Selalu
ada cerita magis yang tertinggal setiap kali kita melangkah keluar dari
rutinitas ruang kelas demi mendampingi kreativitas anak didik. Beberapa hari
lalu, sebuah perjalanan berharga kami ukir demi memeriahkan Hari Ulang Tahun
(HUT) SMPN 4 Negara. Kali ini, fokus dan energi kami curahkan sepenuhnya untuk
mendukung salah satu siswi berbakat, Ristha, yang berjuang dalam ajang
lomba pembuatan vlog yang mengambil tema Objek Wisata di Kabupaten Jembrana
yang belum viral.
Sebagai
pembimbing vlog, saya merasa sangat beruntung dikelilingi oleh tim "papan
atas" yang luar biasa solid. Perjalanan kami menuju lokasi syuting
ditemani oleh tim produksi yang andal: Bpk Andri bertindak sebagai cameraman
utama dengan kejelian lensanya, didukung penuh oleh Bpk Agung sebagai
asisten cameraman yang selalu sigap memastikan semua teknis aman. Tidak
hanya itu, rombongan kami semakin hangat dan bersemangat karena didampingi
langsung oleh Ibu Tutik selaku Waka Humas dan Ibu Intan yang tiada henti
mengoordinasi segala keperluan kami.
Kabut
Tebal dan Keajaiban di Puncak Tirta
Destinasi
syuting yang kami tuju adalah salah satu permata tersembunyi di bumi Jembrana: Puncak
Tirta yang memesona di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan. Begitu roda
kendaraan kami berhenti dan kami melangkah keluar, pemandangan luar biasa
langsung menyambut. Alih-alih langit cerah, Puncak Tirta justru sedang
diselimuti oleh kabut tebal yang turun dengan begitu anggunnya. Hawa dingin
yang menusuk tulang sempat membuat kami kedinginan tanpa mengenakan jaket.
Namun,
dinginnya cuaca sama sekali tidak menyurutkan api semangat tim kecil ini. Di
balik layar syuting yang penuh tantangan visual karena jarak pandang terbatas,
kami menemukan kehangatan tersendiri. Di sela-sela jeda pengambilan gambar,
kami duduk bersama menikmati secangkir teh hangat. Asap tipis yang mengepul
dari cangkir, berpadu dengan gurauan jenaka dari Bu Intan dan Bu Tutik, justru
menambah keseruan luar biasa yang membuat hawa dingin Puncak berubah menjadi
penuh kebersamaan yang akrab.
Siapa
sangka, di tengah kabut tebal Puncak Tirta, sebuah kejutan manis menanti.
Ristha berkesempatan berkenalan dan mengobrol langsung dengan seorang turis
asal Prancis bernama Ana! Sebuah momen spontan yang luar biasa untuk melatih
kepercayaan diri dan kemampuan komunikasinya.
Lebih
dari Sekadar Perlombaan
Hari
itu, di bawah bayang-bayang kabut Puncak Tirta, kami belajar banyak hal. Lomba
vlog ini bukan lagi sekadar kompetisi untuk mengejar piala. Bagi Ristha, ini
adalah ruang kelas raksasa tempat ia belajar berani, melatih kemampuan
berkomunikasi dan memupuk mental juara. Bagi kami para guru, ini adalah momen
merajut kedekatan, tertawa bersama di balik dinginnya cuaca, dan menyaksikan
langsung mekarnya potensi anak didik.
Terima
kasih untuk kerja keras luar biasa tim syuting Puncak Tirta! Bpk Andri, Bpk
Agung, Ibu Tutik, Ibu Intan, dan tentunya Ristha yang hebat. Apa pun hasil
penilaian juri nanti, memori hangat ditemani secangkir teh di tengah kabut
Puncak Tirta ini sudah menjadi kemenangan terindah bagi kita semua.


