tanah air dan bangsa.

Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang didalamnya umat islam diperintahkan untuk menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya seperti tadarus Alquran, salat tarawih, bersedekah dan kajian agama. Pada saat yang sama, kegiatan pendidikan juga penting untuk tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar dan memenuhi capaian pembelajaran. Setelah bulan Ramadan berakhir, pada tanggal 1 Syawal umat Islam melaksanakan ibadah Idulfitri dan merayakan bersama keluarga dan masyarakat. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki tradisi mudik dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan.

Sehubungan dengan hal tersebut, perlu diterbitkan surat edaran bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri, untuk umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah Ramadan dengan khusymk, merayakan ibadah dan tradisi hari raya Idulfitri, dan tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sebaik- baiknya.

Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Surat Edaran Bersama ini dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan, guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan/atau pihak terkait dalam rangka pembelajaran di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaanselama bulan Ramadan.

b. Tujuan

Surat Edaran Bersama ini bertujuan agar pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota men5rusun dan menetapkan rencana pembelajaran3-

c. Dasar Hukum

a.      Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

b.       Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun2024 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;

c.       Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

d.      Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;

e.      Peraturan Presiden Nomor 149 Tahun 2024 tentang Kementerian Dalam Negeri;

f.        Peraturan Presiden Nomor 152 Tah.ur, 2024 tentang Kementerian Agama;

g.      Peraturan Presiden Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;dan

h.      Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Isi Surat Edaran Bersama Pembelajaran di bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah 12025 Masehi sesuai dengan kalender pemerintah tentang awal Ramadan, Idulfitri, dan cuti bersama/libur Idulfitri yang dilaksanakan di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan diatur sebagai berikut.

i.        Tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.

j.        Tanggal 6 sampai dengan tanggal 25 Maret 2025, kegiatanpembelajaran dilaksanakan di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. Selain kegiatan pembelajaran, selama bulan Ramadan diharapkan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama, antara lain:

 

1) bagi peserta didik yang beragama Islam dianjurkan melaksanakan kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.

2l bagi peserta didik yang beragama selain Islam, dianjurkan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing. Tanggal 26,27, dan 28 Maret serta tanggal 2,3,4,7, dan 8 April2025, merupakan libur bersama Idulfitri bagi sekolah/madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. Selama libur ldulfitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan kembali pada tanggal 9 April 2025.

Peran pemerintah daerah:

1) menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani oleh sekolah.

2) menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan. Peran kantor wilayah Kementerian Agama provinsi/ kantor Kementerian Agama kabupaten/ kota:

1) menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.

2l Menyelaraskan waktu peiaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah/ satuan pendidikan keagamaan selama bulan Ramadan.

Peran orang tua/wali:

1) orang tua/wali membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah.

2l memantau peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri.

 

Continue reading Surat Edaran Pembelajaran di Bulan Ramadhan

28 Desember 2024

, , ,

Mengekspresikan Diri Yang Baik Di Media Sosial

 


Assalamualaikum wr wb, selamat siang, salam Sejahtera, salam bahagia untuk Bpk/ibu hebat  di seluruh Indonesia yang telah bergabung di group GMLD

Apa kabar Bpk/ibu semua sebelum dimulai saya ingin berpantun terlebih dahulu, Bpk/ibu bisa bilang cakep di dalam hati J

Ngobrol santai, sambil belajar

Di grup WA yang asyik ini.

Ilmu bertambah, relasi pun melebar

Ayo ekspresikan diri di sosmed semoga menginspirasi

 

WA berbunyi, grup pelatihan memanggil

Ilmu baru siap kita gali.

Mari kita ekspresikan diri di media sosial

Jaringan semakin erat, ilmu bersemi.

 

Bpk/ibu saya Rita Wati.  Guru Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo Kab. Jembrana Provinsi Bali. Hari ini saya mendapatkan kehormatan kembali dari Om Jay  dan team GMLD yang telah mengundang saya untuk menjadi narasumber.

