Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan

30 Desember 2025

,

Guru Pejuang Digital di Balik Layar Berkarya Tanpa Batas Bersama ASUS AiO V400 Sebagai Workstation Ideal


Menjadi seorang guru di era transformasi teknologi bukan lagi semata tentang berdiri di depan kelas, melainkan tentang bagaimana tetap relevan ketika layar telah menjadi jendela utama ilmu pengetahuan. Di balik setiap materi kreatif dan pembelajaran interaktif yang dinikmati siswa, ada peran seorang Guru Pejuang Digital yang bekerja dalam senyap menyiapkan materi, mengelola data, sekaligus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang bergerak begitu cepat.

Dedikasi ini menuntut fokus tinggi, konsistensi, dan ruang kerja yang mendukung. Bagi saya, ruang kerja yang rapi dan estetik bukan sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan untuk menjaga produktivitas dan ketahanan mental. Dalam konteks inilah saya memandang ASUS V400 series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja yang memadukan efisiensi, performa, dan keindahan dalam satu meja kerja bagi guru pejuang digital di balik layar sebagai workstation ideal, sebuah representasi dari konsep berkarya tanpa batas.


Pejuang Digital Dibalik Layar

Sejatinya, di era teknologi saat ini, banyak guru telah menjadi pejuang digital di lingkungan kerjanya masing-masing. Saya sendiri mengawali perjalanan sebagai guru sejak tahun 2006, ketika mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masih belum banyak diminati. Kini, bidang tersebut berkembang menjadi Informatika dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA), menuntut kompetensi yang jauh lebih kompleks.

Pada masa-masa awal, hanya segelintir guru yang cakap teknologi. Akibatnya, saya sering diminta membantu rekan sejawat mulai dari mengoperasikan Ms. Word dan Excel, memasang LCD, mencetak dokumen, mengatasi virus, hingga memperbaiki printer yang bermasalah. Peran ini berkembang seiring waktu. Selain mengajar, saya juga dipercaya menangani administrasi sekolah, data siswa dan kepegawaian, hingga menjadi Operator Dapodik dan Kepala Laboratorium Komputer. Semua peran ini dijalani di balik layar, sering kali tanpa sorotan, namun sangat menentukan kelancaran ekosistem pendidikan di sekolah.

 

Belajar Teknologi Ditengah Keterbatasan

Saat mulai bertugas di SMP Negeri 2 Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali pada tahun 2010, kondisi laboratorium TIK masih sangat sederhana. Kabel semrawut, banyak perangkat rusak, dan ruang kerja yang jauh dari kata nyaman. Saat itu, saya membayangkan bagaimana sebuah ruang kerja yang rapi dan ringkas dapat mengubah cara guru bekerja dan belajar.

Dalam satu dekade terakhir, kondisi mulai membaik. Pemerintah menyalurkan bantuan komputer secara bertahap, termasuk melalui UNBK yang kini bertransformasi menjadi ANBK. Tahun 2025, fokus bantuan bergeser pada Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari digitalisasi pembelajaran. Hingga Desember, lebih dari 172.000 IFP telah disalurkan ke sekolah-sekolah, termasuk tempat saya mengajar.

Namun, dalam praktiknya, pemanfaatan IFP akan jauh lebih optimal jika didukung oleh PC yang selalu siap di tempat, bukan perangkat mobile yang berpindah-pindah. Di sinilah konsep All-in-One PC seperti ASUS AiO V400 menjadi relevan ringkas, estetik, dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Interactive Plat Fanel di ruang pertemuan sekolah (dokpri)


Terlebih IFP ini adalah fasilitas baru disekolah, sehingga masih banyak guru yang belum terlalu paham cara menggunakannya. Sebagai guru yang telah mendapatkan workshop pemanfaatan IFP kewajiban saya mendesiminasi dan mendampingi rekan guru di sekolah. Agar pemanfaatan IFP dapat berjalan maksimal saya menyarankan kepada Kepala Sekolah untuk menggunakan PC AiO 400 (V440/V470) series 
desain tipis, tidak memakan tempat dan selalu standby pada posisinya. Tidak lupa saya kirimkan tautan informasi produk https://www.asus.com/id/store/ dan Link Pembelian Asus Online Store sebagai bahan pertimbangan keputusan.


Guru Pejuang Digital Sebagai Konten Kreator Edukasi

Membaiknya fasilitas komputer di sekolah dengan difasilitasi internet saya pun mulai aktif membuat video pembelajaran yang diupload ke dalam channel youtube Cikgu Rita. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mempelajari materi yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya itu saya juga berbagi materi di blog. Ada tiga blog yang saya gunakan untuk sharing materi kepada siswa yaitu blog cikguritaritapinang dan catatangurumilenial.


Riset Adobe bertajuk Future of Creativity, satu dari empat orang saat ini menekuni profesi sebagai kreator konten, yang menunjukkan pesatnya pertumbuhan konten digital seiring meningkatnya penggunaan internet dan media sosial. Data dari GoodStats juga mencatat bahwa YouTube menjadi platform paling banyak diakses di Indonesia dengan sekitar 143 juta pengguna pada awal 2025. Tidak hanya konten hiburan, konten edukatif seperti tutorial dan informasi semakin diminati masyarakat.

Berdasarkan uraian tersebut, sudah selayaknya para pendidik turut mengikuti perkembangan zaman dengan berperan sebagai guru pejuang digital sebagai konten kreator, khususnya dalam menghadirkan konten edukatif yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif serta menjadi penyeimbang bagi maraknya konten digital yang belum terverifikasi dan hanya berorientasi pada sensasi. Arah transformasi pendidikan saat ini jelas mengacu pada digitalisasi, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah serta penerapan pembelajaran digital.

