Halo
Sahabat Cikgu dan para pendidik hebat di seluruh Nusantara!
Semoga
semangat untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi senantiasa menyalakan
ruang-ruang kelas kita. Pada kesempatan kali ini, saya ingin mendokumentasikan
sekaligus membagikan pengalaman saat dipercaya menjadi Narasumber
Implementasi Digitalisasi Pembelajaran, dengan fokus materi Pengembangan
Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Aplikasi Lumi di SMP Firdaus.
Sebagai
guru di era transformatif ini, kita tentu menyadari bahwa menghadirkan
teknologi ke dalam kelas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan.
Namun, tantangannya adalah: bagaimana menjadikan teknologi tersebut
benar-benar mampu mengajak siswa aktif berpikir, terlibat, dan menikmati proses
belajar?
Salah
satu jawaban yang saya temukan dan bagikan pada kegiatan workshop kali ini
adalah memanfaatkan Lumi Education.
Mengapa
Memilih Lumi untuk Pembelajaran Interaktif?
Di
hadapan para rekan sejawat yang hadir, saya memaparkan mengapa Lumi
menjadi salah satu tool unggulan yang sangat direkomendasikan untuk
akselerasi digitalisasi sekolah:
- Berbasis H5P yang Kaya Fitur:
Lumi mengintegrasikan standar H5P yang memungkinkan kita membuat lebih
dari 40 jenis konten interaktif—mulai dari Interactive Video, Drag
and Drop, Flashcards, Branching Scenario, hingga Interactive
Presentation.
- Fleksibel (Offline & Online):
Ini adalah poin krusial! Aplikasi desktop Lumi dapat dijalankan secara offline
saat pembuatan materi. Konten yang dihasilkan juga bisa diekspor dalam
format HTML5 atau paket SCORM yang siap diintegrasikan ke Learning
Management System (LMS) sekolah, blog, maupun diakses langsung tanpa
koneksi internet yang kuat.
- Gratis dan Open Source:
Bebas biaya lisensi sehingga sangat ramah untuk diimplementasikan oleh
guru di berbagai jenjang dan daerah.

0 comments:
Posting Komentar