05 Juli 2024

,

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara



Salam Guru Penggerak

Halo Bapak/ibu guru hebat perkenalkanlah saya Rita Wati Calon Guru Penggerak Angkatan 11 tempat tugas di SMP Negeri 2 Mendoyo Kab.Jembrana. Provinsi Bali. Pada kesempatan ini

saya akan mencerita refleksi tentang kegiatan pembelajaran Daring yang telah dilakukan pada Modul 1.1 Tentang Filosofi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (1. Fact; 2. Feeling; 3. Findings; dan 4. Future). Model ini diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (1. Peristiwa; 2. Perasaan; 3. Pembelajaran; dan 4. Penerapan).

Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.

Seperti apakah refleksi yang bermakna itu?

  • Kegiatan berefleksi dapat diibaratkan seperti bercermin di air. Pantulan baru dapat terlihat jelas jika permukaan air tenang dan jernih. Ketika kondisi hati masih berkecamuk, sebaiknya kita menunggu dan mengendapkan pengalaman agar dapat berefleksi dengan mendalam.  
  • Refleksi perlu beranjak dari sekadar menuliskan kembali materi/pengetahuan yang sudah didapat. Lebih dari itu, materi tersebut perlu dikaitkan dengan proses yang terjadi dalam diri. Misalnya, apa yang membuat materi tersebut membekas di pikiran saya? Apa peristiwa dalam hidup saya yang berhubungan dengannya? Apa kaitan materi ini dengan diri saya sebagai seorang penggerak? Bagaimana saya akan menggunakan materi ini untuk murid saya?
  • Refleksi adalah momen untuk berdialog dengan diri sendiri dalam memaknai peristiwa. Karena itu, ceritakanlah pengalaman dan pemikiran yang ANDA sendiri alami. Bukan apa yang dialami, dipikirkan, atau dikatakan oleh orang lain.
  • Refleksi bermakna adalah refleksi yang jujur dan mendalam. Tidak hanya pengalaman dan pemikiran positif yang bisa ditulis. Kuncinya, sertakan emosi dalam menuliskan refleksi. Roda emosi Plutchik pada di bawah ini memberikan gambaran betapa kayanya perasaan yang manusia rasakan.  

Berikut ini jurnal refleksi lengkap saya

Facts (Peristiwa)

Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 resmi dilaksanakan pada 13 Juni 2024. Acara ini diadakan secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube Ditjen GTK Kemdikbudristek. Pembukaan ini menandai dimulainya perjalanan baru bagi 32.279 calon guru penggerak dari seluruh Indonesia​.

 

Tujuan dari program ini adalah untuk menghasilkan pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan ekosistem pendidikan dan menerapkan prinsip Merdeka Belajar. Para guru penggerak diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan pendidikan mereka masing-masing

 

Saya mengikuti pembukaan ini melalui chanel youtube, setelah dibuka secara resmi kami CGP Angkatan 11 untuk wilayah Bali mengikuti zoom meet Bersama BGP Bali. Sehari sebelum dibuka secara resmi kami CGP mengikuti zoom meet pada tanggal 12 yang diselenggarakan oleh BGP Bali untuk menjelaskan secara teknis mengenai LMS yang akan digunakan  CGP selama mengikuti Program Guru Penggerak.

 

Tanggal 16 Juni 2024 Lokakarya Orientasi dimulai. Pada lokakarrya ini seluruh peserta CGP dan Kepala Sekolah diundang dalam rangka pembukaan dan orientasi yang dilaksankan secara tatap muka di SMP Negeri 1 Negara. Dalan kegiatan lokakarya ini Kepala Sekolah diberi kesempatan untuk mengikuti kelas orientasi mendampingi CGP nya masing-masing.

Lokakarya orientasi ini memiliki sejumlah manfaat penting, terutama bagi kami yang baru mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Dua manfaat yang dapat saya simpulkan dalam kegiatan lokakarya ini yaitu:

1. Pemahaman mendalam tentang PGP baik itu visi misi dari PGP dan memberikan Gambaran apa saja yang akan dilakukan CGP selama mengikuti Pendidikan

2. Meningkatkan pengetahuan tentang metode pembelajaran inovatif, kepemimpinan pendidikan, dan teknik manajemen kelas.

 

Selesai mengikuti lokakarya orientasi kita memulai kegiatan di LMS dengan mengupload Pakta Integritas dan melakukan pre test. Kemudian pada tanggal 19 kegiatan di mengerjakan tugas  Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang terdiri dari mulai dari diri sendiri , Forum diskusi, Ruang Kolaborasi, Demosntrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata diakhiri dengan penutup.

