Siapa bilang edukasi keuangan dan
kecintaan terhadap mata uang negara hanya tugas bank sentral? Di SMPN 2
Mendoyo, kami percaya bahwa menanamkan karakter Cinta, Bangga, dan Paham
(CBP) Rupiah harus dimulai dari bangku sekolah, bahkan dari kebiasaan
sehari-hari para siswa.
Senin, 6 Juli 2026 saya mendapat
kesempatan berharga untuk mengikuti Workshop dan Review Kurikulum Dalam
Rangka Integrasi Materi CBP Rupiah Pada Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di
Sekolah Rintisan CBP Rupiah Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan oleh
Bank Indonesia Provinsi Bali.
Sebagai salah satu sekolah rintisan,
SMPN 2 Mendoyo merasa terpanggil untuk tidak sekadar menjadikan CBP Rupiah
sebagai slogan, melainkan menyatukannya ke dalam napas pembelajaran di
sekolah melalui 4 Pilar Pendidikan.
Bagaimana kami mengintegrasikannya?
Mari kita bedah satu per satu!
1. Intrakurikuler: Menyisipkan Nilai
dalam Lintas Mata Pelajaran
Integrasi CBP Rupiah tidak harus
membuat mata pelajaran baru. Kami menyelipkannya secara alami ke dalam Modul
Ajar dan RPP di berbagai mata pelajaran:
- IPS: Memahami peran Rupiah sebagai
simbol kedaulatan bangsa dan alat pemersatu ekonomi nasional.
- Matematika: Mempelajari literasi keuangan,
perhitungan transaksi, hingga konsep nilai tukar.
- IPA: Mengedukasi aspek kebersihan,
bahan pembuat uang, serta bagaimana menjaga uang agar tidak cepat rusak
(efek kelestarian fisik uang).
- Bahasa
Indonesia:
Melatih siswa membuat narasi, teks prosedur, atau persuasif bertema
perlakuan terhadap Rupiah.
2. Kokurikuler: Menggema Lewat 7 KAIH
& PUSAKA Spenduyo
Penguatan literasi keuangan dan CBP
Rupiah kami wadahi secara rutin melalui kegiatan kokurikuler:
- Kamis
Literasi Keuangan: Setiap hari Kamis, siswa diajak mendalami cara mengelola uang saku,
menabung, dan merawat uang secara cermat.
- PUSAKA
Spenduyo (Pusat Siaran Siswa Kreatif): Menggunakan media siaran sekolah untuk memutar
konten edukatif, pesan moral, dan imbauan menjaga Rupiah yang diproduksi
langsung oleh para siswa.
3. Ekstrakurikuler: Digitalisasi
Gerakan Lewat Computer Club
Generasi Z dan Alpha adalah digital
native. Oleh karena itu, gerakan CBP Rupiah di SMPN 2 Mendoyo juga
diamplifikasi secara digital oleh anggota Computer Club Spenduyo.
Anak-anak dilatih untuk memproduksi
konten kreatif—mulai dari video pendek edukatif hingga poster digital
interaktif—yang kemudian diunggah di media sosial resmi sekolah. Edukasi jadi
terasa seru, kekinian, dan menjangkau lebih banyak penonton!
4. Budaya Sekolah: Aksi Nyata Lewat
Gerakan 5J
Perubahan perilaku terjadi jika
pembiasaan dilakukan konsisten. Melalui aksi nyata 5J (Jangan Dilipat,
Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi),
kami membangun budaya sekolah dengan:
- Pelantikan
Duta CBP Rupiah Kelas: Para bendahara kelas resmi diangkat sebagai Duta CBP Rupiah untuk
mengedukasi teman-temannya dalam merawat uang saku dan mengelola uang kas
kelas.
- Peran
Aktif Petugas Kantin: Ibu/Bapak pengelola kantin bertindak sebagai pengingat etika
bertransaksi—memastikan kembalian diterima dan disimpan dengan rapi.
- Media
Visual Edukatif:
Pemasangan banner dan spanduk informasi di sudut-sudut strategis sekolah
sebagai pengingat visual harian.
"Langkah kecil yang dilakukan
secara konsisten adalah kunci perubahan besar."
Mendidik generasi yang bijak secara
finansial dan menghargai Rupiah sebagai kedaulatan bangsa bukanlah proses
instan. Namun, bersama keluarga besar SMPN 2 Mendoyo, kami berkomitmen untuk
terus bergerak, menginspirasi, dan mewujudkan generasi yang Cinta, Bangga,
dan Paham Rupiah!
Bagaimana dengan sekolah Bapak/Ibu
guru? Yuk, bagikan cerita atau ide integrasi CBP Rupiah di kolom komentar!
Salam Inovasi & Salam Edukasi,
0 comments:
Posting Komentar