04 Februari 2025

, , , ,

Membuat Program Hello Interaktif dengan Scratch


 

Cara Membuat Program Hello Interaktif dengan Scratch

  1. Buka aplikasi Scratch di komputer Anda.
  2. Klik tombol "Events" (kejadian).
  3. Seret blok "when green flag clicked" (ketika bendera hijau diklik) ke area kerja.
  4. Klik tombol "Sensing" (pengindraan).
  5. Seret blok "ask [Siapa namamu?] and wait" (tanya [Siapa namamu?] dan tunggu) ke bawah blok "when green flag clicked".
  6. Klik tombol "Operators" (operator).
  7. Seret blok "join [halo] [world]" (gabung [halo] [dunia]) ke bawah blok "ask [Siapa namamu?] and wait".
  8. Klik tombol "Looks" (tampilan).
  9. Seret blok "say [Hello!] for (2) seconds" (katakan [Halo!] selama (2) detik) ke bawah blok "join [halo] [world]".
  10. Ubah teks "[halo]" menjadi "Halo,".
  11. Ubah teks "[world]" menjadi "answer" (jawaban).
  12. Klik bendera hijau untuk menjalankan program.

 


Continue reading Membuat Program Hello Interaktif dengan Scratch

03 Februari 2025

, , , ,

Belajar Coding Part 1 Pengenalan Aplikasi Scratch Coding School

 


Apa itu Scratch?

Scratch adalah bahasa pemrograman visual yang memudahkan siapa saja, terutama anak-anak dan pemula, untuk belajar dasar-dasar pemrograman. Dengan antarmuka yang menarik dan penggunaan blok-blok kode yang mudah diseret dan tempel, Scratch memungkinkan pengguna membuat animasi, permainan, cerita interaktif, dan proyek kreatif lainnya tanpa harus menulis kode yang rumit.

Menu-menu pada Scratch dan Fungsinya

Saat membuka aplikasi Scratch, Anda akan melihat beberapa bagian utama dengan fungsi masing-masing:

  1. Stage (Panggung): Ini adalah area utama tempat animasi, permainan, atau proyek interaktif Anda ditampilkan dan dijalankan.
  2. Sprite (Karakter): Sprite adalah objek atau karakter yang ada di panggung. Anda dapat menambahkan berbagai sprite, mengubah tampilan mereka, dan memprogram mereka untuk bergerak, berbicara, atau berinteraksi satu sama lain.
  3. Blocks Palette (Palet Blok): Di sinilah Anda akan menemukan berbagai macam blok kode yang dikelompokkan berdasarkan kategori. Blok-blok ini adalah perintah yang dapat Anda gunakan untuk mengendalikan sprite dan membuat proyek Anda.
  4. Scripts Area (Area Skrip): Ini adalah tempat Anda menyusun blok-blok kode menjadi urutan perintah yang disebut skrip. Skrip ini akan menentukan apa yang dilakukan sprite atau bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan mereka.


Kategori Blok dan Fungsinya:

  • Motion (Gerakan): Blok-blok ini digunakan untuk mengendalikan pergerakan sprite, seperti berjalan, berputar, melompat, atau berpindah ke posisi tertentu.
  • Looks (Tampilan): Blok-blok ini memungkinkan Anda mengubah tampilan sprite, seperti mengubah kostum, ukuran, efek visual, atau menampilkan teks.
  • Sound (Suara): Blok-blok ini digunakan untuk menambahkan suara atau musik ke proyek Anda, serta mengendalikan volume dan efek suara.
  • Events (Kejadian): Blok-blok ini digunakan untuk menentukan kapan skrip harus dijalankan, misalnya ketika tombol tertentu ditekan, sprite diklik, atau pesan diterima.
  • Control (Kontrol): Blok-blok ini memungkinkan Anda mengendalikan alur program, seperti pengulangan, percabangan (kondisi), atau menunggu.
  • Sensing (Penginderaan): Blok-blok ini digunakan untuk mendeteksi interaksi antara sprite, seperti sentuhan, jarak, atau warna.
  • Operators (Operator): Blok-blok ini berisi operator matematika dan logika yang dapat Anda gunakan untuk memanipulasi angka atau nilai dalam skrip Anda.
  • Variables (Variabel): Blok-blok ini memungkinkan Anda membuat variabel untuk menyimpan dan mengubah nilai selama program dijalankan.

