29 Juli 2026

,

Empat Hari Menempa Diri Untuk Penguatan Kapasitasnya Fasilitator Daerah Provinsi Bali

 


Ada energi hangat yang membakar semangat ketika langkah kaki melangkah masuk ke Ballroom Hotel Harris Sunset Road, Bali, pada pertengahan Juli lalu. Tepatnya pada tanggal 15 hingga 18 Juli 2026, suasana ruangan ber-AC dingin itu seketika terasa hangat oleh antusiasme puluhan pendidik dari berbagai penjuru Pulau Dewata.

Hari itu, saya berkesempatan hadir dan berproses bersama dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Fasilitator Daerah (Fasda) Provinsi Bali. Sebuah ruang perjumpaan yang tidak biasa, karena di sanalah para "Pejuang Digital"—berisikan perwakilan Guru, Kepala Sekolah, hingga Pengawas Sekolah se-Provinsi Bali—duduk bersama, menepi sejenak dari rutinitas harian di sekolah masing-masing untuk satu tujuan yang sama: menaikkan level kapasitas diri demi kemajuan pendidikan anak-anak kita.

Belajar, Berbagi, dan Menguatkan

Selama empat hari tiga malam, alur kegiatan terasa sangat dinamis dan kaya akan wawasan. Tidak ada sekat antara pengawas, kepala sekolah, maupun guru. Semua melebur menjadi pembelajar yang haus akan ilmu baru.

Ada tiga pilar utama yang menjadi menu pembelajaran intensif kami selama kegiatan berlangsung:

  1. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Kami diajak menyelami kembali bagaimana sekolah bisa membangun siklus penjaminan mutu yang mandiri, terukur, dan berkelanjutan. Mutu pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan budaya yang dihidupi sehari-hari oleh seluruh warga sekolah.
  2. Pembelajaran Digital yang Bermakna Sebagai Pejuang Digital, sesi ini bagaikan menyiram benih kreativitas yang ada di kepala. Kami mengeksplorasi strategi integrasi teknologi yang bukan cuma sekadar "menggunakan aplikasi," melainkan bagaimana memanfaatkan media digital agar pembelajaran terasa interaktif, kontekstual, dan benar-benar berpusat pada siswa.
  3. Penguatan Literasi & Numerasi Menjawab tantangan zaman, penguatan konsep dasar literasi dan numerasi menjadi sorotan penting. Kami mendiskusikan strategi praktis bagaimana menganyam kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah ke dalam tiap aktivitas belajar di kelas dengan cara yang menyenangkan.

Oleh-oleh Semangat untuk Sekolah dan Daerah

Di balik padatnya jadwal materi dari pagi hingga malam, momen yang paling berkesan adalah saat sesi menjadi pemateri yang dinilai oleh rekan-rekan sekelas. Melihat penampilan para Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru Pejuang Digital menambah semangat baru dalam melaksanakan tugas sebagai fasilitator di sekolah yang ditunjuk.

Sabtu, 18 Juli 2026, kegiatan resmi ditutup dengan senyum puas dan rasa optimis yang membuncah. Kami melangkah keluar dari Hotel Harris Sunset Road bukan lagi sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai Fasda yang siap mengimbaskan ilmu, energi, dan semangat baru kepada sekolah-sekolah yang mendapatkan Bos Kinerja.

Pengalaman 4 hari ini menjadi amunisi berharga untuk terus berkarya, berinovasi, dan mendampingi rekan-rekan sejawat. Mari terus bergandengan tangan, bergerak bersama, dan berdampak nyata bagi pendidikan Bali!

 

0 comments:

Posting Komentar