31 Mei 2026

Puncak Tirta, Kabut Tebal, dan Cerita yang Tertinggal di Balik Lensa



Selalu ada cerita magis yang tertinggal setiap kali kita melangkah keluar dari rutinitas ruang kelas demi mendampingi kreativitas anak didik. Beberapa hari lalu, sebuah perjalanan berharga kami ukir demi memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) SMPN 4 Negara. Kali ini, fokus dan energi kami curahkan sepenuhnya untuk mendukung salah satu siswi berbakat, Ristha, yang berjuang dalam ajang lomba pembuatan vlog yang mengambil tema Objek Wisata di Kabupaten Jembrana yang belum viral.

Sebagai pembimbing vlog, saya merasa sangat beruntung dikelilingi oleh tim "papan atas" yang luar biasa solid. Perjalanan kami menuju lokasi syuting ditemani oleh tim produksi yang andal: Bpk Andri bertindak sebagai cameraman utama dengan kejelian lensanya, didukung penuh oleh Bpk Agung sebagai asisten cameraman yang selalu sigap memastikan semua teknis aman. Tidak hanya itu, rombongan kami semakin hangat dan bersemangat karena didampingi langsung oleh Ibu Tutik selaku Waka Humas dan Ibu Intan yang tiada henti mengoordinasi segala keperluan kami.


Kabut Tebal dan Keajaiban di Puncak Tirta

Destinasi syuting yang kami tuju adalah salah satu permata tersembunyi di bumi Jembrana: Puncak Tirta yang memesona di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan. Begitu roda kendaraan kami berhenti dan kami melangkah keluar, pemandangan luar biasa langsung menyambut. Alih-alih langit cerah, Puncak Tirta justru sedang diselimuti oleh kabut tebal yang turun dengan begitu anggunnya. Hawa dingin yang menusuk tulang sempat membuat kami kedinginan tanpa mengenakan jaket.

Namun, dinginnya cuaca sama sekali tidak menyurutkan api semangat tim kecil ini. Di balik layar syuting yang penuh tantangan visual karena jarak pandang terbatas, kami menemukan kehangatan tersendiri. Di sela-sela jeda pengambilan gambar, kami duduk bersama menikmati secangkir teh hangat. Asap tipis yang mengepul dari cangkir, berpadu dengan gurauan jenaka dari Bu Intan dan Bu Tutik, justru menambah keseruan luar biasa yang membuat hawa dingin Puncak  berubah menjadi penuh kebersamaan yang akrab.

Siapa sangka, di tengah kabut tebal Puncak Tirta, sebuah kejutan manis menanti. Ristha berkesempatan berkenalan dan mengobrol langsung dengan seorang turis asal Prancis bernama Ana! Sebuah momen spontan yang luar biasa untuk melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasinya.

 


Lebih dari Sekadar Perlombaan

Hari itu, di bawah bayang-bayang kabut Puncak Tirta, kami belajar banyak hal. Lomba vlog ini bukan lagi sekadar kompetisi untuk mengejar piala. Bagi Ristha, ini adalah ruang kelas raksasa tempat ia belajar berani, melatih kemampuan berkomunikasi dan memupuk mental juara. Bagi kami para guru, ini adalah momen merajut kedekatan, tertawa bersama di balik dinginnya cuaca, dan menyaksikan langsung mekarnya potensi anak didik.

Terima kasih untuk kerja keras luar biasa tim syuting Puncak Tirta! Bpk Andri, Bpk Agung, Ibu Tutik, Ibu Intan, dan tentunya Ristha yang hebat. Apa pun hasil penilaian juri nanti, memori hangat ditemani secangkir teh di tengah kabut Puncak Tirta ini sudah menjadi kemenangan terindah bagi kita semua.

 



0 comments:

Posting Komentar