Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

10 Juli 2026

,

Rujukan MPLS Ramah 2026 Tingkat SMP

 


Panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP):

1. Ketentuan Umum dan Filosofi MPLS Ramah 2026

  • Tema & Definisi: Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan tema MPLS Ramah. Paradigma "Ramah" mencakup aspek ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya guna mewujudkan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
  • Waktu & Lokasi: Dilaksanakan selama 5 hari pada minggu pertama awal tahun ajaran baru dan bertempat di lingkungan sekolah.
  • Asas Penyelenggaraan: Meliputi 9 asas, yaitu: Humanis, Komprehensif, Partisipatif, Kepentingan Terbaik bagi Anak, Nondiskriminatif, Inklusif, Keadilan & Kesetaraan Gender, Harmonis, dan Berkelanjutan.
  • Panitia: Terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Murid (seperti pengurus OSIS/MPK) dapat membantu jika panitia memiliki keterbatasan.

2. Struktur Materi MPLS

Pelaksanaan terdiri atas dua kategori materi:

  • Materi Utama:
    1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIΗ) — Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, tidur cepat.
    2. Pagi Ceria (senam pagi, menyanyikan Indonesia Raya, dan doa bersama).
    3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial.
    4. Budaya 5S (Senym, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).
    5. Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
    6. Gerakan Rukun Sama Teman (GRST).
  • Materi Pilihan: Ciri khas sekolah dan materi lain yang dibutuhkan (seperti pencegahan NAPZA dan anti-korupsi).

3. Tahapan Rangkaian Kegiatan

MPLS Ramah dialur ke dalam tiga tahapan utama berdasarkan Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026:

A. Perencanaan & Sosialisasi (Maksimal H-5 Pelaksanaan)

Sekolah wajib melakukan sosialisasi kepada orang tua/wali murid mengenai materi, jadwal, mekanisme pengaduan, edukasi parenting, serta pemberitahuan tes deteksi dini.

B. Pelaksanaan (Rujukan Jadwal 5 Hari)

  • Hari Pertama: Salam Sapa, Upacara Bendera (disertai pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia), Pengenalan Diri, Wawasan Wiyata Mandala (penyusunan kesepakatan kelas), materi "Aku dan Sekolahku" (tur sekolah), serta materi G7KAIH.
  • Hari Kedua: Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung, Tes Fleksibilitas (V Sit and Reach), Ruang Perjumpaan Murid Baru (membuat Pohon Harapan & Pohon Solusi), serta simulasi Siaga Bencana.
  • Hari Ketiga: Rangkaian Tes & Asesmen (Kondisi Sosial-Emosional, Literasi Membaca, Numerasi, serta Bakat & Minat), dilanjutkan materi Literasi Digital (pencegahan judi online & kampanye 3S: Screen Time, Screen Zone, Screen Break) dan pencegahan NAPZA.
  • Hari Keempat: Materi "Sahabat Hebat", pengenalan Ciri Khas Sekolah, Pengenalan Kurikulum, dan Gerakan Indonesia ASRI.
  • Hari Kelima: Pagi Ceria, Unjuk Karya, dan Penutupan MPLS.

C. Pascapelaksanaan

Meliputi evaluasi program, berbagi kegiatan positif di media sosial, skrining murid berkebutuhan khusus, serta tindak lanjut hasil asesmen.

4. Rangkaian Tes dan Manajemen Data (Penting)

  • Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG): Orang tua/wali murid mendaftarkan anak mereka melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.
  • Pengumpulan Data: Tes dilakukan secara digital melalui tautan karakter.data.kemendikdasmen.go.id. Kode tes untuk SMP diakses oleh operator sekolah menggunakan akun SSO Pusdatin mulai 13 Juli 2026. Rentang waktu pelaksanaan tes utama adalah 13-24 Juli 2026.
  • Kerahasiaan Hasil: Hasil tes akan tersedia mulai 31 Juli 2026. Hasil Asesmen Set 1 (literasi, numerasi, bakat minat, IMT, fleksibilitas) dibagikan kepada guru terkait, sedangkan Set 2 (Kondisi Sosial-Emosional) bersifat rahasia dan hanya boleh diakses oleh guru BK atau pihak berwenang untuk konseling.