   

Feeling (Perasaan)

 

Awal mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ini saya merasa ragu melihat jadwal yang sangat padat dan tugas yang bertaburan membuat saya underestimate terhadap kegiatan PGP ini apakah bisa di lalui, Ditambah tugas tambahan saya sebagai Operator Sekolah dan menjadi Pengurus Organisasi Kemasyarakatan membuat saya seamkin ragu. Akan tetapi setelah dua minggu mengikuti beberapa kegiatan Pendidikan Guru Penggerak,  semua diluar prediksi yang saya pikirkan kegiatan cukup menyenangkan, karena di pandu dengan Fasilitator yang sangat luar biasa membimbing dan menyemangati serta rekan-rekan PGP yang saling take and give, saling support antara satu dengan lainnya.

 

Findings (Pembelajaran)

 

Dari Pembelajaran Modul 1.1  tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara  dari Program Guru Penggerak ini memberikan  pembelajaran penting yang dapat  saya terapkan dalam pembelajaran. Tiga filosopi Ki Hajar Dewantara akan saya implementasikan secara optimal. Filosipi pertama Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan. Saya akan berupaya memberi teladan yang baik bagi siswa saya dengan memberi teladan dalam disiplin waktu, tidak melanggar peraturan, bertutur kata sopan. Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah, seorang pendidik harus memberi semangat dan inspirasi. Dalam hal ini saya akan berupaya untuk selalu memberi semangat kepada siswa dengan cara melakukan pendekatan holistic dan Tut Wuri Handayani: Di belakang, seorang pendidik harus memberikan dorongan dan kebebasan untuk mandiri.


Dari 2 minggu ini saya memahami bahwa Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat. Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Ki Hadjar Dewantara mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam di lahan yang telah disediakan. Dalam proses “menuntun” anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai “pamong” dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang “Pamong” dapat memberikan “tuntunan” agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

 
Future (Penerapan)

 

Dengan pembelajaran selama 2 minggu ini saya ingin merealisasikan dalam proses pembelajaran saya di kelas dengan :

1.      Menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid

2.      Pembangunan Budi Pekerti dan berfokus pada proses bukan hasil.

3.      Pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman

4.      Pembelajaran yang Merdeka dan menyenangkan

5.      Guru bersifat Among, sesuai semboyan atau Trilogi Ki Hadjar Dewantara




 

 

Continue reading Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

02 Juli 2024

,

Eksplorasi Konsep - Modul 1.2

 


Pada kegiatan Eksplorasi Konsep - Modul 1.2 ini, Calon Guru Penggerak mempelajari secara mandiri BAGAIMANA MANUSIA TERGERAK , B. BAGAIMANA MANUSIA MERDEKA BERGERAK, C. BAGAIMANA MENGGERAKKAN MANUSIA: MENUNTUN KEKUATAN KODRAT MANUSIA

tujuan pembelajaran dari modul ini yaitu:

  1. CGP mengetahui hubungan antara emosi, cara kerja otak, kebutuhan dasar manusia, daya untuk memilih, motivasi intrinsik, dan struktur sistemik lingkungan dalam pembentukan nilai-nilai dalam diri seseorang
  2. CGP menjelaskan makna Profil Pelajar Pancasila dalam transformasi pendidikan.
  3. CGP menjelaskan makna nilai-nilai yang perlu dikembangkan guru penggerak.
  4. CGP menjelaskan makna peran guru penggerak dalam transformasi pendidikan.
  5. CGP mengetahui bahwa keteladanan dan sistem pembiasaan yang konsisten di suatu lingkungan mempengaruhi penumbuhan nilai-nilai dalam diri seseorang.
  6. CGP mengelaborasi makna pemimpin pembelajaran di sekolahnya masing-masing

 

Tugas A

Setelah menyimak video dan bacaan mengenai bagaimana manusia tergerak, silakan jawab pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana Bapak/Ibu memahami cara kerja otak, 5 kebutuhan dasar manusia, tahap tumbuh-kembang anak berserta pengaruhnya pada pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai hidup manusia? Mengapa demikian?
  2. Menurut Bapak/Ibu nilai-nilai apa yang perlu dikuatkan sebagai guru penggerak? Mengapa demikian?

 

Tugas B

Setelah menyimak materi mengenai bagaimana manusia merdeka bergerak, silakan jawab pertanyaan berikut:

  1. Manakah dari nilai-nilai Guru Penggerak yang dikuatkan setelah Bapak/Ibu memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik?
  2. Tindakan spesifik apa yang dapat dilakukan untuk menguatkan diri Bapak/Ibu sendiri untuk memberdayakan murid dalam memilih jalan kodratnya sekaligus menguatkan tumbuhnya motivasi intrinsik mereka dalam mengejawantahkan Profil Pelajar Pancasila?

Tugas C

Setelah menyimak materi mengenai bagaimana menggerakkan manusia, silakan jawab pertanyaan berikut:

  1. Apa kaitan antara diagram identitas gunung es dengan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila pada murid dan transformasi pendidikan? 
  2. Apa konsekuensi logis dari diagram identitas gunung es pada peran saya sebagai Guru Penggerak dalam transformasi pendidikan?