 

Saya sempat melihat nama-nama Bpk/ibu yang bergabung di group GMLD , sebagian besar adalah guru-guru saya dalam Kelas Belajar Menulis Nusantara seperti: Om Jay, Pak. Dedi, Bunda Kanjeng dan lainnya.

Selain itu juga ada sahabat saya sudah  sering Mengekspresikan Diri Yang Baik Di Media Sosial. Baik itu dalam bentuk video di youtube dan tulisan di blog. Bahkan ada yang kontennya menjadi tranding topic.

Siang ini mohon izin untuk berbagi materi tentang *Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial*

Senin kemarin saya mendapat undangan dari Om Jay untuk menjadi pemateri pada GMLD ini dengan tema Keterampilan Digital Untuk Masa Depan yang Cerah. Saya sempat mempersiapkan materi tersebut kemarin saya konfirmasi ternyata Om Jay salah ketik seharusnya *Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial* wah saya jadi tertantang. Tema ini terlihat simple tapi difficult.J

Saya yakin Bpk/ibu di group ini sudah sangat sering mengekspresikan diri di sosmednya masing-masing bahkan followersnya sudah banyak.

 

Bpk/ibu yang saya hormati dan saya kagumi, salah satu indikator yang mengantarkan saya menjadi guru inspiratif  Kemendikbud tahun 2021 bisa jadi karena saya ‘mengekspresikan diri di media sosial’ karena pada saat itu saya mengangkat Praktik baik dengan judul *Literasi blog dan Tutorial Youtube dalam Mengatasi Learning Loss*. Saya yakin jika saya tidak mengekspresikan Keterampilan Digital saya lewat tulisan di blog dan youtube tentu saja kecil harapan saya bisa menjadi peserta terbaik guru inspiratif jenjang SMP ketika itu.

Bpk/ibu yang ingin berkenalan dengan saya, kegiatan apa saja yang sering saya lakukan bisa mengunjungi . https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html

 

Bpk/ibu kita lihat bersama di era serba Digital ini hampir semua kalangan banyak mengekspresikan dirinya di media sosial.  Banyak diantara mereka mendapatkan penghasilan karena berhasil menjadi konten creator. Dan tidak sedikit pula yang berurusan dengan hukum karena konten yang menyangkut, Pencemaran nama baik, SARA dan hal lainnya yang melanggar hukum.

Akhir-akhir ini ada yang viral guru ASN yang resign karena ‘merasa lingkungannya yang toxic’ (kasus ini ada pro dan kontra dari netizen) dan yang terbaru Guru yang mengekspresikan kekecewaan terhadap tulisan siswa yang tidak bisa dibaca hingga menyalahkan guru pada jenjang SD.

Bpk/ibu yang Budiman mengekspresikan diri di media sosial ibarat berakting di panggung virtual. Kita adalah individu yang mencari perhatian dan validasi dari orang lain. Kita lihat bersama ratusan atau ribuan yang berteman dengan kita di sosmed memiliki aneka ragam dalam mengekspresikan postingannya. Ada  yang memposting tentang kegiatan sehari-harinya, ada yang mengekspresikan di sosmed tentang hobinya, tentang masalahnya, tentang perasannya dan lainnya.

Sebelum saya lanjut kalau Bpk/ibu sering poasting  tentnag apa pada sosmednya?

 

Bpk/ibu sebelum kita mengekspresikan diri pada sosial media ada baiknya kita ketahui *Landasan Hukum tentang Etika Bermedia Sosial*

UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memuat beberapa pasal yang mengatur tentang etika bermedia sosial. Pasal-pasal tersebut, antara lain:

  • Pasal 27 ayat (3): Larangan menyebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.
  • Pasal 28 ayat (2): Larangan menyebarkan ujaran kebencian.
  • Pasal 32 ayat (1): Larangan mencemarkan nama baik orang lain.