Cara Menggunakan Scratch

  1. Pilih Sprite: Pilih sprite yang ingin Anda gunakan dari pustaka yang tersedia atau buat sprite sendiri.
  2. Susun Blok: Seret dan tempel blok-blok kode dari palet blok ke area skrip untuk membuat urutan perintah.
  3. Uji Coba: Klik tombol bendera hijau untuk menjalankan proyek Anda dan melihat hasilnya di panggung.
  4. Eksperimen: Cobalah berbagai kombinasi blok kode untuk menciptakan efek dan interaksi yang berbeda.

 


Continue reading Belajar Coding Part 1 Pengenalan Aplikasi Scratch Coding School

31 Januari 2025

,

Surat Edaran Pembelajaran di Bulan Ramadhan



SURAT EDARAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, DAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 2 TAHUN 2025 NOMOR 2 TAHUN 2025 NOMOR 400. 1 ls2O ISJ TENTANG PEMBELAJARAN DI BULAN RAMADAN TAHUN 1446 HIJRIAH/ 2025 MASEHI


Latar Belakang

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 menyebutkan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil presiden Gibran Rakabuming Raka mengamanatkan usaha memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, terampil, dan memiliki jiwa sosial dan cinta tanah air dan bangsa.

Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang didalamnya umat islam diperintahkan untuk menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya seperti tadarus Alquran, salat tarawih, bersedekah dan kajian agama. Pada saat yang sama, kegiatan pendidikan juga penting untuk tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar dan memenuhi capaian pembelajaran. Setelah bulan Ramadan berakhir, pada tanggal 1 Syawal umat Islam melaksanakan ibadah Idulfitri dan merayakan bersama keluarga dan masyarakat. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki tradisi mudik dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan.

Sehubungan dengan hal tersebut, perlu diterbitkan surat edaran bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri, untuk umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah Ramadan dengan khusymk, merayakan ibadah dan tradisi hari raya Idulfitri, dan tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sebaik- baiknya.

Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Surat Edaran Bersama ini dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan, guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan/atau pihak terkait dalam rangka pembelajaran di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaanselama bulan Ramadan.

b. Tujuan

Surat Edaran Bersama ini bertujuan agar pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota men5rusun dan menetapkan rencana pembelajaran3-

c. Dasar Hukum

a.      Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

b.       Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun2024 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;

c.       Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

d.      Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;

e.      Peraturan Presiden Nomor 149 Tahun 2024 tentang Kementerian Dalam Negeri;

f.        Peraturan Presiden Nomor 152 Tah.ur, 2024 tentang Kementerian Agama;

g.      Peraturan Presiden Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;dan

h.      Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Isi Surat Edaran Bersama Pembelajaran di bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah 12025 Masehi sesuai dengan kalender pemerintah tentang awal Ramadan, Idulfitri, dan cuti bersama/libur Idulfitri yang dilaksanakan di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan diatur sebagai berikut.

i.        Tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.

j.        Tanggal 6 sampai dengan tanggal 25 Maret 2025, kegiatanpembelajaran dilaksanakan di sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. Selain kegiatan pembelajaran, selama bulan Ramadan diharapkan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama, antara lain:

 

1) bagi peserta didik yang beragama Islam dianjurkan melaksanakan kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.

2l bagi peserta didik yang beragama selain Islam, dianjurkan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing. Tanggal 26,27, dan 28 Maret serta tanggal 2,3,4,7, dan 8 April2025, merupakan libur bersama Idulfitri bagi sekolah/madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. Selama libur ldulfitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan kembali pada tanggal 9 April 2025.

Peran pemerintah daerah:

1) menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani oleh sekolah.

2) menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan. Peran kantor wilayah Kementerian Agama provinsi/ kantor Kementerian Agama kabupaten/ kota:

1) menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.

2l Menyelaraskan waktu peiaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah/ satuan pendidikan keagamaan selama bulan Ramadan.

Peran orang tua/wali:

1) orang tua/wali membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah.

2l memantau peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri.

 

Continue reading Surat Edaran Pembelajaran di Bulan Ramadhan

27 Januari 2025

Mendidik Anak di Era Digital


 




“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”.

-Ali bin Abi Thalib-

Hari ini Minggu, 26 Januari 2025 kembali lagi saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi materi Strategi Mengasuh dan Mendidik Anak di Era Digital pada pengajian Ibu-Ibu Ad Dakwah Lingkungan Ketugtug

Tema parenting sangatlah menarik untuk di bahas terlebih pada era digitalisasi saat ini . Mengasuh mendidik anak di era digital tidaklah mudah.  Tantangan terbesar kadang datang dr orang tua sendiri memberi screen time kepada anak dengan alasan hiburan, merangsang motorik hingga karena tidak bisa menemani anak.

