22 Mei 2026

Catatan dari Meja Juri Menulis Cerita FLS3N SD Tingkat Kabupaten Jembrana

 



Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) selalu menjadi panggung yang dinantikan bagi talenta-talenta muda di seluruh Indonesia. Tahun ini, saya mendapatkan kehormatan luar biasa untuk terlibat langsung dalam perhelatan tersebut, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari tim penilai untuk cabang lomba Menulis Cerita Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Jembrana.

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh jajaran panitia yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan berharga ini kepada saya. Menjadi saksi lahirnya karya-karya literasi dari anak-anak hebat di Jembrana adalah sebuah pengalaman yang sangat mengesankan.

Kehormatan Bersanding dengan Tokoh Inspiratif

Pengalaman menduduki kursi dewan juri kali ini terasa kian spesial. Sebuah kehormatan besar bagi saya bisa disandingkan dengan sosok luar biasa, Om Nanok. Berbagi ruang diskusi dan menyamakan persepsi nilai dengan beliau memberikan sudut pandang baru yang sangat kaya dalam melihat sebuah karya tulis anak. Diskusi-diskusi hangat di meja juri menjadi ruang belajar yang selaiknya saya syukuri.

Seleksi Kabupaten dengan Atmosfer Nasional

Satu hal yang patut diacungi jempol dari gelaran FLS3N Tingkat Kabupaten Jembrana tahun ini adalah kualitas penyelenggaraannya. Dedikasi dan profesionalisme panitia pelaksana benar-benar di luar ragu. Pengalaman jam terbang para panitia yang sudah sering "berseliweran" menyukseskan event hingga ke tingkat nasional, membawa dampak yang sangat positif.

Mulai dari manajemen acara, ketegasan regulasi, hingga objektivitas jalannya lomba, semuanya dikemas dengan sangat rapi. Tidak berlebihan rasanya jika saya katakan bahwa seleksi Tingkat Kabupaten Jembrana kali ini memiliki atmosfer dan "rasa" yang setara dengan kompetisi Tingkat Nasional. Standar tinggi yang diterapkan ini tentu memaksa para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.



Harapan untuk Masa Depan Literasi Bali

Membaca lembar demi lembar cerita yang ditulis oleh para peserta memberikan optimisme baru bagi masa depan literasi kita. Imajinasi yang polos, jujur, namun sarat akan pesan moral khas anak-anak berhasil dituangkan dengan begitu apik oleh para peserta.

Namun, kompetisi tetaplah kompetisi. Dari sekian banyak karya hebat, harus dipilih yang terbaik untuk melangkah ke babak berikutnya. Kepada para peserta terpilih yang akan menjadi delegasi Bumi Makepung, selamat berjuang!

Semoga langkah kalian dimudahkan untuk mewakili Provinsi Bali di panggung tertinggi. Harapan besar kita bersama, karya dari Jembrana tidak hanya sekadar bertandang, tetapi mampu menembus jajaran terbaik dan keluar sebagai juara di Tingkat Nasional.

Mari terus dukung anak-anak kita untuk berani bermimpi dan menuliskan cerita mereka kepada dunia!

 

0 comments:

Posting Komentar