UU ITE mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai media, baik saat melakukan transaksi, pemanfaatan informasi maupun mengekspresikan diri pada sosmed. Maka dari itu kita harus bijak bermedia sosial dengan cara:

1. Menggunakan media sosial sesuai dengan kebutuhan.
2. Menjaga sikap dan etika dalam berinteraksi dengan pengguna lain.
3. Menyaring informasi yang didapat.
4. Menghindari akun-akun provokatif, dan terakhir
5. Memaksimalkan manfaat penggunaan media sosial.

 

Bpk/ibu pada dasarnya ada lima hal yang harus kita perhatikan ketika akan berekspresi disosial media yang dikenal dengan “THINK” yang merupakan akronim dari is it True?, is it Helpful?, is it Inspiring?, is it Necessary?, and is it kind?.

is it True?  (Apakah informasi yang kita sampaikan benar)

is it Helpful? (Apakah informasi yang kita sharing dapat membantu pembacanya)

is it Inspiring?, (Apakah informasi yang kita sharing dapat menginspirasi)

is it Necessary? (Apakah informasi yang kita sharing itu diperlukan)

is it kind? (Apakah informasi yang kita sharing itu baik/ bermanfaat)

Jika Bpk/ibu menggunakan metode THINK dalam mengekspresikan diri di Sosmed, Insyaallah konten Bpk/ibu akan memiliki value dan berkualitas.

Selain bijak dalam bermedia sosial kita juga harus menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab. Caranya bagaimana?

  • Bersikap sopan dan santun dalam berkomunikasi. Hindari penggunaan bahasa yang kasar dan menyinggung.
  • Menghormati privasi orang lain. Jangan menyebarkan informasi pribadi orang lain tanpa persetujuan mereka.
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Selalu cek kebenaran informasi sebelum membagikannya.
  • Berfikir kritis sebelum membagikan konten. Pertimbangkan dampak konten yang Anda bagikan kepada orang lain.
  • Laporkan konten yang tidak pantas. Jika Anda menemukan konten yang melanggar etika, laporkan kepada platform media sosial terkait.

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan sosial media, yaitu:

    1. Menjaga norma dan etika dalam menggunakan sosial media.
    2. Menggunakan tutur kata yang baik dalam memberikan tanggapan atau komentar.
    3. Menghindari penyebaran konten SARA, aksi kekerasan, serta pornografi.
    4. Membagikan informasi yang terpercaya, akurat, dan bermanfaat.
    5. Menyaring dan memilah informasi yang didapatkan dari berbagai sumber.
    6. Menjadikan sosial media sebagai media untuk berkarya.
    7. Membangun relasi dan komunikasi yang sehat.

Namun, dalam bersosial media juga hendaknya kita tidak melakukan beberapa hal. Hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dalam bersosmed yaitu:

    1. Menyebarkan berita bohong yang dapat memicu konflik
    2. Memberikan komentar negatif kepada orang lain
    3. Menyebarkan konten ilegal yang melanggar hukum
    4. Mengunggah hal-hal yang sifatnya terlalu pribadi karena jejak digital akan selalu ada
    5. Mudah percaya dengan orang yang ditemui di sosial media
    6. Curhat masalah pribadi secara berlebihan (privasi)

 

Mengapa Etika Bermedia Sosial Penting?

Etika bagaikan fondasi yang membangun interaksi positif di dunia maya. Dengan menerapkan etika, kita dapat:

  • Menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman: Menghormati privasi, menghindari ujaran kebencian, dan menyebarkan informasi yang benar akan menciptakan lingkungan online yang kondusif bagi semua.
  • Melindungi diri dari bahaya: Etika dapat membantu mencegah cyberbullying, pelecehan online, dan penipuan.
  • Meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi: Berkomunikasi dengan sopan dan santun, serta menghargai pendapat orang lain akan membangun pertukaran informasi yang lebih positif dan produktif.

Berikut beberapa platform media sosial populer yang bisa Bpk/ibu ekspresikan diri :

  • Instagram: Cocok untuk berbagi foto dan video pendek.
  • TikTok: Platform video pendek yang sangat populer.
  • YouTube: Ideal untuk membuat konten video yang lebih panjang.
  • Twitter: Untuk berbagi pemikiran dan mengikuti tren.
  • Facebook: Platform yang serbaguna, bisa digunakan untuk berbagai tujuan.