Dalam konteks ini, sebagai guru Informatika juga Koding Kecerdasan Artifisial (KKA), saya memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar untuk mendukung keberhasilan digitalisasi pembelajaran. Salah satu bentuk nyata yang saya lakukan adalah memproduksi konten edukasi, seperti video tutorial, materi pembelajaran Informatika dan Koding Kecerdasan Artifisial yang saya ampu, serta tulisan edukatif yang saya publikasikan melalui blog dan kanal YouTube.

Tampilan chanel youtube Cikgu Rita

 

Apresiasi Sebagai Guru Inspiratif

Perjalanan sebagai konten kreator edukasi dimulai sejak masa pandemi 2020, ketika pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan besar. Keterbatasan sinyal dan perangkat mendorong saya memindahkan materi ke blog dan YouTube agar tetap dapat diakses siswa.

Dari sana, lahirlah buku “25 Tutorial Tools Pembelajaran Daring dan Luring” dengan tujuan utama berbagi pengetahuan kepada rekan guru dan siswa mengenai 25 panduan penggunaan aplikasi pembelajaran yang mudah digunakan dan dapat diterapkan baik dalam pembelajaran online maupun offline.

Karya buku solo dan antologi (dokpri)


Disusul buku “Knowledge Management Mengintegrasikan Digital Tools dalam Rencana Pembelajaran” bersama Prof. Richardus Eko Indrajit serta karya fiksi  berupa cerpen, biografi dan antologi. Praktik Baik ini saya ikut sertakan dalam Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan dengan judul Tutorial Blog dan Literasi Blog dalam Mengatasi Learning Loss yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Upaya ini mendapat apresiasi sebagai Guru Inspiratif Terbaik tahun 2021, sebuah pengakuan yang menguatkan langkah saya untuk terus berbagi.

 

Penganugerahan guru inspiratif kemendikbud (dokpri)

Asus AiO V400 (V440/V470) Sebagai Workstation Ideal Guru Digital

Di balik semua aktivitas tersebut, kebutuhan akan workstation yang nyaman dan efisien menjadi semakin nyata. Layar laptop berukuran kecil sering kali membatasi ruang kerja, sementara PC desktop konvensional memakan tempat. Dalam konteks inilah ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470) Series saya pandang sebagai solusi ideal.

Ada 10 alasan PC ASUS All-in-One V400 (V440/V470) mendukung beragam aktivitas terutama bagi saya yang aktif dalam membuat konten edukasi, mengajar dan menjalani tugas sebagai Operator Sekolah.

1.  Didukung Layar Nano Edge, Vibrant dan Vivid Menjadikan Visual Tanpa Batas 

Sebagai guru Informatika dan koding kecerdasan artifisial yang aktif mengintegrasikan teknologi visual dalam pembelajaran, kualitas layar menjadi aspek penting dalam mendukung proses belajar mengajar maupun produksi konten edukasi. ASUS V400 All-in-One PC menghadirkan layar NanoEdge 3 dengan cakupan warna 100% sRGB dan 72% NTSC yang mampu menampilkan warna secara vibrant, vivid, dan realistis. Tampilan yang tajam dan kaya warna ini sangat membantu saya saat menjelaskan konsep pemrograman, visualisasi data, maupun materi kecerdasan artifisial yang membutuhkan ketelitian visual agar mudah dipahami oleh siswa.

Selain menunjang aktivitas kreatif, kualitas layar ASUS V400 AiO juga sangat membantu dalam tugas saya sebagai operator Dapodik yang menuntut ketelitian tinggi dalam pengolahan data yang sangat penting. Apabila terjadi kekeliruan maka akibatnya cukup fatal, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak cair, sertifikasi guru bisa tidak cair dan dana bantuan Program Indonesia Pintar untuk siswa juga tidak cair. Tidak hanya masalah data yang berkaitan dengan keuangan, keterkaitan administrasi juga sangat mempengaruhi jika terjadi kekeliruan pada data siswa misal siswa seharusnya berada di kelas 9 akan tetapi karena kesalahan input menjadi kelas 8. Hal ini dapat menyebabkan kendala siswa dalam proses kelulusan karena siswa dianggap masih di kelas 8.

Kekeliruan ini biasanya terjadi selain tidak fokus juga karena kelelahan mata PC ASUS V400 AiO menggunakan layar Nano Edge yang memiliki sudut pandang luas 178° dengan bezel tipis sehingga tampilan hampir tanpa batas dari tepi ke tepi, mencapai rasio layar ke tubuh hingga 93% . Dengan tampilan yang jernih dan warna yang konsisten dapat mengurangi kelelahan mata saat bekerja dalam waktu lama.


 2. Layar sentuh dan lapisan anti-silau serta disertifikasi oleh TÜV Rheinland

Sebagai guru pejuang digital yang banyak berinteraksi dengan komputer hingga lebih dari 9 jam per hari saya memerlukan PC yang aman bagi mata. Terlebih ketika saya sedang mengerjakan koding seperti pemrograman python. Ketelitian dan kejelian dalam menemukan syntax eror sangat diutamakan. Terkadang ketika lagi buntu dan tidak fokus syntax eror bisa diperbaiki hingga berjam-jam lamanya, sehingga saya butuh  PC yang aman bagi mata. Hasil dari googling saya menemukan  PC ASUS V400 AiO dengan layar sentuh 24 inci memiliki resolusi 1920x1080 yang dilengkapi dengan lapisan anti-silau dan telah disertifikasi oleh TÜV Rheinland emisi cahaya biru rendah. Hal ini dapat membantu mata agar tetap segar dan nyaman hingga berjam-jam lamanya.