5. Larangan Keras & Sanksi

Sekolah dilarang keras melakukan perpeloncoan/kekerasan, pungutan biaya, memberikan aktivitas/atribut yang tidak edukatif, serta melibatkan alumni sebagai penyelenggara. Pelanggaran akan berakibat pada penghentian kegiatan MPLS dan pemberian sanksi disiplin (teguran tertulis hingga pemberhentian jabatan).

Rujukan MPLS secara lengkap silahkan klik link berikut ini Rujukan MPLS 2026

Continue reading Rujukan MPLS Ramah 2026 Tingkat SMP

30 Juni 2026

,

Materi Utama MPLS 2026

 


Materi utama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia:

Empat Materi Utama MPLS 2026

1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Materi ini berfokus pada pembentukan karakter kuat, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia melalui 7 kebiasaan sederhana setiap hari:

  • Bangun Pagi: Membuat tubuh segar dan siap menjalani hari.
  • Beribadah: Menumbuhkan iman, ketenangan hati, dan kedisiplinan diri.
  • Berolahraga: Menjaga kesehatan tubuh minimal 30 menit sehari.
  • Makan Sehat dan Bergizi: Memilih makanan seimbang dan membiasakan sarapan.
  • Gemar Belajar: Mengasah kemampuan dan melatih berpikir kritis/kreatif.
  • Bermasyarakat: Melatih empati, kepedulian, dan kerja sama di lingkungan.
  • Tidur Lebih Awal: Membiasakan tidur sebelum pukul 21.00 untuk mengistirahatkan tubuh.

2. Pagi Ceria

Kebiasaan memulai hari dengan kegiatan positif untuk menumbuhkan semangat dan kesiapan belajar. Terdapat 5 Komponen Pagi Ceria:

  1. Senyum & Sapa: Membuka hari dengan suasana hangat.
  2. Berdoa: Memohon kekuatan dan keberkahan.
  3. Gerakan Sehat: Olahraga ringan untuk menyegarkan pikiran.
  4. Literasi Pagi: Membaca untuk menambah wawasan sebelum belajar.
  5. Siap Belajar: Menata niat dan perlengkapan sekolah secara bertanggung jawab.

3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial (Literasi Digital)

Materi ini mengajarkan murid untuk bijak, aman, dan bertanggung jawab di dunia maya. Sub-materi di dalamnya meliputi:

  • Etika Digital: Menghormati orang lain, menggunakan bahasa yang baik, mematuhi aturan, dan membatasi waktu online.
  • Jejak Digital: Memahami dampak rekam jejak aktif dan pasif di internet yang bersifat permanen.
  • Waspada Hoaks: Mengenali ciri-ciri informasi palsu dan membiasakan prinsip "Cek dulu sebelum sharing" (Cek sumber, fakta, tanggal, dan isi).
  • Stop Cyberbullying: Mengenali jenis perundungan digital (seperti flaming, harassment, denigration, impersonation, exclusion, outing & trickery) serta cara menanggulanginya.

4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)

Membangun budaya positif di sekolah agar tercipta lingkungan yang ramah, aman, nyaman, dan inklusif:

  • Senyum: Menampilkan senyuman tulus kepada semua warga sekolah.
  • Salam: Mengucapkan salam sebagai tanda hormat dan penghargaan.
  • Sapa: Menyapa orang lain dengan ramah dan penuh perhatian.
  • Sopan: Bersikap baik dalam perkataan, perbuatan, dan penampilan.
  • Santun: Menghargai orang lain dengan menggunakan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih".