 

Anjuran yang terdapat dari modul 7 Kebiasaan baik anak Indonesia hebat orang tua perlu menerapkan prinsip 3S (Screen time mengajarkan anak berapa lama dan cara mengatur ketika menggunakan gadget, Screen Break melakukan jeda ketika anak beraktivitas dengan gawai dengan cara  bermain, berinteraksi dan Screen zone   yaitu bebaskan gadget pada 3 ruangan : ruang tidur, ruang makan dan kamar mandi)

 

Sebagai catatan penting waktu penggunaan TV, Laptop, gadget bagi anak usia 0-2 tahun adalah 0 jam , 2-5 tahun 1 jam  per hari 6 tahun ke atas 2-3 jam perhari dengan konten edukatif bimbingan orang tua

Continue reading Mendidik Anak di Era Digital

23 Januari 2025

,

Webinar Mengajar Dengan Hati, Berinovasi Tiada Henti



Hari ini Cikgu berkesempatan menjadi salah satu narasumber utama dalam webinar nasional yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-10 Komunitas Guru TIK dan Informatika PGRI (KOGTIK) bekerjasama dengan Penerbit Andi. Webinar bergengsi ini mengangkat tema “Mengajar dengan Hati, Berinovasi Tiada Henti” dengan  menghadirkan Ketua Dewan Eksekutif APKS PGRI Dr. Sumardiansyah P, M.Pd, Sekretaris Jenderal KOGTIK, Bapak Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd., Agustinus Subardana, MM, selaku DIrektur Penerbit Andi, Eko Adi Saputro, M.Kom dan Ibu Maria Magdalena, S.Kom  yang  dilasanakan secara virtual.

Cikgu merasa sangat terhormat dapat diundang sebagai narasumber dalam acara sebesar ini. Ini adalah kesempatan bagi cikgu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang berbagi praktik baik hingga menjadi guru berprestasi yang Cikgu raih selama 4 tahun belakangan ini.

Webinar HUT KOGTIK ke-10 ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para guru untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

 



Continue reading Webinar Mengajar Dengan Hati, Berinovasi Tiada Henti

14 Januari 2025

,

Strategi Mengasuh dan Mendidik Anak di Era Digital



Tanggal 4 Januari 2025 menjadi hari yang cukup berkesan bagi saya. Untuk pertama kalinya, saya mendapat undangan untuk menjadi narasumber dalam acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jembrana. Tema yang diangkat, "Strategi Mengasuh dan Mendidik Anak di Era Digital", cukup menarik perhatian saya.

Namun, di balik rasa senang, ada juga sedikit keraguan yang menghantui. Tema ini terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi para orang tua saat ini. Bagaimana tidak? Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat kita semua, termasuk saya, kerap merasa kebingungan dalam mengarahkan anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Setelah beberapa kali pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran ini. Saya merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, sekaligus belajar dari para peserta lainnya.

Era digital adalah periode dalam sejarah manusia di mana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah secara mendasar cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Tandai dengan pesatnya perkembangan komputer, internet, dan perangkat pintar, era digital telah membawa kita ke dunia yang terhubung secara global dan serba instan.

Pengasuhan atau parenting adalah proses membimbing, mendidik, dan merawat anak sejak lahir hingga dewasa. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh dengan kasih sayang, kesabaran, dan pembelajaran. Tujuan utama pengasuhan adalah membantu anak tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan bahagia.

 

Strategi mengasuh dan mendidik anak di era digital yaitu:

Menjadi contoh yang baik dengan cara:

Gunakan gadget secara bijak: Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Batasi penggunaan gadget saat bersama keluarga dan lakukan aktivitas lain yang lebih produktif.

Etika online: Ajarkan anak tentang etika berinternet, seperti tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau menghina orang lain.

 

2. Atur Waktu Layar

  • Batasi waktu penggunaan gadget: Tetapkan waktu yang jelas untuk penggunaan gadget dan pastikan anak mematuhinya.
  • Buat jadwal: Buat jadwal yang seimbang antara waktu bermain gadget, belajar, dan aktivitas fisik.
  • Bebaskan waktu tanpa gadget: Ciptakan waktu khusus untuk keluarga tanpa gangguan gadget, seperti makan malam bersama atau bermain di luar.

Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Dengan semakin berkembangnya teknologi, orang tua dihadapkan pada tantangan baru dalam mengasuh anak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Paparan konten negatif: Anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten yang tidak sesuai usia.
  • Kecanduan gadget: Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan anak.
  • Privasi dan keamanan data: Melindungi privasi anak di dunia digital.

 

 

 


Continue reading Strategi Mengasuh dan Mendidik Anak di Era Digital

28 Desember 2024

, , ,

Mengekspresikan Diri Yang Baik Di Media Sosial

 


Assalamualaikum wr wb, selamat siang, salam Sejahtera, salam bahagia untuk Bpk/ibu hebat  di seluruh Indonesia yang telah bergabung di group GMLD

Apa kabar Bpk/ibu semua sebelum dimulai saya ingin berpantun terlebih dahulu, Bpk/ibu bisa bilang cakep di dalam hati J

Ngobrol santai, sambil belajar

Di grup WA yang asyik ini.

Ilmu bertambah, relasi pun melebar

Ayo ekspresikan diri di sosmed semoga menginspirasi

 

WA berbunyi, grup pelatihan memanggil

Ilmu baru siap kita gali.

Mari kita ekspresikan diri di media sosial

Jaringan semakin erat, ilmu bersemi.

 

Bpk/ibu saya Rita Wati.  Guru Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo Kab. Jembrana Provinsi Bali. Hari ini saya mendapatkan kehormatan kembali dari Om Jay  dan team GMLD yang telah mengundang saya untuk menjadi narasumber.

 

Saya sempat melihat nama-nama Bpk/ibu yang bergabung di group GMLD , sebagian besar adalah guru-guru saya dalam Kelas Belajar Menulis Nusantara seperti: Om Jay, Pak. Dedi, Bunda Kanjeng dan lainnya.

Selain itu juga ada sahabat saya sudah  sering Mengekspresikan Diri Yang Baik Di Media Sosial. Baik itu dalam bentuk video di youtube dan tulisan di blog. Bahkan ada yang kontennya menjadi tranding topic.

Siang ini mohon izin untuk berbagi materi tentang *Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial*

Senin kemarin saya mendapat undangan dari Om Jay untuk menjadi pemateri pada GMLD ini dengan tema Keterampilan Digital Untuk Masa Depan yang Cerah. Saya sempat mempersiapkan materi tersebut kemarin saya konfirmasi ternyata Om Jay salah ketik seharusnya *Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial* wah saya jadi tertantang. Tema ini terlihat simple tapi difficult.J

Saya yakin Bpk/ibu di group ini sudah sangat sering mengekspresikan diri di sosmednya masing-masing bahkan followersnya sudah banyak.

 

Bpk/ibu yang saya hormati dan saya kagumi, salah satu indikator yang mengantarkan saya menjadi guru inspiratif  Kemendikbud tahun 2021 bisa jadi karena saya ‘mengekspresikan diri di media sosial’ karena pada saat itu saya mengangkat Praktik baik dengan judul *Literasi blog dan Tutorial Youtube dalam Mengatasi Learning Loss*. Saya yakin jika saya tidak mengekspresikan Keterampilan Digital saya lewat tulisan di blog dan youtube tentu saja kecil harapan saya bisa menjadi peserta terbaik guru inspiratif jenjang SMP ketika itu.

Bpk/ibu yang ingin berkenalan dengan saya, kegiatan apa saja yang sering saya lakukan bisa mengunjungi . https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html

 

Bpk/ibu kita lihat bersama di era serba Digital ini hampir semua kalangan banyak mengekspresikan dirinya di media sosial.  Banyak diantara mereka mendapatkan penghasilan karena berhasil menjadi konten creator. Dan tidak sedikit pula yang berurusan dengan hukum karena konten yang menyangkut, Pencemaran nama baik, SARA dan hal lainnya yang melanggar hukum.

Akhir-akhir ini ada yang viral guru ASN yang resign karena ‘merasa lingkungannya yang toxic’ (kasus ini ada pro dan kontra dari netizen) dan yang terbaru Guru yang mengekspresikan kekecewaan terhadap tulisan siswa yang tidak bisa dibaca hingga menyalahkan guru pada jenjang SD.

Bpk/ibu yang Budiman mengekspresikan diri di media sosial ibarat berakting di panggung virtual. Kita adalah individu yang mencari perhatian dan validasi dari orang lain. Kita lihat bersama ratusan atau ribuan yang berteman dengan kita di sosmed memiliki aneka ragam dalam mengekspresikan postingannya. Ada  yang memposting tentang kegiatan sehari-harinya, ada yang mengekspresikan di sosmed tentang hobinya, tentang masalahnya, tentang perasannya dan lainnya.