3. Streamlined Beauty untuk Produktivitas  Digital

Sebagai guru yang bekerja di ruang kelas sekaligus ruang kerja digital, desain perangkat menjadi faktor penting dalam menunjang kenyamanan dan produktivitas. ASUS V400 All in One PC menghadirkan konsep streamlined beauty melalui estetika minimalis dengan desain ramping dan modern, sehingga sangat cocok ditempatkan di ruang guru, laboratorium komputer, maupun ruang kerja pribadi saat memproduksi konten edukasi. Tampilan yang bersih dan elegan menciptakan suasana kerja yang lebih fokus dan profesional, baik saat mengajar maupun saat mengelola administrasi sekolah. Dengan pengurangan tinggi bezel hingga 38% serta pengurangan ketebalan perangkat hingga 25%, ASUS V400 AiO hadir dalam bentuk yang lebih ringkas tanpa mengorbankan fleksibilitas.

4. Performa Tinggi untuk Multitasking

Sebagai guru dengan multitasking saya membutuhkan perangkat yang mampu bekerja cepat dan responsif dalam berbagai skenario didukung wifi 6E. ASUS V400 All in One PC yang ditenagai prosesor hingga Intel® Core™ i7-13620H, memori hingga 16 GB DDR5, serta SSD hingga 1 TB menghadirkan performa tinggi untuk menjalankan aplikasi pembelajaran, pemrograman, pengolahan data sekolah, hingga editing konten secara lancar. Kecepatan baca-tulis SSD yang tinggi memastikan waktu respons dan proses pembuatan aplikasi menjadi jauh lebih cepat, sehingga setiap tugas harian dapat diselesaikan secara efisien tanpa hambatan.


5. Port Lengkap, Aktivitas Tanpa Batas

Untuk menunjang berbagai aktivitas pembelajaran dan administrasi, saya membutuhkan perangkat dengan konektivitas cepat dan andal ASUS V400 All in One PC dilengkapi dengan port lengkap seperti USB 3.2 Gen 1 Type-A dan Type-C, HDMI-in dan HDMI-out, serta slot SD dan microSD, sehingga memudahkan saya menghubungkan berbagai periferal mulai dari flashdisk, kamera, hingga perangkat eksternal lainnya. Fitur HDMI-in memungkinkan saya menghubungkan ponsel, Interactive Flat Panel atau perangkat lain langsung ke layar besar ASUS V400 AiO, sangat membantu saat demonstrasi materi koding, presentasi kelas, maupun proses pembuatan dan peninjauan konten edukasi.  (IFP) Konektivitas yang cepat dan fleksibel ini memastikan setiap aktivitas berjalan lancar, efisien, dan tanpa hambatan.


 6.  Healing dengan Advanced and immersive sound

Intensitas yang cukup tinggi dengan komputer terkadang rasa jenuh datang secara tiba-tiba. Untuk mengatasi bad mood saya biasanya healing dengan menonton film atau memutar music favorit. ASUS All in One PC V400 Series (V440/V470) dirancang untuk memberikan pengalaman hiburan yang lebih imersif bagi penggunanya. Perangkat ini dibekali speaker stereo hi-fi dengan desain bass-reflex yang mampu menghasilkan suara lebih dalam dan bertenaga. 

Dukungan Dolby® Atmos semakin memperkaya kualitas audio, menghadirkan detail suara yang jernih sekaligus efek surround yang realistis. Kombinasi ini menjadikan ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) sebagai pilihan ideal bagi saya dalam menikmati musik, film, maupun konten hiburan lain dengan kualitas suara premium.

7. Audio Jernih Tanpa Gangguan dengan AI Noise-Canceling

Berkecimpung dalam dunia Pendidikan kualitas audio menjadi faktor penting dalam komunikasi. ASUS V400 All in One PC dibekali teknologi two way AI noise canceling audio yang memanfaatkan pembelajaran mesin untuk menyaring kebisingan, baik dari lingkungan sekitar (upstream) maupun dari lawan bicara (downstream). Teknologi ini memastikan suara tetap jernih dan fokus saat pembelajaran daring, rapat sekolah, pengelolaan administrasi, hingga proses perekaman video edukasi, meskipun berada di lingkungan yang kurang kondusif. Dengan audio yang bersih dan jelas, komunikasi menjadi lebih efektif, profesional, dan nyaman.


8. ASUS All in One PC V400 Series (V440/V470) Dilengkapi AI dan Fitur Pintar

Mengajar pelajaran yang selalu berinteraksi dengan komputer  sekaligus aktif berbagi konten edukasi, kehadiran perangkat yang mendukung produktivitas dan kualitas komunikasi menjadi kebutuhan utama. ASUS All in One PC V400 Series (V440/V470) menjawab kebutuhan tersebut dengan dukungan teknologi AI yang sangat relevan dengan dunia pendidikan digital saat ini. Kamera berbasis AI dengan fitur koreksi pencahayaan otomatis, pengaburan latar belakang, pelacakan tatapan mata, hingga filter penampilan sangat membantu saya saat merekam video pembelajaran, melakukan kelas daring, maupun webinar edukasi. Dengan fitur ini, tampilan tetap profesional tanpa perlu perangkat tambahan, sehingga saya bisa lebih fokus pada penyampaian materi koding dan AI kepada siswa.

Selain itu, teknologi AI Noise Cancellation yang disematkan ASUS menjadi nilai tambah signifikan dalam proses pembuatan konten edukasi. Saat merekam materi pembelajaran atau melakukan diskusi daring, suara tetap terdengar jernih meskipun berada di lingkungan sekolah atau rumah yang tidak selalu kondusif. Kombinasi fitur AI cerdas, kualitas audio yang imersif, dan desain all in one yang ringkas menjadikan ASUS All in One PC V400 Series sebagai perangkat serbaguna yang tidak hanya menunjang pembelajaran Informatika berbasis teknologi, tetapi juga mendukung konsistensi saya dalam menghadirkan konten edukasi digital yang berkualitas bagi siswa dan rekan pendidik.