 

Continue reading Eksplorasi Konsep - Modul 1.2
,

Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

 

Koneksi Antar Materi Modul 1.1

Tujuan pembelajaran dari  Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1 ini adalah agar  Peserta mampu membuat kesimpulan dan refleksi pengetahuan dan pengalaman baru yang dipelajari dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Pada fase ini CGP diajak untuk meninjau ulang keseluruhan materi dari Pembelajaran 1 hingga Pembelajaran 6 dan membuat sebuah koneksi antar materi yang sudah  dipelajari. 

Pertanyaan pemantik dalam membuat kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai berikut:

  1. Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari modul 1.1?
  2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 
  3. Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?

 

Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1 saya buat dalam bentuk video

 


 

 


Continue reading Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1
,

Mulai dari diri - Modul 1.2

Diagram trapesium usia cikgurita

 

Tugas 1. Refleksi

Jika Bapak/Ibu sudah membuat diagram trapesium usia ini, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?

-          Peristiwa positif yang saya tuliskan mengenai guru yang perhatian dan menyenangkan

Pada Usia 15 tahun saya memiliki guru matematika yang perhatian dan memiliki metode mengajar yang menyenangkan, sehingga saya menjadi fokus dan mudah memahami materi yang dijelaskan, padahal sebelumnya saya selalu khawatir dengan pelajaran matematika. akan tetapi berkat guru tsb saya memperoleh nilai rapor 9 dan selalu  mengapresiasi dengan mengatakan anak baik yang pintar.

-          Peristiwa negative yang saya tuliskan mengenai guru yang tidak seportif. Pada Usia 17 tahun saya ditunjuk guru Bhs Inggris yang mengajar dijurusan Sekretaris untuk mengikuti lomba debat Bhs Inggris tingkat Kabupaten sedangkan yang melatih pada saat latihan guru senior Bhs Inggris yang mengajar di jurusan Pariwisata. Selama lomba saya di tempatkan di second team. Hasil lomba team saya mendapat juara 3 dan team yang dijagokan tidak menang. Lama saya menunggu sertifikat juara hingga saya tanyakan kepada teman satu team jika mereka semua sudah mendapatkannya setelah itu saya mengetahui jika sertifikat saya diberikan kepada salah satu teman yang berada di team yang diunggulkan akan tetapi tidak menang.

 

  1. Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang?

-          Untuk peristiwa positive emosi yang saya rasakan sangat senang, kata-kata positif yang keluar dari guru membangkitkan semangat belajar saya dari yang biasa saja hingga mampu memahami materi yang sering saya katakana sulit ketika itu.

-          Sedangkan untuk peristiwa negative emosi yang saya rasakan hingga sekarang kecewa, mengapa guru saya melakukan itu. Sebagai guru seharusnya seportif tidak melakukan hal-hal yang dapat mengecewakan siswa.

  1. Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

-          Momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat mempengaruhi saya di masa sekarang karena ada emosi kuat dan membekas diingatan yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. Dari hal positif mempengaruhi saya ketika mengajar saya akan teringat bagaimana saya senang dengan guru yang care dan selalu memberi reward walaupun dalam bentuk verbal. Sehingga dari pengalaman tersebut dapat saya terapkan kepada siswa. Begitu juga dengan hal negative yang membuat saya sebagai siswa sangat kecewa sehingga saya akan menanamkan prinsip suportivitas dan berlaku adil  kepada siswa saya dengan tidak membeda-bedakan mereka.

  1. Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

-          Pelajaran hidup yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi saya menyadari bahwa peristiwa-peristiwa baik positif dan negative ketika duduk dibangku sekolah itu akan sulit dilupakan dan selalalu membekas di hati hingga kapanpun. Bahkan peristiwa itu akan dieritakan kepada anak atau orang-orang disekitarnya. Berdasarkan pengalaman tersebut kita sebagai guru hanya memiliki 2 pilihan apakah kita ingin diingat siswa dari sisi positif atau negative.

  1. Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

-          Saya meyakini guru memiliki peran yang sangat penting terhadap murid, maka dari itu sebaiknya sebagai guru harus mampu mengikuti filosopi KHD yang dapat memberi teladan, memberi motivasi, semangat  dan mendorong agar murid mendapatkan pembelajaran yang bermakna.

 

Tugas 2. Nilai dan peran guru penggerak menurut saya

  1. Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

-          Nilai-nilai dalam diri saya yang membantu menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah yang pertama kepedulian, peduli terhadap siswa, rekan guru dengan memiliki sikap peduli maka akan timbul rasa empati, rasa kasih sayang sehingga siswa dan guru akan senang berada di lingkungan sekolah.