 

Mengekspresikan diri di media sosial memang menyenangkan, tapi juga penting untuk melakukannya dengan bijak. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:

1. Temukan Identitas Dirimu:

  • Passion dan minat: Apa yang paling kamu suka dan ingin bagikan? Bisa berupa hobi, minat, atau pandangan hidup.
  • Gaya pribadi: Bagaimana cara kamu ingin terlihat di mata orang lain? Apakah kamu ingin terlihat lucu, inspiratif, atau informatif?
  • Nilai-nilai: Apa yang kamu percaya dan ingin promosikan? Nilai-nilai ini akan menjadi panduan dalam membuat konten.

2. Pilih Platform yang Tepat:

  • Sesuaikan dengan target audiens: Setiap platform memiliki pengguna dengan minat yang berbeda.
  • Perhatikan jenis konten: Apakah kamu lebih suka berbagi foto, video, tulisan, atau kombinasi semuanya?

3. Buat Konten yang Menarik:

  • Otentik: Jadilah diri sendiri dan jangan takut untuk unik.
  • Bernilai: Tawarkan sesuatu yang bermanfaat atau menghibur bagi pengikutmu.
  • Visual yang menarik: Gunakan foto dan video berkualitas baik.
  • Tulisan yang jelas dan ringkas: Sampaikan pesanmu dengan efektif.
  • Gunakan hashtag yang relevan: Ini akan membantu orang lain menemukan kontenmu.

4. Berinteraksi dengan Pengikut

  • Balas komentar: Tunjukkan bahwa kamu menghargai pendapat mereka.
  • Follow akun lain: Bangun koneksi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
  • Ikuti tren: Bergabunglah dalam percakapan yang sedang populer.

5. Jaga Etika

  • Hormati orang lain: Hindari komentar yang kasar, menyinggung, atau diskriminatif.
  • Jangan menyebarkan hoaks: Pastikan informasi yang kamu bagikan akurat.
  • Lindungi privasi: Jangan terlalu banyak membagikan informasi pribadi.

Contoh Konten:

  • Jika  suka memasak: Bagikan resep, tips memasak, atau foto makanan yang menarik.
  • Jika suka menulis: Buat blog atau tulis puisi pendek.
  • Jika suka traveling: Bagikan cerita perjalanan dan foto-foto destinasi wisata.
  • Jika  suka menggambar: Posting karya seni kamu.

Tips:

  • Konsisten: Posting secara teratur agar pengikutmu tetap tertarik.
  • Jangan terlalu fokus pada jumlah pengikut: Kualitas interaksi lebih penting.
  • Ambil jeda: Jangan terlalu sering online, berikan waktu untuk diri sendiri.

Bpk/ibu mengekspresikan diri di media sosial adalah tentang menemukan suara unik kita dalam berbagi . Yang terpenting adalah tetap menjadi diri sendiri, patuhi aturan ITE, gunakan THINK dan nikmati prosesnya.

Demikian sharing materi dari saya jika ada kekhilafan mohon maaf yang sebesar-besarnya

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, Semoga bermanfaat untuk masa depan.

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Referensi

https://pedulisosial.ukm.undip.ac.id/index.php/2022/10/22/bijak-bersosmed-sosial-media-bak-pisau-bermata-dua/

https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/tanjungredeb/id/data-publikasi/artikel/3114-tips-bijak-menggunakan-media-sosial.html

https://wijayalabs.com/2022/11/30/mengekspresikan-diri-yang-baik-di-media-sosial-2/

https://diskominfo.sukoharjokab.go.id/berita/menavigasi-dunia-maya-dengan-etika-menjadi-pengguna-media-sosial-yang-bertanggung-jawab-1

 

Continue reading Mengekspresikan Diri Yang Baik Di Media Sosial