Ada energi hangat yang membakar semangat ketika langkah kaki melangkah masuk ke Ballroom Hotel Harris Sunset Road, Bali, pada pertengahan Juli lalu. Tepatnya pada tanggal 15 hingga 18 Juli 2026, suasana ruangan ber-AC dingin itu seketika terasa hangat oleh antusiasme puluhan pendidik dari berbagai penjuru Pulau Dewata.
Hari
itu, saya berkesempatan hadir dan berproses bersama dalam kegiatan Penguatan
Kapasitas Fasilitator Daerah (Fasda) Provinsi Bali. Sebuah ruang perjumpaan
yang tidak biasa, karena di sanalah para "Pejuang Digital"—berisikan
perwakilan Guru, Kepala Sekolah, hingga Pengawas Sekolah se-Provinsi Bali—duduk
bersama, menepi sejenak dari rutinitas harian di sekolah masing-masing untuk
satu tujuan yang sama: menaikkan level kapasitas diri demi kemajuan
pendidikan anak-anak kita.
Belajar,
Berbagi, dan Menguatkan
Selama
empat hari tiga malam, alur kegiatan terasa sangat dinamis dan kaya akan
wawasan. Tidak ada sekat antara pengawas, kepala sekolah, maupun guru. Semua
melebur menjadi pembelajar yang haus akan ilmu baru.
Ada
tiga pilar utama yang menjadi menu pembelajaran intensif kami selama kegiatan
berlangsung:
- Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) Kami diajak menyelami kembali
bagaimana sekolah bisa membangun siklus penjaminan mutu yang mandiri,
terukur, dan berkelanjutan. Mutu pendidikan bukan sekadar angka di atas
kertas, melainkan budaya yang dihidupi sehari-hari oleh seluruh warga
sekolah.
- Pembelajaran Digital yang Bermakna
Sebagai Pejuang Digital, sesi ini bagaikan menyiram benih kreativitas yang
ada di kepala. Kami mengeksplorasi strategi integrasi teknologi yang bukan
cuma sekadar "menggunakan aplikasi," melainkan bagaimana
memanfaatkan media digital agar pembelajaran terasa interaktif,
kontekstual, dan benar-benar berpusat pada siswa.
- Penguatan Literasi & Numerasi
Menjawab tantangan zaman, penguatan konsep dasar literasi dan numerasi
menjadi sorotan penting. Kami mendiskusikan strategi praktis bagaimana
menganyam kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah ke dalam tiap
aktivitas belajar di kelas dengan cara yang menyenangkan.
Oleh-oleh
Semangat untuk Sekolah dan Daerah
Di
balik padatnya jadwal materi dari pagi hingga malam, momen yang paling berkesan
adalah saat sesi menjadi pemateri yang dinilai oleh rekan-rekan sekelas. Melihat penampilan para Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru Pejuang Digital menambah semangat baru dalam melaksanakan tugas sebagai fasilitator di sekolah yang ditunjuk.
Sabtu,
18 Juli 2026, kegiatan resmi ditutup dengan senyum puas dan rasa optimis yang
membuncah. Kami melangkah keluar dari Hotel Harris Sunset Road bukan lagi
sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai Fasda yang siap mengimbaskan ilmu,
energi, dan semangat baru kepada sekolah-sekolah yang mendapatkan Bos Kinerja.
Pengalaman
4 hari ini menjadi amunisi berharga untuk terus berkarya, berinovasi, dan
mendampingi rekan-rekan sejawat. Mari terus bergandengan tangan, bergerak
bersama, dan berdampak nyata bagi pendidikan Bali!
0 comments:
Posting Komentar