9. ASUS V400 Series: Aman, Cerdas, dan Andal

Mendapatkan tugas tambahan yang mengurus Data Pokok Pendidikan Sekolah serta sebagai admin Ujian Sekolah, aspek keamanan perangkat menjadi hal yang tidak bisa ditawar.,ASUS All in One PC V400 Series (V440/V470) memberikan rasa aman dalam menjalankan berbagai peran digital melalui sistem keamanan yang komprehensif. Keberadaan kamera retractable yang dapat ditutup secara manual sangat membantu dalam menjaga privasi, terutama saat perangkat digunakan untuk pengolahan data sekolah atau sedang digunakan untuk pembelajaran daring dan pembuatan konten edukasi.

Dari sisi perlindungan data, dukungan chip TPM 2.0 menjadi fitur krusial bagi saya sebagai operator Dapodik yang sehari-hari berurusan dengan data sensitif siswa, guru, dan administrasi sekolah. Enkripsi dan sistem otentikasi yang kuat memastikan data tetap terlindungi dari risiko akses ilegal. Hal ini memberikan ketenangan saat mengolah, menyimpan, maupun melakukan sinkronisasi data penting yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional.



10. Visual Optimal 

Sebagai pendidik yang sering berkomunikasi secara daring, tampilan profesional dalam panggilan video menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Kamera AI ASUS pada ASUS V400 All in One PC memastikan kualitas visual tetap optimal saat konferensi virtual, baik untuk pembelajaran daring, rapat sekolah, maupun proses pembuatan konten edukasi. Dukungan fitur berbasis AI membantu menyesuaikan pencahayaan dan tampilan wajah secara otomatis, sehingga saya dapat fokus pada penyampaian materi tanpa khawatir dengan kualitas visual.



Penutup

Transformasi digital pendidikan tidak hanya berbicara tentang perangkat canggih, tetapi tentang bagaimana teknologi mampu memberdayakan guru untuk tetap fokus pada esensi mendidik. Bagi saya, ASUS AiO V400 merepresentasikan workstation ideal bagi Guru Pejuang Digital perangkat yang mendukung produktivitas, estetika, keamanan, dan kenyamanan dalam satu kesatuan.

Di balik layar, guru terus berkarya tanpa batas. Dengan ruang kerja yang tepat dan teknologi yang mendukung, dedikasi tersebut dapat terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan.

 

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “Asus AiO V400, The Most Aesthetic Workstation” yang diadakan oleh Travelerien.

 

Link Pendukung

https://www.asus.com/id/store/

https://www.asus.com/id/displays-desktops/all-in-one-pcs/asus-aio/asus-v400-aio-v440va/

https://shopee.co.id/product/260151737/29788423616?

https://www.tokopedia.com/protechcom/asus-aio-expertcenter-v440vak-i5-13420h-16gb-1tbgb-23-8-fhd-w11-ohs-m365b-1731605958291982240?utm_campaign=PDP-xo7pk90xoe3p-100571679562--10000&utm_source=salinlink&utm_medium=share

 

 




Continue reading Guru Pejuang Digital di Balik Layar Berkarya Tanpa Batas Bersama ASUS AiO V400 Sebagai Workstation Ideal

30 Juli 2025

,

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dengan Performa NPU 45+TOPS Akselerator Coding dan AI untuk Masa Depan Pembelajaran

   

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan, mengubah cara belajar, mengajar menjadi lebih efisien, interaktif, dan personal. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Dale Allen,  President & Co-Founder dari DXtera Institute.

“AI in education can only grow at the speed of trust”  Makna dari kalimat ini adalah bahwa kemajuan dan adopsi kecerdasan buatan (AI) di bidang pendidikan sangat bergantung pada seberapa besar kepercayaan yang diberikan oleh para pemangku kepentingan, seperti siswa, guru, orang tua, dan institusi pendidikan itu sendiri. Tanpa kepercayaan yang kuat terhadap keamanan, keadilan, keandalan, dan manfaat AI, penerapannya akan terhambat, bahkan jika teknologinya sudah sangat canggih.

Pada libur panjang bulan Juni lalu saya mendapat pesan WA dari Kepala Sekolah untuk mengikuti pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial atau yang dikenal dengan istilah AI atau KKA. Seluruh sekolah pada jenjang SD, SMP dan SMA yang mendapatkan dana BOS Kinerja diwajibkan mengutus guru untuk mengikuti pelatihan KKA dan Pembelajaran Mendalam.

Hadirnya KKA sebagai respon mempersiapkan tantangan global dalam meningkatkan literasi digital dan keterampilan abad 21 untuk murid di seluruh Indonesia. Sebagai guru Informatika saya harus siap mengajar KKA yang merupakan bagian dari mata pelajaran pilihan. Semester ganjil ini jam saya cukup padat, mengajar 32 jam perminggu dengan tambahan tugas operator Data Pokok Pendidikan Sekolah (Dapodik) dan memiliki hobi membuat konten pembelajaran  10 jam adalah waktu minimal screen time saya bersama laptop.

Masuknya KKA merupakan bagian dari transformasi serta percepatan digitalisasi dalam pendidikan. Untuk itu pemerintah melakukan percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran yang tertuang dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2025.


Pembelajaran Digital Era Baru Bersama Guru Konten Kreator

Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan digitalisasi di sekolah. Guru menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Hadirnya Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam pembelajaran sebagai salah satu cara percepatan digitalisasi dalam lingkungan pendidikan. Sebagai guru Informatika sudah menjadi keharusan memanfaatkan media digital dalam pembelajaran dan telah saya lakukan sejak 5 tahun belakangan ini. 