-  Yang kedua ketekunan menunjukkan kegigihan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Ketekunan ini memberi contoh kepada murid tentang pentingnya tidak mudah menyerah.

- Bersedia menerima masukan dan ide-ide baru. Keterbukaan ini mendorong kolaborasi dan inovasi dalam pendidikan.

-     Memiliki prinsip yang kuat dan berpegang teguh pada nilai-nilai moral. Integritas menunjukkan konsistensi dalam tindakan dan keputusan Anda.

 

2.      Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

-          Peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru dan komunitas adalah keteladanan dan inovas. Saya sering mengadopsi dan mengimplementasikan metode pengajaran baru dan teknologi pendidikan untuk meningkatkan pengalaman belajar murid. Seperti yang pernah saya berikan kepada siswa yaitu pemanfaatan aplikasi Ibispaint dalam menemukan bakat melukis digital siswa. Pengalaman ini tidak hanya saya bagikan ke siswa tapi juga didesiminasikan ke rekan guru.

-          Kedua yang saya lakukan memberi dukungan emosional dan profesional kepada rekan kerja untuk meningkatkan lingkungan kerja yang positif.

 

 


Continue reading Mulai dari diri - Modul 1.2

28 Juni 2024

,

Eksplorasi Konsep - Modul 1.1

 


Dalam kegiatan eksplorasi konsep ini kami mempelajari dan memahami secara mandiri Pendidikan pada zaman kolonial, perjalanan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sejak pembentukan Perguruan Taman Siswa hingga pemikiran-pemikiran KHD tentang bagaimana menjadi manusia merdeka.  

Kegiatan ini bertujuan agar peserta

  1. Memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) mengenai tujuan dan asas pendidikan;
  2. Menganalisis konsep-konsep pemikiran KHD berdasarkan pengalaman pembelajaran yang berpihak pada murid.

Materi yang disajikan dalam bentuk menyimak video dan membaca 3 (tiga) tulisan KHD, kemudian peserta diarahkan untuk menjawab pertanyaan serta membuat sebuah rekaman audio berdurasi 1 hingga 3 menit (maksimum 3 menit) yang memberikan ilustrasi diri Anda sebagai “Pembelajar Merdeka” yang dapat menginternalisasi semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. 

Hasil eksplorasi konsep modul 1.1 saya tuangkan sebagai berikut

Continue reading Eksplorasi Konsep - Modul 1.1
,

Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1

 

Pada kegiatan Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1 peserta ditugaskan untuk mendesain sebuah strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - ‘Pendidikan yang Berpihak pada Murid’ - dalam sebuah karya (video pendek, komik, lagu, puisi, dll) dan mempublikasikan sebagai wujud pemahaman, pemaknaan dan penghayatan yang peserta praktekkan dari pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara.  Karya ini menjadi sebuah demonstrasi kontekstual bagaimana pemikiran Ki Hadjar Dewantara dikembangkan dan diterapkan di kelas dan sekolah asal peserta.

Dalam Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1 saya membuat infografis tentang Nilai- Nilai Budaya Dalam Pendidikan Holistik. Ki Hajar Dewantara (KHD) adalah tokoh pendidikan Indonesia yang sangat terkenal dengan konsep pendidikan holistiknya. Pendidikan holistik menurut Ki Hajar Dewantara melibatkan pengembangan seluruh aspek kehidupan anak didik, termasuk fisik, mental, dan spiritual. Berikut adalah beberapa prinsip utama pendidikan holistik menurut KHD:

  1. Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya peran tiga pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat
  2. Konsep yang melibatkan pendidikan budi pekerti, kecerdasan, dan keterampilan. Pendidikan harus mengembangkan aspek moral, intelektual, dan praktikal dari setiap individu.
  3. Prinsip ini menekankan bahwa pendidik harus berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan, bukan sebagai pemaksa
Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1 Rita Wati


Continue reading Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1
,

Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 - Presentasi


Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 -  Presentasi. Pada kegiatan web meeting ini, Fasilitator memfasilitasi peserta untuk mempresentasikan hasil menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya, dan memberikan umpan balik terhadap hasil diskusi yang dipresentasikan oleh kelompok lain. Kegiatan presentasi imi berlangsung pada tanggal 21 Maret 2024 pukul 15.00 s/d 17.15.

Dalam kegiatan presentasi imi kelompok kami berbagi peran ada yang bertugas sebagai moderator, presenter, penanya, menjawab pertanyaan, pemberi tanggapan dan notulis. Masing-masing kelompok diberi waktu 40 menit dalam kegiatan presentasi hasil menemukenali nilai-nilai lihur kearifan budaya yang terdapat pada modul 1.1.

Kegiatan ditutup dengan oleh fasilitator dengan memberikan pertanyaan penguatan yang ditanggapi oleh peserta pada link yang telah disediakan.



Continue reading Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 - Presentasi