Materi Tambahan & Implementasi

  • Komitmen Murid Baru: Pengisian Lembar Aktivitas Harian (tabel refleksi 7 kebiasaan baik) serta penandatanganan janji Murid Indonesia Hebat.
  • Simulasi dan Praktik Langsung: Menguji penerapan budaya 5S dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah menggunakan lembar observasi dan kartu peran.
  • Refleksi dan Evaluasi: Mengukur pemahaman diri serta memberikan umpan balik atas pelaksanaan MPLS.

Slogan Utama MPLS 2026:

"MPLS Ramah, Sekolah Nyaman, Murid Berkarakter!"

 Materi lengkap klik di sini

Continue reading Materi Utama MPLS 2026

14 Januari 2026

,

Langkah Instalasi Aplikasi Dapodik versi 2026.b:



Untuk Sobat Operator Sekolah yang menangani Dapodik Berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah nomor 0253/C/TI.03.00/2026 tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah merilis Aplikasi Dapodik versi 2026.b. Rilis ini dilakukan sebagai bagian dari perbaikan dan pembaruan pada sejumlah fitur Aplikasi Dapodik yang digunakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Aplikasi Dapodik versi 2026.b dirilis dalam bentuk installer, oleh sebab itu Satuan Pendidikan harus melakukan uninstall Aplikasi Dapodik versi sebelumnya terlebih dahulu.

Berikut langkah instalasi Aplikasi Dapodik versi 2026.b:

  1. Unduh file installer Aplikasi Dapodik 2026.b di laman https://dapo.kemendikdasmen.go.id/unduhan
  2. Lakukan instalasi Aplikasi Dapodik 2026.b;
  3. Refresh laman Aplikasi Dapodik (ctrl+F5) untuk memastikan aplikasi sudah terbarukan;
  4. Lakukan registrasi (daring/luring);
  5. Jika memilih metode registrasi luring, pastikan sudah mengunduh prefill terbaru;
  6. Lanjutkan hingga proses registrasi berhasil;
  7. Isi username dan password;
  8. Pilih semester genap 2025/2026;
  9. Klik tombol Masuk;
  10. Pastikan tampilan Aplikasi Dapodik sudah versi 2026.b;
  11. Lakukan input data sesuai kondisi riil;
  12. Masuk menggunakan akun kepala sekolah;
  13. Lakukan validasi;
  14. Klik tombol sinkronisasi.

 



Continue reading Langkah Instalasi Aplikasi Dapodik versi 2026.b:

01 Oktober 2025

,

Contoh Praktik Baik Untuk Mengikuti Apresiasi dan Anugerah GTK Dengan Metode STAR

 



Praktik Baik dalam Anugerah dan Apresiasi GTK dengan Metode STAR

Anugerah dan apresiasi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) merupakan momen penting untuk mengakui dedikasi, inovasi, dan dampak positif yang telah mereka berikan dalam dunia pendidikan. Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif, terstruktur, dan berfokus pada bukti nyata, salah satu praktik baik yang sangat efektif digunakan adalah Metode STAR.

Metode STAR (Situation, Task, Action, Result) adalah kerangka bercerita yang membantu GTK menyajikan praktik baik mereka dengan cara yang lugas, terperinci, dan berdampak. Metode ini memaksa penyaji untuk tidak hanya menyatakan apa yang telah dilakukan, tetapi juga mengapa, bagaimana, dan apa hasilnya.

 

Penjelasan Rinci Metode STAR untuk Apresiasi GTK

Setiap komponen dalam metode STAR menjadi panduan bagi GTK dalam menyusun narasi praktik baik, sekaligus menjadi kriteria penilaian yang jelas bagi tim penilai.

1. S - Situation (Situasi)

Bagian ini mengatur konteks awal dari praktik baik yang dilakukan. Ini menjelaskan latar belakang, permasalahan, atau tantangan spesifik yang mendorong GTK untuk mengambil tindakan.

