20 Agustus 2023

, ,

Tips Lolos Beasiswa Microcredential CS50X Harvard University


 

Ditjen GTK kembali bekerja sama dengan LPDP dan Harvard University menyelenggarakan program CS50x Indonesia - Harvard University, Digital Skill Tahun 2023. Program ini merupakan program pemberdayaan digital skill bagi guru.

CS50X adalah program studi singkat yang dirancang pemerintah untuk memfasilitasi para guru dalam mengupgrade pengetahuan dan kemampuannya terutama dalam bidang Computer Science. Pada kegiatan CS50X ini untuk lulus dan mendapatkan sertifikat peserta harus menyelesaikan 10quizzes, 9lab, 9problemsettest dan menyelesaikan final project yang dilaksanakan melalui jaringan internet selama 6 bulan dengan materi  scratch, bahasa pemrograman C, Python, SQL, Html, CSS, Flask dan Cyber Security.

Hal terpenting yang harus menjadi perhatian peserta adalah Harvard Zero Tolerance dalam hal plagiasi. Siapa saja yang terdeteksi plagiat auto mendapat surat cinta perihal terminated akun peserta. Ketatnya academic honesty dan materi yang sulit peserta harus siap untuk menyelesaikan semuanya agar tidak di DO.

Persyaratan  yang harus dilengkapi  yaitu TOEFL, Surat Pernyataan Dukungan Kepala Sekolah serta essay terkait manfaat dan rencana pembelajaran Computer Science di sekolah. 

Sebagai kampus tertua dan no satu di dunia tentu saja Harvard tidak main-main dalam meluluskan peserta CS50X. Sebagai kelas kursus favorit hampir 800 peserta tiap tahun dan lebih dari 4,5 juta dari berbagai negara sudah mengikuti program ini. CS50 dapat diikuti secara gratis dan berbayar dan bersyukur Cikgu dapat mengikutinya melalui program beasiswa Microcredential Digital Skill bagi guru kerjasama Kemendikbud dan Harvard.





Tips Lolos Beasiswa Microcredential

Saat ini Kemendikbud sedang gencar mengadakan kerjasama dengan kampus luar negeri untuk meningkatkan pengembangan diri bagi guru melalui beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).  

Berdasarkan pengalaman Cikgu  yang lolos beasiswa Microcredential CS50X  Harvard University.  Berikut ini cikgu berbagi tips agar lulus seleksi.

  • Menyediakan sertifikat TOEFL ITP 450, Duolingo  65, IELTS 4.5. Sertifikat toefl yang digunakan max 2 tahun terakhir .
  • Upayakan mendapatkan score Toefl, Duolingo, IELTS lebih dari score minimal yang telah ditentukan.
  • Membaca ketentuan dan persyaratan pendaftaran dengan teliti. 
  • Perhatikan satu per satu persyaratan jangan sampai ada yang terlewati.
  • Mengisi essay memasukkan alasan mengapa ingin mengikuti program tersebut dan bagaimana mengimplementasikan di dalam pembelajaran dan cara mendiseminasikan nya.
  • Pada saat wawancara jawablah pertanyaan secara singkat, jelas padat dan berikan informasi tambahan tentang pelatihan yang pernah diikuti, prestasi yang pernah diraih terutama yang berkaitan dengan ICT
  • Gunakan internet yang stabil
  • Searching informasi kegiatan yang berkaitan dengan CS50x  https://cs50.harvard.edu/indonesia/2023/sebagai informasi awal untuk mengenal CS50x

 


Jangan lupa daftarkan diri Anda mengikuti program ini melalui tautan:

https://gtk.kemdikbud.go.id/lpdpgtk/cs50

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

https://gtk.kemdikbud.go.id/lpdpgtk/cs50x

 

#SahabatGTK Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman bersama kampus kelas dunia dan jadilah inspirasi bagi pendidikan digital di Indonesia.

Salam Semangat!

