22 Juli 2023

,

Back to School With Home Credit Indonesia, Empowering Education for a Brighter Future

 


Education is the most powerful weapon which you can use to change the world -Nelson Mandela-

 

Tokoh Pendidikan yang Mengubah Dunia

Bicara tentang pendidikan Cikgu sangat setuju dengan quote dari Nelson Mandela Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. (Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia). Sebut saja Ibnu Sina Bapak Kedokteran modern yang telah menulis 450 buku tentang filosofi dan kedokteran. Salah satu buku yang ditulis yaitu Al-Qanun menjadi rujukan utama dan menjadi Kurikulum Kedokteran Universitas ternama di Eropa.

Di negeri kita tercinta juga memiliki tokoh pendidikan yang dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara, beliau mendirikan sekolah Taman Siswa agar masyarakat dapat mengenyam pendidikan. Dengan begitu pola pikir terbentuk sehingga ide-ide yang dimiliki dapat mengubah keadaan seseorang baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.


Dua tokoh di atas merupakan tokoh yang menjadi panutan dalam dunia pendidikan. Akan tetapi, pada kenyataan tidak semua orang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Faktor utama yang mempengaruhi yaitu masalah finansial. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nur Hayati dkk dengan judul Analisis Faktor Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Menengah Atas menunjukkan faktor yang paling dominan penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan di Desa Sungai Asam Kabupaten Kubu Raya adalah karena rendahnya pendapatan orang tua.

Angka anak tidak sekolah (sumber:bps.go.id)

Sehingga masih banyak anak-anak yang belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Keadaan tersulit bagi orang tua yaitu ketika anak-anak mulai kembali ke sekolah terutama anak-anak yang naik jenjang dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA terlebih lagi dari SMA  ke Perguruan Tinggi. Tidak semua orang tua memiliki ekonomi mapan sebagian besar  hanya memiliki pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) sehingga tidak jarang orang tua mencari pinjaman atau menggadaikan perhiasan untuk biaya pendidikan putra-putrinya.

 
Pendidikan Itu Butuh Biaya

Masih terkenang kisah 13 tahun silam. Saat itu adalah masa-masa antara sedih dan bahagia. Ketika Cikgu dinyatakan lulus Seleksi Calon Pegawai Negeri (CPNS) akan tetapi ada kegelisahan di hati karena Cikgu terpaksa LDR dengan suami karena tempat tugas Cikgu jaraknya 120 Km dari kediaman kami di Denpasar. Ketika itu kami memiliki anak berusia 28 bulan. Sebagai perantau Cikgu tidak memiliki sanak saudara, akhirnya Cikgu dan suami memutuskan anak tinggal bersama Cikgu di Kab.Jembrana dan suami pulang setiap seminggu sekali.

Proses pindahan memerlukan banyak biaya, mulai mencari rumah sewa dan perlengkapan lainnya. Setelah selesai dengan urusan tempat tinggal, berikutnya kebingungan dengan anak yang ditinggal pada saat bekerja, mau dititipkan kepada siapa. Sebagai pendatang Cikgu masih belum mengenal tetangga dan lingkungan sekitar. Akhirnya Cikgu dan suami memutuskan untuk menyekolahkan si Cinta di Play Group dengan pilihan  full day yang  berada di sekitar tempat tinggal yang memiliki fasilitas penitipan anak hingga sore hari. Tahun 2010 uang masuk di Play Group sebesar Rp.1.200.000,-  dengan biaya SPP sebesar Rp.300.000,- per bulan. Untuk anak Play Group full day biaya pendidikan banyak diperuntukkan untuk biaya makan, fasilitas bermain dan fasilitas tempat tidur. Bisa dibayangkan setiap tahun biaya pendidikan  terus meningkat sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Foto Cinta ketika TK

Mengenang peristiwa itu membuat Cikgu terharu bagaimana Cikgu harus membangunkan pagi si Cinta dengan jadwal mulai dari 06.00 pagi dengan mempersiapkan kebutuhan sekolahnya berupa susu, snack, pampers dan pakaian penggantinya. Tahun ke tahun berganti si Cinta mulai masuk TK, SD, SMP dan sekarang tahun ajaran 2023/2024 Cinta kami masuk ke SMA dengan biaya meningkat berlipat-lipat. 

Back to School di sekolah berbasis asrama pada jenjang SMA persiapan dimulai dari yang melekat pada Cinta seperti seragam sekolah yang terdiri dari: baju, rok, kerudung, sepatu, kaos kaki, topi, dasi, ikat pinggang, name tag, label sekolah  dan itu tidak hanya 1 seragam sekolah biasanya setiap sekolah memiliki 6 seragam  yaitu (Seragam nasional, seragam pramuka, seragam olah raga, seragam batik, dan pakaian daerah). Di samping seragam karena tinggal di asrama juga mempersiapkan pakaian pondok, pakaian sehari-hari dan  perlengkapan ibadah. Untuk biaya seragam dan pakaian untuk di asrama sudah mengeluarkan biaya sekitar 3 juta rupiah.

