24 Juli 2026

Mengikuti Workshop Cinta, Bangga, Paham Rupiah oleh Bank Indonesia Provinsi Bali

 


Siapa bilang edukasi keuangan dan kecintaan terhadap mata uang negara hanya tugas bank sentral? Di SMPN 2 Mendoyo, kami percaya bahwa menanamkan karakter Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah harus dimulai dari bangku sekolah, bahkan dari kebiasaan sehari-hari para siswa.

Senin, 6 Juli 2026 saya mendapat kesempatan berharga untuk mengikuti Workshop dan Review Kurikulum Dalam Rangka Integrasi Materi CBP Rupiah Pada Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di Sekolah Rintisan CBP Rupiah Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Bali.

Sebagai salah satu sekolah rintisan, SMPN 2 Mendoyo merasa terpanggil untuk tidak sekadar menjadikan CBP Rupiah sebagai slogan, melainkan menyatukannya ke dalam napas pembelajaran di sekolah melalui 4 Pilar Pendidikan.

Bagaimana kami mengintegrasikannya? Mari kita bedah satu per satu!

1. Intrakurikuler: Menyisipkan Nilai dalam Lintas Mata Pelajaran

Integrasi CBP Rupiah tidak harus membuat mata pelajaran baru. Kami menyelipkannya secara alami ke dalam Modul Ajar dan RPP di berbagai mata pelajaran:

  • IPS: Memahami peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa dan alat pemersatu ekonomi nasional.
  • Matematika: Mempelajari literasi keuangan, perhitungan transaksi, hingga konsep nilai tukar.
  • IPA: Mengedukasi aspek kebersihan, bahan pembuat uang, serta bagaimana menjaga uang agar tidak cepat rusak (efek kelestarian fisik uang).
  • Bahasa Indonesia: Melatih siswa membuat narasi, teks prosedur, atau persuasif bertema perlakuan terhadap Rupiah.

2. Kokurikuler: Menggema Lewat 7 KAIH & PUSAKA Spenduyo

Penguatan literasi keuangan dan CBP Rupiah kami wadahi secara rutin melalui kegiatan kokurikuler:

  • Kamis Literasi Keuangan: Setiap hari Kamis, siswa diajak mendalami cara mengelola uang saku, menabung, dan merawat uang secara cermat.
  • PUSAKA Spenduyo (Pusat Siaran Siswa Kreatif): Menggunakan media siaran sekolah untuk memutar konten edukatif, pesan moral, dan imbauan menjaga Rupiah yang diproduksi langsung oleh para siswa.

3. Ekstrakurikuler: Digitalisasi Gerakan Lewat Computer Club

Generasi Z dan Alpha adalah digital native. Oleh karena itu, gerakan CBP Rupiah di SMPN 2 Mendoyo juga diamplifikasi secara digital oleh anggota Computer Club Spenduyo.

Anak-anak dilatih untuk memproduksi konten kreatif—mulai dari video pendek edukatif hingga poster digital interaktif—yang kemudian diunggah di media sosial resmi sekolah. Edukasi jadi terasa seru, kekinian, dan menjangkau lebih banyak penonton!

4. Budaya Sekolah: Aksi Nyata Lewat Gerakan 5J

Perubahan perilaku terjadi jika pembiasaan dilakukan konsisten. Melalui aksi nyata 5J (Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi), kami membangun budaya sekolah dengan:

  • Pelantikan Duta CBP Rupiah Kelas: Para bendahara kelas resmi diangkat sebagai Duta CBP Rupiah untuk mengedukasi teman-temannya dalam merawat uang saku dan mengelola uang kas kelas.
  • Peran Aktif Petugas Kantin: Ibu/Bapak pengelola kantin bertindak sebagai pengingat etika bertransaksi—memastikan kembalian diterima dan disimpan dengan rapi.
  • Media Visual Edukatif: Pemasangan banner dan spanduk informasi di sudut-sudut strategis sekolah sebagai pengingat visual harian.

"Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten adalah kunci perubahan besar."

Mendidik generasi yang bijak secara finansial dan menghargai Rupiah sebagai kedaulatan bangsa bukanlah proses instan. Namun, bersama keluarga besar SMPN 2 Mendoyo, kami berkomitmen untuk terus bergerak, menginspirasi, dan mewujudkan generasi yang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah!

Bagaimana dengan sekolah Bapak/Ibu guru? Yuk, bagikan cerita atau ide integrasi CBP Rupiah di kolom komentar!

Salam Inovasi & Salam Edukasi,

 

0 comments:

Posting Komentar