Sebelum saya lanjut kalau Bpk/ibu sering poasting  tentnag apa pada sosmednya?

 

Bpk/ibu sebelum kita mengekspresikan diri pada sosial media ada baiknya kita ketahui *Landasan Hukum tentang Etika Bermedia Sosial*

UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memuat beberapa pasal yang mengatur tentang etika bermedia sosial. Pasal-pasal tersebut, antara lain:

  • Pasal 27 ayat (3): Larangan menyebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.
  • Pasal 28 ayat (2): Larangan menyebarkan ujaran kebencian.
  • Pasal 32 ayat (1): Larangan mencemarkan nama baik orang lain.

UU ITE mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai media, baik saat melakukan transaksi, pemanfaatan informasi maupun mengekspresikan diri pada sosmed. Maka dari itu kita harus bijak bermedia sosial dengan cara:

1. Menggunakan media sosial sesuai dengan kebutuhan.
2. Menjaga sikap dan etika dalam berinteraksi dengan pengguna lain.
3. Menyaring informasi yang didapat.
4. Menghindari akun-akun provokatif, dan terakhir
5. Memaksimalkan manfaat penggunaan media sosial.

 

Bpk/ibu pada dasarnya ada lima hal yang harus kita perhatikan ketika akan berekspresi disosial media yang dikenal dengan “THINK” yang merupakan akronim dari is it True?, is it Helpful?, is it Inspiring?, is it Necessary?, and is it kind?.

is it True?  (Apakah informasi yang kita sampaikan benar)

is it Helpful? (Apakah informasi yang kita sharing dapat membantu pembacanya)

is it Inspiring?, (Apakah informasi yang kita sharing dapat menginspirasi)

is it Necessary? (Apakah informasi yang kita sharing itu diperlukan)

is it kind? (Apakah informasi yang kita sharing itu baik/ bermanfaat)

Jika Bpk/ibu menggunakan metode THINK dalam mengekspresikan diri di Sosmed, Insyaallah konten Bpk/ibu akan memiliki value dan berkualitas.

Selain bijak dalam bermedia sosial kita juga harus menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab. Caranya bagaimana?

  • Bersikap sopan dan santun dalam berkomunikasi. Hindari penggunaan bahasa yang kasar dan menyinggung.
  • Menghormati privasi orang lain. Jangan menyebarkan informasi pribadi orang lain tanpa persetujuan mereka.
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Selalu cek kebenaran informasi sebelum membagikannya.
  • Berfikir kritis sebelum membagikan konten. Pertimbangkan dampak konten yang Anda bagikan kepada orang lain.
  • Laporkan konten yang tidak pantas. Jika Anda menemukan konten yang melanggar etika, laporkan kepada platform media sosial terkait.

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan sosial media, yaitu:

    1. Menjaga norma dan etika dalam menggunakan sosial media.
    2. Menggunakan tutur kata yang baik dalam memberikan tanggapan atau komentar.
    3. Menghindari penyebaran konten SARA, aksi kekerasan, serta pornografi.
    4. Membagikan informasi yang terpercaya, akurat, dan bermanfaat.
    5. Menyaring dan memilah informasi yang didapatkan dari berbagai sumber.
    6. Menjadikan sosial media sebagai media untuk berkarya.
    7. Membangun relasi dan komunikasi yang sehat.

Namun, dalam bersosial media juga hendaknya kita tidak melakukan beberapa hal. Hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dalam bersosmed yaitu:

    1. Menyebarkan berita bohong yang dapat memicu konflik
    2. Memberikan komentar negatif kepada orang lain
    3. Menyebarkan konten ilegal yang melanggar hukum
    4. Mengunggah hal-hal yang sifatnya terlalu pribadi karena jejak digital akan selalu ada
    5. Mudah percaya dengan orang yang ditemui di sosial media
    6. Curhat masalah pribadi secara berlebihan (privasi)

 

Mengapa Etika Bermedia Sosial Penting?

Etika bagaikan fondasi yang membangun interaksi positif di dunia maya. Dengan menerapkan etika, kita dapat:

  • Menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman: Menghormati privasi, menghindari ujaran kebencian, dan menyebarkan informasi yang benar akan menciptakan lingkungan online yang kondusif bagi semua.
  • Melindungi diri dari bahaya: Etika dapat membantu mencegah cyberbullying, pelecehan online, dan penipuan.
  • Meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi: Berkomunikasi dengan sopan dan santun, serta menghargai pendapat orang lain akan membangun pertukaran informasi yang lebih positif dan produktif.