Selain biaya yang melekat pada diri si anak, biaya pendukung lainnya buku Pelajaran, alat tulis dan kebutuhan laptop sebagai pendukung Cinta belajar. Cikgu bersyukur saat ini bisa mendapatkan penghasilan UMR. Dulu sewaktu Cikgu sekolah orang tua selalu kebingungan ketika awal pelajaran baru tiba. Menyekolahkan lima anak dengan tingkatan yang tidak jauh berbeda membuat orang tua Cikgu juga tidak jarang mencari pinjaman. Saat ini walaupun Cikgu memiliki gaji UMR jika tidak memiliki tabungan juga sulit untuk menyekolahkan anak yang tiba-tiba berubah pikiran untuk masuk ke Islamic Boarding School.


Back To School To Boarding School

Sore itu si Cinta yang duduk dibangku kelas 9 akhir  nyeletuk

“Bun, Hani mau masuk pondok!”

Cikgu terheran, loh..loh apa gak salah denger

“Serius! mau masuk pondok?”

“Iya, Hani serius mau masuk pondok”

Tiga tahun lalu ketika mau masuk ke SMP, Cikgu sudah menawarkan untuk masuk pondok, tapi Cinta tidak mau, katanya tidak ingin pisah dari orang tua dan semenjak duduk dibangku kelas 9 Cinta juga sudah yakin agar melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri yang dekat dengan rumah. Tapi tiba-tiba hari itu ia meminta agar masuk pondok modern Firdaus Boarding School.


“Coba dipikir-pikir dulu!”  ucap Cikgu

“Sudah dipikir-pikir kok!” balasnya

“Iya…, dipikir lagi selama seminggu” sahut Cikgu untuk meyakinkan keputusannya.

Seminggu kemudian Cikgu kembali bertanya, jawabannya tetap sama. Cikgu mulai menguji keyakinannya lagi.

“Nanti disana dilarang pegang HP loh, terus makan gak boleh cerewet apa yang tersedia itu yang dimakan, tidurnya juga bareng sama teman-teman bisa 10 orang sekamar!”

“Iya, sudah tahu, balasnya”

“Kenapa, kok tiba-tiba mau masuk pondok?” tanya Cikgu lebih serius

“Sebulan lalu ada guru dari Firdaus Boarding School ke sekolah dan menjelaskan tentang Firdaus Boarding School, dari situ Hani tertarik mau masuk ke sana.”

Kembali lagi Cikgu meyakinkannya agar tidak hanya terpesona  sesaat tapi endingnya tidak betah dan berhenti ditengah jalan.

“Besok kita survey ke Boarding School  ya!”

***

Keesokan harinya kami berangkat ke Firdaus Islamic Boarding School, syukurnya tidak jauh dari tempat tinggal sekitar 15 Km.

Survey di Firdaus Boarding School

Setiba disana Cinta diajak  melihat keadaan asrama, fasilitas asrama, sekolah dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam pondok dan sekali lagi Cikgu meyakinkannya.

“Yakin mau masuk ke sini?”

Cinta pun mengangguk.

Cikgu dan suami mengucapkan syukur alhamdulillah karena dengan kesadarannya sendiri Cinta tertarik untuk mondok. Akan tetapi kami sebagai orang tua mulai berpikir tentang biaya pendidikan. Untuk sekelas sekolah Islamic Boarding School semurah-murahnya tetap saja berkisaran puluhan juta untuk biaya masuk, seragam dan  perlengkapan-perlengkapan  sekolah dan asrama yang harus dibawa.

Sebelum Cinta memutuskan sekolah di Boarding School, Cikgu dan suami tidak terlalu berpikir untuk biaya masuk SMA Negeri karena masih terjangkau tapi setelah keinginannya masuk ke boarding school biaya uang masuk menjadi 4 kali lipat dari sekolah tujuan awal. Dari sini cikgu sudah mulai kebingungan disatu sisi Cikgu memang sangat bersyukur jika ia memilih sekolah di Islamic Boarding School yang dapat membentuk kemandiriannya, menambah ilmu pengetahuan umum dan agama. Akan tetapi permasalahannya biaya pendidikan di Boarding School tidaklah murah. Sehingga solusi yang bisa diambil adalah dengan cara mencicil bayaran. Bersyukurnya karena lokasi pondok Firdaus Boarding School berada di satu Kabupaten Jembrana sehingga anak-anak yang berasal dari Kabupaten Jembrana mendapatkan bebas biaya gedung sehingga sedikit meringankan.