  • Tujuan: Memberikan gambaran jelas tentang di mana dan kapan masalah/situasi itu terjadi.
  • Fokus Narasi:
    • Kondisi kelas/sekolah/lingkungan yang memerlukan perbaikan.
    • Data pendukung (misalnya, nilai siswa yang rendah pada topik tertentu, kurangnya partisipasi orang tua, masalah kedisiplinan spesifik).
    • Tantangan unik yang dihadapi (misalnya, keterbatasan sarana, keragaman siswa, pandemi).
  • Contoh Pertanyaan: "Apa masalah pendidikan spesifik yang Anda hadapi?", "Bagaimana kondisi lingkungan belajar saat itu?"

2. T - Task (Target/ Tantangan)

Setelah situasi dijelaskan, bagian ini berfokus pada tujuan yang hendak dicapai oleh GTK sebagai respons terhadap situasi tersebut. Ini harus menjadi target yang jelas dan terukur. Begitu juga dengan tantangan terhadap target yang ingin dicapai.

  • Tujuan: Mendefinisikan sasaran spesifik yang harus dipenuhi atau masalah yang harus dipecahkan.
  • Fokus Narasi:
    • Tujuan yang ditetapkan (misalnya, "Meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa kelas V sebesar 20%", "Mengembangkan modul ajar berbasis proyek yang relevan dengan kearifan lokal").
    • Peran atau tanggung jawab yang diemban GTK saat itu.
    • Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi situasi di poin S.
  • Contoh Pertanyaan: "Apa target yang Anda tetapkan untuk mengatasi masalah tersebut?", "Apa yang harus Anda capai?"

3. A - Action (Aksi/Tindakan)

Ini adalah inti dari praktik baik, di mana GTK menjelaskan secara detil dan berurutan langkah-langkah inovatif atau strategis yang mereka ambil untuk mencapai target (T).

  • Tujuan: Menunjukkan proses, inovasi, kreativitas, dan kompetensi GTK dalam melaksanakan tugas.
  • Fokus Narasi:
    • Apa yang dilakukan secara persis? (Misalnya, "Saya mengembangkan metode 'Belajar Sambil Bermain Peran' dengan melibatkan 5 peran berbeda...").
    • Mengapa memilih tindakan itu? (Menggambarkan pemikiran strategis).
    • Siapa saja yang terlibat? (Kolaborasi dengan siswa, rekan guru, atau orang tua).
    • Harus menunjukkan inisiatif pribadi dan tindakan yang berbeda dari rutinitas biasa.
  • Contoh Pertanyaan: "Langkah-langkah spesifik apa yang Anda lakukan untuk mencapai target?", "Apa yang membuat pendekatan Anda unik atau inovatif?"

4. R - Result (Hasil dan Refleksi)

Bagian terakhir ini menyajikan dampak dan capaian nyata dari tindakan (A) yang telah dilakukan. Hasil harus dapat dibuktikan dan dikaitkan kembali dengan target (T) dan situasi awal (S). Dan lakukan refleksi terhadap dari Praktik Baik yang dilakukan.

  • Tujuan: Mengukur keberhasilan dan efektivitas praktik baik yang dilakukan.
  • Fokus Narasi:
    • Hasil kuantitatif (Angka, persentase, data peningkatan, perolehan prestasi).
    • Hasil kualitatif (Perubahan perilaku siswa, peningkatan motivasi, pengakuan dari komunitas, adopsi praktik oleh guru lain).
    • Pembelajaran yang didapat dan potensi keberlanjutan.
  • Contoh Pertanyaan: "Apa hasil konkret dari tindakan Anda?", "Sejauh mana Anda mencapai target (T)?", "Dampak apa yang paling signifikan bagi siswa/sekolah?"

  




Continue reading Contoh Praktik Baik Untuk Mengikuti Apresiasi dan Anugerah GTK Dengan Metode STAR

30 September 2025

Paparan Sosialisasi Penghargaan GTK Tahun 2025


 

Sosialisasi Penghargaan GTK Tahun 2025 "Paparan Sosialisasi Penghargaan GTK 2025" dari Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK PG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

1. Jenis Penghargaan Tahun 2025

Penghargaan GTK 2025 dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

A. Anugerah GTK

  • Definisi: Penghargaan dari Kemendikdasmen yang diberikan kepada Tokoh Masyarakat dan Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK) atas komitmen, inovasi, dan dedikasi melalui praktik terbaik yang berdampak nyata bagi murid, lingkungan belajar, komunitas sekolah, dan masyarakat pendidikan secara keseluruhan.
  • Tujuan: Memberikan penghargaan kepada Tokoh Masyarakat dan GTK yang konsisten menunjukkan komitmen, inovasi, dan dedikasi. Tujuannya juga untuk menumbuhkan semangat kebanggaan dan profesionalisme GTK.