Dimulai pada saat pandemi yang ketika itu tujuannya hanya ingin memberikan materi pembelajaran kepada siswa agar dapat diakses kapan saja dan dimana saja yang dipublish ke dalam blog dan youtube. Perlahan-lahan tulisan dan video terus bertambah hingga saat ini ada ratusan video dan tulisan yang ada di blog dan channel youtube yang saya miliki. Sebagian besar konten yang saya buat mengenai materi pembelajaran, tutorial maupun tentang menulis. 

Salah satu video materi pembelajaran yang ada di chanel youtube cikgurita

Dalam membuat konten pembelajaran saya masih menggunakan laptop keluaran 5 tahun lalu. Makin kesini saya merasakan performa laptop semakin menurun. Untuk mengedit video sederhana saja perlu menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam begitu juga ketika render video. Belum lagi jika menggunakan AI dan bekerja secara multitasking dan membuka banyak aplikasi menyebabkan hanya loading di tempat jika di klik menyebabkan not responding.

Terkadang menghadapi kondisi tersebut sering menimbulkan bad mood. Awalnya semangat ingin membuat konten karena memiliki ide tapi menjadi kacau karena laptop yang lambat. Keadaan ini cukup mempengaruhi emosi saya yang awalnya ingin menyelesaikan tulisan tapi malah terganggu dengan masalah-masalah yang semestinya tidak terjadi.

Sebagai guru multitasking, belajar sambil mengajar tentu memerlukan laptop yang berkecepatan tinggi yang di support dengan kemampuan AI memadai. Saya pun mulai berselancar di dunia maya hingga menemukan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dengan NPU 45+TOPS. 


Apa itu NPU+TOPS?

NPU merupakan singkatan dari Neural Processing Unit yaitu prosesor khusus yang dirancang untuk mempercepat pemrosesan AI (Artificial Intelligence). ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) berbeda dengan laptop pada umumnya menggunakan CPU (Central Processing Unit) yang bertindak sebagai "otak" utama dan GPU (Graphics Processing Unit) yang fokus pada grafis. NPU didedikasikan untuk tugas-tugas AI salah satunya mengefisiensi pemrosesan AI karena NPU mampu memproses tugas-tugas AI lebih efisien dan cepat dibandingkan CPU atau GPU karena daya yang dikonsumsi lebih rendah dan kecepatan pemrosesan lebih tinggi.


Angka "45-TOPs" pada ASUS Zenbook S14 OLED menunjukkan performa NPU tersebut. TOPs (Tera Operations Per Second) adalah ukuran kecepatan komputasi untuk NPU. 1 TOP sama dengan satu triliun operasi per detik. Jadi, NPU 45-TOPs berarti NPU tersebut mampu melakukan 45 triliun operasi per detik, menunjukkan kemampuannya yang sangat tinggi dalam menjalankan beban kerja AI.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sangat cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern yang sudah mendukung teknologi AI. ASUS Zenbook S14 (UX5406SA) sudah diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz yang memiliki 8 core dan 8 thread. Prosesor tersebut dilengkapi dengan Intel® Arc™ Graphics serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS.


Bagaimana Keunggulan NPU?

Integrasi NPU seperti yang ada di ASUS Zenbook S14OLED membawa beberapa keunggulan yang cukup signifikan diantaranya:

Performa AI yang Lebih Cepat dan Efisien

NPU dirancang khusus untuk tugas AI, sehingga dapat menjalankan algoritma AI seperti pengenalan wajah, pemrosesan bahasa alami, efek video real-time (misalnya, background blur, eye contact correction), dan fitur Copilot + PC dengan jauh lebih cepat dan lancar dibandingkan jika tugas tersebut hanya mengandalkan CPU atau GPU. Aplikasi AI pada ASUS Zenbook S14 OLED dapat merespons secara instan tanpa lag.

Hemat Daya dan Baterai Lebih Tahan Lama

NPU sangat efisien dalam menangani beban kerja AI, sehingga mengkonsumsi daya yang jauh lebih sedikit dibandingkan CPU atau GPU untuk tugas yang sama. Dengan mengalihkan tugas-tugas AI ke NPU, beban kerja CPU dan GPU berkurang, yang secara signifikan memperpanjang masa pakai baterai laptop, sangat ideal untuk mobilitas tinggi.

Multitasking dan Produktivitas yang Lebih Baik

Dengan NPU yang menangani tugas-tugas AI di latar belakang, CPU dan GPU utama bebas untuk fokus pada tugas-tugas komputasi umum lainnya. Ini menghasilkan pengalaman multitasking yang lebih mulus dan responsive, bahkan melakukan video call dengan efek studio, mengedit foto/video dengan fitur AI, atau menggunakan asisten AI tanpa mengorbankan performa aplikasi lain.

Keamanan dan Privasi Lebih Terjamin

Banyak pemrosesan AI dapat dilakukan secara on-device (langsung di laptop) oleh NPU, mengurangi ketergantungan pada komputasi cloud. Ini berarti data tidak perlu dikirim ke server eksternal,  sehingga dapat meningkatkan privasi dan keamanan.


Belajar Coding & AI Jadi Lebih Powerful Dengan Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Koding adalah proses memberikan instruksi kepada komputer agar dapat menjalankan tugas tertentu. Instruksi ini ditulis dalam bentuk kode menggunakan bahasa pemrograman, seperti Python, JavaScript, atau PHP. Tanpa koding, komputer hanyalah perangkat kosong yang tidak dapat melakukan apa-apa. Sedangkan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial  (KA) adalah kemampuan sistem komputasi untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti belajar, berpikir, memecahkan masalah, memahami, dan mengambil keputusan.

Koding yang diajarkan pada jenjang SMP yaitu koding berbasis visual salah satunya menggunakan aplikasi scratch. Koding dalam aplikasi scratch dapat diintegrasi dengan alat robotik seperti TrueTrue dan Codewiz. Seperti yang telah saya ajarkan kepada siswa di sekolah. 