 #MerdekaBelajar

#BeasiswaMicrocredential

#CS50xIndonesiaHarvard

 


Continue reading Tips Lolos Beasiswa Microcredential CS50X Harvard University

15 Agustus 2023

ALCoB ICT Volunteer (AIV) 2023 Workshop Bersama Korean Teachers



Pada tanggal 6 hingga 11 Agustus 2023 Kementrian Pendidikan Korea Selatan dan Institute  of APEC Collaborative Education (IACE)  bekerjasama dengan Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek mengundang peserta ALCoB ICT Volunteer (AIV) 2023 secara tatap muka. Sebanyak 40  peserta workshop terdiri dari Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK, Kepala Sekolah dan Dosen yang tersebar di 20 provinsi untuk mengikuti Workshop yang bertempat di Hotel Intercontinental Jakarta Selatan.

Peserta terpilih ini merupakan alumni dari AIV Angkatan 2020 – 2022 dimana pembagiannya sebanyak 20 peserta dari angkatan 2020, 15 peserta dari Angkatan 2021 dan 5 peserta dari Angkatan 2022 salah satu peserta Ibu Rita Wati, S.Kom  guru Informatika SMP Negeri 2 Mendoyo yang mewakili Provinsi Bali. Workshop dimulai dari tanggal 6 diawali keberangkatan peserta dari daerah asal menuju Hotel Intercontinental untuk melakukan registrasi check in yang dilayani oleh Tim Sekretariat BSKAP Kemendikbudristek dilanjutkan pada keesokan hari  Senin s/d Rabu kegiatan diawali dengan Opening Ceremony, sharing best practice serta pembagian kelompok peserta workshop.



Dalam kegiatan workshop ini peserta mendapatkan training tentang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran dengan menggunakan  Halo AR, Ibis Paint,  Machine learning, pemanfaatan True-True kit yang langsung dibawa dari Korea serta pembelajaran Calligraphy Hangeul. Workshop berjalan sangat baik terlihat dari antusias seluruh peserta, trainer beserta panitia yang sudah bekerja sangat luar biasa. Pada hari kedua setelah pengisian materi workshop oleh Tim Korea dilanjutkan presentasi materi oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI, Bpk. Hafidz Muksin, S.Sos., M.Sos. mengenai pentingnya Bahasa Indonesia dan merawat Bahasa Daerah agar tidak punah karena hingga saat ini sebanyak 11 bahasa daerah telah punah karena sudah tidak ada lagi penutur aslinya.

Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing slogan Trigatra Bangun Bahasa merupakan slogan yang digaungkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI.

Acara ditutup dengan kegiatan Culture Experience kunjungan peserta AIV ke Museum Nasional melihat peninggalan-peninggalan berharga berupa arca, prasasti, perhiasan dan lainnya  yang menambah wawasan tentang benda-benda kuno dari nusantara. Kunjungan kedua ke Galeri Nasional dalam kunjungan ini peserta AIV diajak untuk menikmati Piknik 70 an peninggalan lukisan-lukisan pada era 70 an serta praktik pembuatan stempel dengan menggunakan karet penghapus.

Kunjungan terakhir memenuhi undangan Bpk. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI untuk melihat koleksi buku yang dapat diakses secara online melalui link https://budi.kemdikbud.go.id/.  Laman ini berisi Buku Digital (BuDI) yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Literasi (KKLP Literasi)  Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah menikmati kudapan makanan khas Indonesia, sate padang, bakso, siomay dan ice cream tradisonal.

Mengenal Machine Learning, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran dan mengenal budaya Korea melalui calligraphy Hangeun menambah pengetahuan dan pengalaman Bpk/ibu peserta workshop. Tentu saja workshop ini sangat bermanfaat bagi para peserta yang dapat didesiminasikan dan diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolahnya masing-masing. Materi workshop sangat relevan dengan Kurikulum  Merdeka dimana dengan pemanfaatan AI dan Machine Learning pembelajaran akan banyak berpusat kepada siswa. Semoga kerjasama antara Kementrian Pendidikan Korea dan Indonesia terus belanjut sehingga kegiatan workshop  dapat terlaksana pada tahun-tahun berikutnya.

 

By: Rita Wati

Continue reading ALCoB ICT Volunteer (AIV) 2023 Workshop Bersama Korean Teachers