B. Apresiasi GTK

  • Definisi: Penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan transformasi dan dedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, serta individu yang menggerakkan komunitas belajar.
  • Tujuan: Terealisasinya pemberian penghargaan kepada GTK yang transformatif, dedikatif, dan pelopor komunitas belajar. Selain itu, untuk mengapresiasi praktik baik GTK dalam menerapkan program prioritas dan kebijakan transformasi pendidikan nasional.

2. Tema dan Logo Hari Guru Nasional (HGN) 2025

Penyelenggaraan Anugerah dan Apresiasi GTK merujuk pada tema HGN Tahun 2025, yaitu:

  • Tema: GTK Hebat, Indonesia Kuat.
  • Logo: Logo resmi HGN 2025 dibentuk dari ilustrasi ikon seseorang yang mengepalkan tangan, yang mewakili figur guru dan tendik yang memberikan semangat dan inspiratif.

3. Detail Anugerah GTK 2025

A. Kandidat dan Kategori Penerima

Anugerah GTK diberikan kepada dua unsur utama:

  1. Unsur GTK (di bawah binaan Kemendikdasmen):
    • Guru (TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB) dan Pendidik nonformal.
    • Kepala Satuan Pendidikan.
    • Pengawas Sekolah dan Penilik.
    • Tenaga Kependidikan (Administrasi, Laboratorium, dan Perpustakaan).
  2. Unsur Tokoh Masyarakat: Individu selain GTK yang kiprahnya berdampak luas pada peningkatan kualitas pendidikan.

Terdapat 5 kategori penerima Anugerah GTK, termasuk kategori untuk

Tokoh Pendidikan yang berkontribusi nyata dan berdampak luas pada kemajuan pendidikan.

B. Persyaratan Penerima (Unsur GTK)

Syarat utama meliputi:

  • Status Pegawai aktif (ASN atau Non-ASN) terdata di DAPODIK/SIMTENDIK.
  • Telah bertugas konsisten minimal

10 tahun berturut-turut.

  • Memiliki sifat

tangguh, penuh semangat, dan rela berkorban.

  • Menunjukkan

perilaku teladan dan telah mendapat pengakuan masyarakat atas jasa/kiprahnya minimal 5 tahun.

  • Memiliki rekam jejak yang baik (tidak pernah diprotes, tidak terlibat pelanggaran hukum/disiplin, tidak melakukan ujaran kebencian/diskriminasi, dan tidak terlibat KKN/gratifikasi).

C. Linimasa Anugerah GTK 2025

  • Penyusunan Perangkat dan Sosialisasi: Juli - September 2025.
  • Pengusulan Nominasi: 1 - 14 Oktober 2025.
  • Penilaian Administrasi & Substansi: Oktober 2025.
  • Kunjungan Lapangan (Visitasi): 25 Oktober - 7 November 2025.
  • Pleno II (Penetapan Penerima): 12−14 November 2025.
  • Pengumuman & Gebyar Puncak HGN: 28 November 2025.

4. Detail Apresiasi GTK 2025

A. Persyaratan Peserta

  • Umum: Kualifikasi akademik paling rendah S-1/D-IV (untuk Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, dll.) atau SMA/SMK (untuk Kepala PAUD, Tenaga Administrasi, dll.).
  • Aktif bekerja dan terdata di Dapodik dengan pengalaman kerja minimal

2 tahun berturut-turut.

  • Tidak pernah ditetapkan sebagai 3 terbaik Apresiasi HGN 2023 atau 5 terfavorit Apresiasi HGN 2024.
  • Peserta hanya diperbolehkan mengikuti

1 kategori.