Pemanfaatan Robotik True True dan Codewiz yang terintegrasi dengan Koding (Dokpri)

Diseminasi Pemanfaatan Robotik True True dan Codewiz yang terintegrasi dengan Koding (Dokpri) 

Belajar Computer Science Bersama Dosen Harvard Antara Etika Akademik & Keunggulan Digital

Pengalaman saya tiga tahun silam tepatnya pada bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023 saya mendapatkan kesempatan mengikuti Digital Skill bagi guru yaitu belajar Computer Science CS50x Harvard University kerjasama Kemendkikbud ketika itu yang saat ini berubah menjadi Kemendikdasmen bersama Harvard University melalui beasiswa microcredential LPDP (Pendidikan Non Gelar) selama 6 bulan. 

Pengalaman selama 6 bulan ini tidak hanya belajar ilmu komputer, tetapi juga membuka mata saya bagaimana kecanggihan teknologi yang digunakan oleh Harvard dalam pendidikan salah satunya  pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Walaupun belajar secara full online dan semua tugas dikerjakan secara online sudah tidak diragukan lagi bagaimana kecanggihan mereka membangun sistem pendeteksi tugas. 

Jika tugas yang kita kerjakan meniru tugas teman, ataupun dikerjakan oleh AI, tidak perlu waktu lama AI bekerja mendeteksi siapa yang plagiat dan siapa yang meminta bantuan AI dalam menjawab tugas. Harvard dengan tegas mengeluarkan surat DO kepada peserta yang melanggar. Dan  selama 6 bulan itu tidak sedikit rekan kami menerima surat DO. Apapun alasan yang diberikan mereka sangat zero toleransi jika peserta melakukan plagiarisme. Dari situ saya memahami orang yang bijak menggunakan AI akan menjadi pemenang pada era society 5.0 ini. 

Dokumentasi kegiatan CS50x Harvard University (Dokpri)


Empat Alasan Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA) Mendukung Pembelajaran Coding dan AI


1. AI Membantu Guru Mengembangkan dan Personalisasi Soal

Hampir 20 tahun saya menjadi guru, salah satu tugas yang menyita waktu yaitu jika membuat soal harus menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Begitu sulitnya melakukan personalisasi soal secara manual sehingga tidak jarang saya membuat soal tampa melakukan diferensiasi pemahaman siswa. Asesmen pun dilakukan manual, dengan menggunakan kertas sehingga selesai ujian saya harus mengoreksi jawaban siswa satu per satu. Jenuh? Tentu. Melelahkan? Pasti. Namun segalanya berubah ketika teknologi AI hadir dalam dunia pendidikan.

Kini, dengan bantuan AI dan beraneka ragam platform asesmen online seperti Quizizz, Kahoot, Wordwall, dan lainnya saya bisa mengembangkan soal dengan lebih cepat, bervariasi, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Proses penilaian jadi lebih otomatis, hasil langsung terlihat, dan siswa pun terlibat dengan lebih antusias dan gembira.

asesmen dengan memanfaatkan word wall

2. AI Asesmen tools (Gradescope) Membantu Koreksi Tugas, Ujian secara Otomatis

Mengoreksi tugas atau ujian siswa adalah hal yang sering saya lakukan. Akan tetapi sebelum AI hadir saya masih jarang memberikan umpan balik secara personal. Seringnya disampaikan secara klasikal. Sebagai guru Mata Pelajaran yang mengajar 12 kelas dengan jumlah 380 siswa berapa banyak waktu dan tenaga yang harus saya persiapkan untuk memberikan penilaian beserta umpan baliknya jika dilakukan secara manual. Sangat jauh berbeda jika saya memanfaatkan Gradescope yaitu AI Assessment tools yang berfokus pada otomatisasi penilaian. Selain bisa menilai secara otomatis gradescope mampu mengelompokkan secara otomatis jawaban-jawaban yang serupa. Sehingga dengan mudah kita ketahui siapa saja siswa yang bekerjasama atau menyontek.

Written test (Dokpri)

3. Chat GPT, Gemini, Deepseek Membantu Guru Brainstorming Metode Pembelajaran yang Seru

Chat GPT atau AI Generatif lainnya sangat membantu saya dalam memberikan ide yang belum pernah terpikirkan. Hanya dengan mengetik  prompt yang kita berikan dalam beberapa saat Chat GPT akan memberikan jawaban yang cukup lengkap. Seperti contoh berikut ketika saya ingin merancang pembelajaran yang berkaitan dengan komputasional thinking seketika jawaban akan muncul sesuai dengan apa yang saya minta.

4. Ai Bantu membuat media pembelajara (ilustrasi, infografis, komik)

Membuat media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa tentu saja diperlukan guru yang kreatif, inovatif dan mampu menggunakan TIK dengan baik. Akan tetapi tidak semua guru  memiliki kemampuan IT yang mumpuni. Sebelum saya mengenal AI media pembelajaran yang saya buat sangat terbatas karena saat itu ketika saya ingin membuat media pembelajaran seperti ilustrasi, infografis atau komik saya harus mampu menggunakan aplikasi-aplikasi pendukung. Sebagai contoh saya menggunakan IbisPaint untuk membuat ilustrasi yang saya inginkan. Akan tetapi permasalahannya adalah waktu dan kejenuhan karena untuk membuat komik dari IbisPaint memerlukan ketekunan dan kesabaran sehingga media yang saya inginkan sulit terwujud. Semua berubah dengan kehadiran AI dengan waktu yang sangat singkat apa yang ingin saya buat bisa terbantu dengan AI.

 Prompt yang dijalankan pada gemini

Itulah empat alasan mengapa AI harus dimanfaat dalam pembelajaran dan akan lebih mudah terealisasi jika menggunakan Laptop AI Terbaik 2025 – ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) yaitu Laptop Kualitas Maksimal untuk Berbagai Kebutuhan. 


Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA) Laptop Ideal Untuk Belajar dan Mengajar

Dunia terus berubah terutama ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan masyarakat sehingga kurikulum harus mampu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan agar murid siap menghadapai tantangan global. Kurikulum bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sedangkan ASUS berupaya meningkatkan pengalaman bagi penggunanya. Seperti Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA) memiliki alasan mengapa menjadi salah satu laptop ideal dalam Belajar maupun Mengajar Coding dan AI.

Akselerasi AI yang Luar Biasa

Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+TOPS. Memiliki "otak" khusus yang sangat efisien dalam memproses operasi AI. Merupakan laptop pertama di Indonesia yang ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V.

Untuk coding AI, terutama dalam bidang deep learning dan machine learning, NPU ini akan mempercepat pelatihan model, inferensi, dan simulasi AI yang kompleks. Sehingga siswa dapat bereksperimen dengan model AI yang lebih besar dan kompleks tanpa khawatir performa ngedrop

Selain itu fitur-fitur Copilot+ PC akan berjalan sangat mulus berkat NPU ini, sangat membantu dalam menulis kode lebih cepat, merangkum dokumen teknis, dan lainnya. Tidak seperti ketika saya kuliah pada saat belajar pemrograman semua kode diketik secara manual, jika ada perintah yang kurang saja seperti titik atau koma menyebabkan syntax error

Efisiensi Daya Tinggi untuk Sesi Belajar Panjang

Salah satu keunggulan utama NPU adalah kemampuannya melakukan tugas AI dengan konsumsi daya yang jauh lebih rendah. Didukung baterai dengan kekuatan 72WHrs, 2S2P, 4-cell Li-ion. Saat menjalankan script AI dan bereksperimen dengan algoritma dan fitur AI harian sehingga bisa belajar coding dan AI berjam-jam tanpa perlu sering mencari colokan listrik.



Desain Mewah dan Tangguh Mobilitas Tinggi

Asus Zenbook S14 OLED terkenal dengan desainnya yang mewah dan tangguh dibuat menggunakan bahan khusus yaitu ASUS Ceraluminum™.   Memiliki dimensi 31.03 x 21.47 x 1.19 ~ 1.29 cm dengan berat hanya 1,2 kg sehingga cocok dibawa kemana-mana. Tak perlu lagi repot membawa dongle atau adaptor tambahan saat bepergian. ZenbookS 14 OLED dirancang dengan semua port penting yang berfungsi penuh, memastikan koneksi cepat dan mulus, bahkan, ada juga jack audio combo yang praktis.

Sangat mendukung guru, siswa maupun masyarakat yang sedang belajar coding  dan AI karena bisa dilakukan dimana saja baik di kafe, kampus, atau saat bepergian tanpa harus berada ditempat tertentu. 

Pengembangan AI On-Device (Lokal) yang Lebih Cepat dan Aman

Memiliki NPU yang kuat, banyak proses AI yang biasanya memerlukan cloud computing kini bisa dilakukan secara lokal di laptop karena didukung dengan media penyimpanan 1TB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 SSD dan memory 32GB LPDDR5X. Hal ini dapat membuat proses lebih cepat, tetapi juga meningkatkan privasi dan keamanan data. Bahkan bisa menguji model AI dengan data sensitif tanpa harus mengunggahnya ke server eksternal.


Layar OLED yang Mengagumkan untuk Visualisasi Data dan Audio Terbaik

Layar OLED 3K (2880 x 1800) 120Hz pada Zenbook S14 OLED sangat ideal untuk visualisasi data dan hasil model AI. Warna yang akurat, kontras yang tinggi, dan response time yang cepat membuat grafik, heatmap, dan output visual dari model AI terlihat sangat jelas dan detail, sangat membantu siswa untuk belajar, membuat konten, berkolaborasi online, atau mengakses informasi secara inheren dalam meningkatkan literasi digital. Layar OLED yang superior memungkinkan visualisasi data yang jelas, sementara performanya mendukung penggunaan berbagai aplikasi digital yang dibutuhkan untuk literasi digital yang komprehensif. 

Zenbook S 14 OLED (UX5406) ditenagai empat speaker yang tersertifikasi Harman Kardon dan didukung Dolby Atmos®. Dengan bodinya yang ramping, laptop ini menghadirkan suara yang kaya dan mendalam. ASUS berhasil mengoptimalkan sistem audionya sehingga menghasilkan suara berkualitas premium, memberikan pengalaman mendengarkan yang imersif untuk musik atau film favorit yang sedang diputar.


Multitasking Lancar untuk Developer

Saat belajar coding AI, besar kemungkinan akan membuka IDE (Integrated Development Environment) seperti VS Code atau PyCharm, browser dengan banyak tab untuk riset, terminal, dan mungkin juga aplikasi virtual machine. NPU akan mengambil alih beban kerja AI, membebaskan CPU dan GPU untuk menangani tugas-tugas coding dan multitasking lainnya dengan mulus.

Touchpad Luas dan Backlit Keyboard

Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini, touchpad-nya dibuat lebih besar, dan ukurannya disesuaikan dengan bentuk layar laptop ketika menggerakkan jari akan lebih nyaman selain itu  bisa melakukan gerakan seperti scroll dua jari atau zoom dengan mencubit, sehingga menjadi lebih gampang dan lebih leluasa saat mengontrol kursor.

Selain touchpad yang ditingkatkan, laptop ini juga dilengkapi dengan keyboard berlampu latar (backlit keyboard). Fitur ini sangat berguna saat berada di tempat yang minim cahaya atau bahkan gelap, seperti di kafe remang-remang, pesawat, atau kamar tidur di malam hari. Ketika dalam keadaan terdesak dengan kondisi lampu yang kurang memadai dapat melihat setiap huruf dan angka dengan jelas, sehingga mengetik jadi tetap akurat dan nyaman.



ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) Dilengkapi Copilot 

Fitur Copilot pada  ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan asisten AI bawaan pada windows 11 yang dapat membantu user dalam menyelesaikan tugas secara lebih cepat dan efisien baik menggunakan suara ataupun teks. Dengan menekan Copilot Key user dapat mengakses fitur sistem dan memberikan jawaban atau rekomendasi cerdas.

Pendinginan Canggih dan Keamanan Berlapis

Biar bodinya ramping dan premium, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406) memiliki sistem pendingin yang canggih. Ada vapor chamber ultra-tipis dan dua kipas IceBlade yang bikin laptop ini tetap dingin tanpa berisik. ASUS juga menggunakan desain ventilasi unik di atas keyboard agar aliran udaranya makin lancar, jadi sistem pendinginnya bisa bekerja di bawah 25dB. Hasilnya, Zenbook S14 OLED ini tetap nyaman dipakai. Ngoding, melatih AI, nonton, mengedit video berjam-jam tidak perlu khawatir lagi dan yang paling penting tidak berisik, jadi aman kalau kerja di kamar tidak mengganggu anak atau pasangan yang sedang tidur.

Selain itu, laptop ini juga super aman dengan Microsoft Pluton. Sebagai guru plus operator Zenbook S 14 OLED  sangat melindungi dari ancaman siber. Fitur seperti Windows Hello untuk login wajah cepat, Adaptive Lock yang otomatis mengunci layar . dan Adaptive Dimming yang meredupkan layar, semua ini menjaga privasi dan keamanan proyek coding dan AI. Gak kebayang kalau data Dapodik yang sudah saya kerjakan di otak atik sama cyber bisa gak cair sertifikasi guru.



Teknologi Hadir Antara Menerima Dengan Hati Atau Menolak Dengan Alasan

Masuknya Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam mata pelajaran menguatkan jika pembelajaran saat ini tidak terlepas dengan teknologi terutama komputer/laptop. Hadirnya teknologi  KA/ AI memiliki respon yang berbeda-beda yang terbagi menjadi 3 kelompok. 

Kelompok Technophobia yaitu kelompok yang cemas berlebihan terhadap teknologi termasuk AI. Sehingga mereka sangat menghindari alat-alat digital seperti komputer, gawai karena menganggap teknologi bisa menggantikan manusia secara negatif

Kelompok Digital Luddite yaitu kelompok yang bersikap kritis terhadap teknologi digital, bukan karena takut, tapi karena ideologi atau prinsip. Mereka menolak karena nilai-nilai tertentu seperti masalah privasi, kesetaraan ataupun humanisme. Kelompok ini bisa jadi sangat melek teknologi akan tetapi memilih tidak menggunakannya karena mempertanyakan etika dan dampak sosial dari teknologi.

Kelompok AI Enthusiast yaitu kelompok yang bersemangat, tertarik, dan cenderung mendukung pemanfaatan AI dalam berbagai aspek kehidupan dan terbuka terhadap eksperimen dan eksplorasi untuk menyelesaikan masalah.

Dari ketiga kategori tersebut awalnya saya berada pada posisi Digital Luddite yang selalu memikirkan dampak negatif dari penggunaan AI akan tetapi lambat laun ketika saya memanfaatkan AI dalam pembelajaran dan merasakan manfaatnya membuat saya semakin mantap  berada pada barisan AI Enthusiast. 

Terlebih lagi jika didukung Laptop ASUS Zenbook S14OLED (UX5406SA) dengan kemampuan NPU 45+TOPS  semakin produktif, semangat berkarya, mengerjakan tugas yang berkaitan dengan profesi saya sebagai guru dan sebagai konten kreator.  Bagi saya, kehadiran teknologi NPU 45+TOPS pemanfaatan AI dapat mengefisiensikan waktu dalam membuat konten pembelajaran sehingga terciptanya pembelajaran yang kreatif, efektif dan up to date.


Pertimbangkan Upgrade Laptop Dengan NPU 45+TOPS

Saat ini saya sedang mempertimbangkan untuk beralih ke laptop dengan NPU 45+ TOPS karena dengan aktivitas yang padat dan multitasking hingga 10 jam screen time perharinya. Dimana laptop yang saya gunakan kurang mendukung aktivitas yang saya lakukan karena batre yang tidak tahan lama hanya bertahan 2-3 jam sehingga mengganggu pekerjaan saya terlebih ketika sedang zoom lupa mencolokkan batre hingga keluar zoom padahal sedang menjadi narasumber. Zenbook S14 OLED (UX5406SA) memiliki kekuatan batre hingga 27 jam dengan kecepatan charging 60% dalam 49 menit ini menjadi salah satu alasan yang menjadi pertimbangan. 

Selain itu aktivitas saya sebagai guru yang mengajar Informatika, Koding dan Kecerdasan Artifisial, mengerjakan tugas Operator Sekolah serta membuat konten pembelajaran tentu saja sangat memerlukan aplikasi kreatif berbasis AI dengan kecepatan pemrosesan yang tinggi.  Melihat kelebihan yang dimiliki ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) saya yakin pekerjaan saya menjadi lebih cepat,  menghemat waktu,  tenaga karena lebih mudah dan cepat diselesaikan.


Sebagai perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia dengan visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif di dunia ASUS telah melakukan lebih dari yang disampaikan oleh Steve Jobs

You can't just ask customers what they want and then try to give that to them. By the time you build it, they'll want something new." 

“Anda tidak dapat hanya bertanya kepada pelanggan apa yang mereka inginkan dan kemudian mencoba memberikannya kepada mereka. Pada saat Anda membangun produknya, mereka akan menginginkan sesuatu yang baru.”

 


Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien.




Continue reading ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dengan Performa NPU 45+TOPS Akselerator Coding dan AI untuk Masa Depan Pembelajaran