Festival
dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) selalu menjadi panggung yang dinantikan
bagi talenta-talenta muda di seluruh Indonesia. Tahun ini, saya mendapatkan
kehormatan luar biasa untuk terlibat langsung dalam perhelatan tersebut, bukan
sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari tim penilai untuk cabang lomba
Menulis Cerita Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Jembrana.
Terima
kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh jajaran panitia yang
telah memberikan kepercayaan dan kesempatan berharga ini kepada saya. Menjadi
saksi lahirnya karya-karya literasi dari anak-anak hebat di Jembrana adalah
sebuah pengalaman yang sangat mengesankan.
Kehormatan
Bersanding dengan Tokoh Inspiratif
Pengalaman
menduduki kursi dewan juri kali ini terasa kian spesial. Sebuah kehormatan
besar bagi saya bisa disandingkan dengan sosok luar biasa, Om Nanok. Berbagi
ruang diskusi dan menyamakan persepsi nilai dengan beliau memberikan sudut
pandang baru yang sangat kaya dalam melihat sebuah karya tulis anak.
Diskusi-diskusi hangat di meja juri menjadi ruang belajar yang selaiknya saya
syukuri.
Seleksi
Kabupaten dengan Atmosfer Nasional
Satu
hal yang patut diacungi jempol dari gelaran FLS3N Tingkat Kabupaten Jembrana
tahun ini adalah kualitas penyelenggaraannya. Dedikasi dan profesionalisme
panitia pelaksana benar-benar di luar ragu. Pengalaman jam terbang para panitia
yang sudah sering "berseliweran" menyukseskan event hingga ke tingkat
nasional, membawa dampak yang sangat positif.
Mulai
dari manajemen acara, ketegasan regulasi, hingga objektivitas jalannya lomba,
semuanya dikemas dengan sangat rapi. Tidak berlebihan rasanya jika saya katakan
bahwa seleksi Tingkat Kabupaten Jembrana kali ini memiliki atmosfer dan
"rasa" yang setara dengan kompetisi Tingkat Nasional. Standar tinggi
yang diterapkan ini tentu memaksa para peserta untuk menampilkan kemampuan
terbaik mereka.
Harapan
untuk Masa Depan Literasi Bali
Membaca
lembar demi lembar cerita yang ditulis oleh para peserta memberikan optimisme
baru bagi masa depan literasi kita. Imajinasi yang polos, jujur, namun sarat
akan pesan moral khas anak-anak berhasil dituangkan dengan begitu apik oleh
para peserta.
Namun,
kompetisi tetaplah kompetisi. Dari sekian banyak karya hebat, harus dipilih
yang terbaik untuk melangkah ke babak berikutnya. Kepada para peserta terpilih
yang akan menjadi delegasi Bumi Makepung, selamat berjuang!
Semoga
langkah kalian dimudahkan untuk mewakili Provinsi Bali di panggung tertinggi.
Harapan besar kita bersama, karya dari Jembrana tidak hanya sekadar bertandang,
tetapi mampu menembus jajaran terbaik dan keluar sebagai juara di Tingkat
Nasional.
Mari
terus dukung anak-anak kita untuk berani bermimpi dan menuliskan cerita mereka
kepada dunia!