B. Kategori Apresiasi

Apresiasi GTK dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan praktik baik yang diusulkan:

  1. GTK Transformatif: GTK yang menunjukkan transformasi, kreativitas, pembaruan dalam strategi/metode/teknik pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan penerapan pembelajaran mendalam berbasis 8 dimensi Profil Lulusan.
  2. GTK Dedikatif: GTK yang mendedikasikan tenaga, pikiran, dan waktu secara konsisten, berdampak pada kemajuan pendidikan, siap menghadapi tantangan, dan tangguh menghadapi kesulitan.
  3. GTK Pelopor Komunitas Belajar: GTK yang merintis, memprakarsai, dan/atau menggerakkan komunitas belajar dengan semangat belajar sepanjang hayat.

C. Linimasa Apresiasi GTK 2025

  • Penyusunan Perangkat dan Sosialisasi: Juli - September 2025.
  • Pendaftaran Peserta Seleksi Provinsi (UPT): 1 - 12 Oktober 2025.
  • Penilaian/Verifikasi dan Validasi Berkas Administrasi: 13 - 15 Oktober 2025.
  • Seleksi Tingkat Nasional (Penilaian Presentasi dan Wawancara): 22 - 25 November 2025.
  • Pengumuman & Gebyar Puncak HGN: 28 November 2025.

D. Penghargaan Uang Pembinaan (Tingkat Nasional Apresiasi GTK)

Peserta terbaik tingkat nasional akan menerima uang pembinaan:

  • Peringkat 1:

Rp10.000.000,- per kategori.

  • Peringkat 2:

Rp7.500.000,- per kategori.

  • Peringkat 3:

Rp5.000.000,- per kategori.

  • Peserta Terfavorit:

Rp5.000.000,- per kategori.


Continue reading Paparan Sosialisasi Penghargaan GTK Tahun 2025

25 September 2025

,

Link Penting Yang Ada Di Dapodik

 



Dapodik adalah sumber data yang menjadi cerminan kondisi pendidikan di Sekolah. Data yang akurat dan lengkap di Dapodik akan sangat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat untuk memajukan pendidikan.

Informasi DI dapodik

Informasi ini sangat krusial dan digunakan oleh pemerintah untuk berbagai keperluan, seperti:

  • Penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), agar bantuannya tepat sasaran.
  • Pemberian tunjangan profesi guru, memastikan guru yang berhak menerimanya.
  • Perencanaan program pendidikan, sehingga program yang dibuat bisa sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Link PENTING berkaitan dengan dapodik

https://dapo.dikdasmen.go.id/ Portal Dapodik , berisi berita, informasi data seluruh Indonesia dan informasi terkait perilisan aplikasi / patch dapodik.

https://sp.datadik.kemendikdasmen.go.id/ (Manajemen Sekolah) Link ini digunakan untuk penarikan siswa baru, siswa dan guru mutasi, membuat dan meresert pasword akun guru, SPJTM informasi terkait siswa, guru,sarpras yang terkirim ke server

http ://vervalptk.data.dikdasmen.go.id (Verval PTK), Pengajuan NUPTK, perbaikan data PTK seperti NIP, NIK, Nama Ibu Kandung

http ://vervalpd.data.dikdasmen.go.id (Verval Pd) Perbaikan data siswa seperti nama, ttl, nama ibu kandung, NIK

https://info.gtk.dikdasmen.go.id/ Untuk mengecek validasi data individu guru

 

PRAKTIK BAIK DAPODIK di SMP Negeri 2 mendoyo

  • Untuk mengetahui keadaan siswa baik itu alamat, no HP siswa dan pekerjaan orang tua yang dapat dijadikan pertimbangan ketika siswa memiliki masalah
  • Dapodik digunakan sebagai data administrasi pembagian kelas, presensi, daftar nilai
  • Dapodik terintegrasi dengan ANBK, E-Rapor, ijazah, pendaftaran siswa ke SMA/SMK semakin data lengkap dan benar maka data di rapor, jazah benar
  • Dapodik sebagai pedoman perencanaan program sekolah seperti ARKAS
  • Dapodik siswa digunakan sebagai data utama dalam penyelenggaran tes sumatif berbasis web / online