Berikut beberapa platform media sosial populer yang bisa Bpk/ibu ekspresikan diri :

  • Instagram: Cocok untuk berbagi foto dan video pendek.
  • TikTok: Platform video pendek yang sangat populer.
  • YouTube: Ideal untuk membuat konten video yang lebih panjang.
  • Twitter: Untuk berbagi pemikiran dan mengikuti tren.
  • Facebook: Platform yang serbaguna, bisa digunakan untuk berbagai tujuan.

 

Mengekspresikan diri di media sosial memang menyenangkan, tapi juga penting untuk melakukannya dengan bijak. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:

1. Temukan Identitas Dirimu:

  • Passion dan minat: Apa yang paling kamu suka dan ingin bagikan? Bisa berupa hobi, minat, atau pandangan hidup.
  • Gaya pribadi: Bagaimana cara kamu ingin terlihat di mata orang lain? Apakah kamu ingin terlihat lucu, inspiratif, atau informatif?
  • Nilai-nilai: Apa yang kamu percaya dan ingin promosikan? Nilai-nilai ini akan menjadi panduan dalam membuat konten.

2. Pilih Platform yang Tepat:

  • Sesuaikan dengan target audiens: Setiap platform memiliki pengguna dengan minat yang berbeda.
  • Perhatikan jenis konten: Apakah kamu lebih suka berbagi foto, video, tulisan, atau kombinasi semuanya?

3. Buat Konten yang Menarik:

  • Otentik: Jadilah diri sendiri dan jangan takut untuk unik.
  • Bernilai: Tawarkan sesuatu yang bermanfaat atau menghibur bagi pengikutmu.
  • Visual yang menarik: Gunakan foto dan video berkualitas baik.
  • Tulisan yang jelas dan ringkas: Sampaikan pesanmu dengan efektif.
  • Gunakan hashtag yang relevan: Ini akan membantu orang lain menemukan kontenmu.

4. Berinteraksi dengan Pengikut

  • Balas komentar: Tunjukkan bahwa kamu menghargai pendapat mereka.
  • Follow akun lain: Bangun koneksi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
  • Ikuti tren: Bergabunglah dalam percakapan yang sedang populer.

5. Jaga Etika

  • Hormati orang lain: Hindari komentar yang kasar, menyinggung, atau diskriminatif.
  • Jangan menyebarkan hoaks: Pastikan informasi yang kamu bagikan akurat.
  • Lindungi privasi: Jangan terlalu banyak membagikan informasi pribadi.

Contoh Konten:

  • Jika  suka memasak: Bagikan resep, tips memasak, atau foto makanan yang menarik.
  • Jika suka menulis: Buat blog atau tulis puisi pendek.
  • Jika suka traveling: Bagikan cerita perjalanan dan foto-foto destinasi wisata.
  • Jika  suka menggambar: Posting karya seni kamu.

Tips:

  • Konsisten: Posting secara teratur agar pengikutmu tetap tertarik.
  • Jangan terlalu fokus pada jumlah pengikut: Kualitas interaksi lebih penting.
  • Ambil jeda: Jangan terlalu sering online, berikan waktu untuk diri sendiri.

Bpk/ibu mengekspresikan diri di media sosial adalah tentang menemukan suara unik kita dalam berbagi . Yang terpenting adalah tetap menjadi diri sendiri, patuhi aturan ITE, gunakan THINK dan nikmati prosesnya.

Demikian sharing materi dari saya jika ada kekhilafan mohon maaf yang sebesar-besarnya

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, Semoga bermanfaat untuk masa depan.

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Referensi

https://pedulisosial.ukm.undip.ac.id/index.php/2022/10/22/bijak-bersosmed-sosial-media-bak-pisau-bermata-dua/

https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/tanjungredeb/id/data-publikasi/artikel/3114-tips-bijak-menggunakan-media-sosial.html

https://wijayalabs.com/2022/11/30/mengekspresikan-diri-yang-baik-di-media-sosial-2/

https://diskominfo.sukoharjokab.go.id/berita/menavigasi-dunia-maya-dengan-etika-menjadi-pengguna-media-sosial-yang-bertanggung-jawab-1

 

Continue reading Mengekspresikan Diri Yang Baik Di Media Sosial