 

 

Continue reading Link Penting Yang Ada Di Dapodik

23 September 2025

, ,

Program Guru Wali



Dasar Hukum

Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru

Pasal 9 ayat (1-5): Penugasan dan ruang lingkup tugas Guru Wali

Pasal 14: Ekuivalensi tugas Guru Wali setara 2 JP per minggu

Pasal 17 dan 18: Penetapan, pelaksanaan, dan penghitungan beban kerja

  
Pengertian

Guru Wali adalah guru mata Pelajaran yang diberi tugas mendampingi perkembangan akademik, karakter, keterampilan, dan kompetensi peserta didik dari saat masuk hingga lulus pada satuan pendidikan yang sama.

 

Tujuan

Adapun tujuan guru wali yaitu:

  1. Menjamin pelaksanaan pendampngan peserta didik secara menyeluruh dan berkesinambungan
  2. Meningkatkan keterlibatan guru dalam pendidikan karakter dan pengembangan potensi peserta didik
  3. Memberikan dukungan sistematis terhadap pertumbuhan akademik dan non- akademik peserta didik

 
Ruang Lingkup Tugas

Berdasarkan Pasal 9 ayat (2), Guru Wali melaksanakan tugas sebagai berikut:

  1. Pendampingan Akademik
  2. Membantu peserta didik dalam perencanaan dan refleksi belajar.
  3. Pengembangan Kompetensi dan Keterampilan
  4. Mendorong minat bakat serta pengembangan soft skills.
  5. Pembinaan Karakter
  6. Menanamlan nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan empati.
  7. Pendampingan Berkelanjutan
  8. Menjadi pendamping peserta didik dari awal hingga akhir masa belajar.

  

Prosedur Pelaksanaan

Penunjuk Guru Wali

Dilakukan oleh Kepala Sekolah (Pasal 18 ayat 1).

Berdasarkan rasio jumlah peserta didik dengan jumlah guru mata Pelajaran (Pasal 18 ayat 2)

Pelaksanaan Tugas

 

No

Kegiatan

Penjelasan

Waktu Pelaksanaan

1

Identifikasi  peserta  didik

pendampingan

Memahami latar belakang, potensi,

dan tantangan murid

Awal tahun ajaran

2

Penyusunan dan

pelaksanaan rencana pendampingan

Disesuaikan     dengan kebutuhan peserta didik

Per semester

3

Pertemuan berkala dengan

peserta didik

Secara individual atau kelompok

kecil

2x per bulan

4

Kolaborasi       dengan guru

BK dan wali kelas

Untuk tindak lanjut masalah tertentu

Sesuai kebutuhan

5

Pelaporan            perkembangan

peserta didik

Secara berkala (bulanan/semester)

Setiap  akhir    bulan

atau semester

6

Dokumentasi dan refleksi

Catatan kemajuan, hambatan, dan

rekomendasi

Berkelanjutan

 

Evaluasi dan Pelaporan

  1. Guru Wali menyusun laporan singkat setiap semester berisi:
  2. Rekap pertemuan dan kegitan
  3. Catatan perkembangan peserta didik
  4. Rekomendasi tindak lanjut
  5. Laporan dikumpulkan ke Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan atau Kurikulum.

 Ekuivalensi Beban Kerja

Tugas Guru Wali setara dengan 2 jam Tatap Muka per minggu (Pasal 14 dan Lampiran Permendikdasmen No.11 tahun 20225)

 
Penutup

SOP ini menjadi acuan pelaksanaan tugas Guru Wali untuk memastikan pendampingan peserta didik berjalan sistematis, professional, dan berdampak pada perkembangan peserta didik secara utuh.

 

 Kelengkapan Administrasi Guru Wali

Continue reading Program Guru Wali