Rincian biaya masuk


Back To School with Home Credit, Solusi Memenuhi Kebutuhan Sekolah Anak 

Sebagai guru Cikgu juga menjadi Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah. Untuk sekelas sekolah negeri biaya masuk sekolah gratis, orang tua hanya menyediakan dana untuk biaya yang melekat pada diri anak yaitu seragam sekolah  dan alat tulis siswa. Untuk biaya seragam sekolah saja banyak orang tua mengeluh dan kesulitan untuk membayar sehingga masih banyak yang menunda pembelian seragam sekolah.

Semenjak pandemi untuk pembelian seragam sekolah memang tidak dipaksakan  jika orang tua belum memiliki uang  siswa masih bisa mengenakan pakaian seragam sekolahnya ketika SD dulu akan tetapi pengaruhnya pada sikologis siswa yang merasa berbeda dari teman lainnya.



Kegiatan PPDB SMPN 2 Mendoyo (Dok.Sekolah)

Hampir sebagian besar orang tua terkhusus di tempat Cikgu mengajar berasal dari keluarga sederhana jangankan orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap Cikgu pun juga kewalahan untuk biaya pendidikan yang tiba-tiba anak berubah pilihan. Dari situ Cikgu mulai mencari informasi tentang pinjaman yang berkaitan dengan pendidikan. Cikgu menemukan informasi mengenai Home Credit Indonesia yaitu perusahaan yang menyediakan layanan pembiayaan multiguna. Home Credit Indonesia, merupakan bagian dari perusahaan asal Ceko yang didirikan pada tahun 1997.

Home Credit Indonesia hadir sejak tahun 2013 hingga saat ini telah melayani lebih dari 5,8 juta pelanggan  dengan volume pembiayaan 51 triliun (sumber: ttps://bisnis.tempo.co ) yang tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Palembang, Pekanbaru, Batam, Medan, Makassar, dan kota lainnya

 

Back To School Meriah Bersama Home Credit Indonesia di JFK

Untuk memeriahkan tahun ajaran baru ini Home Credit Indonesia hadir dalam PESTA JUARA di perayaan Jakarta Fair Kemayoran (JFK), Jakarta, tepatnya di Hall A No. 38 dari tanggal 14 Juni – 16 Juli 2023. Dalam momen JFK, calon customer bisa mengunjungi Booth Home Credit Indonesia dan berkonsultasi kepada petugas penjaga stand untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Jangan lupa untuk mengklik link berikut ini https://bit.ly/42YPTyT isi form dan screnshot untuk mendapatkan reward. Dalam event Home Credit Indonesia di JFK ini selain mendapatkan keseruan dan pengalaman unik para ibu dan keluarga juga bisa mendapatkan solusi keuangan atau barang keperluan  sekolah pada momen Back to School bersama Home Credit Indonesia dengan cicilan ringan dengan bunga 0%. dengan aneka promo menarik.


Untuk para ibu dan keluarga jangan lupa mendownload  dan menginstal aplikasi My Home Credit Indonesia pada link https://hcid.onelink.me/By7i/qn5pjet7 untuk mendapatkan update promo terbaru yang  menarik. Bagi ibu-ibu dan keluarga yang tidak bisa hadir pada perayaan Home Credit Indonesia di JFK Don’t worry be happy layanan cicilan Home Credit Indonesia juga bisa ditemukan di lebih 22 ribu toko di Indonesia. Toko mitra dapat dilihat pada link berikut ini https://www.idekredit.com/mitra-home-credit-terdekat/

Agar tidak penasaran berikut langkah-langkah menginstal aplikasi My Home Credit Indonesia di HP.

  1. Buka HP, jika menggunakan android pilih playstore
  2. Ketik My Home Credit Indonesia pada menu search
  3. Kemudian klik install tunggu sampai selesai.
  4. Setelah selesai mendownload silah registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan akun kemudian lakukan login dengan mengisi user dan password
  5. Selamat aplikasi My Home Credit Indonesia sudah berhasil digunakan


Home Credit Indonesia Pinjaman Mudah Tanpa Ke Luar Rumah

Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan yang memberikan layanan pembiayaan bagi pelanggan yang berbelanja secara online maupun offline. Home Credit Indonesia juga menyediakan pembiayaan bagi pelanggannya agar dapat memenuhi kebutuhan finansial mereka. Meminjam uang di Home Credit dapat menjadi opsi bagi orang tua untuk pendidikan anak terutama jika sekolah menerapkan uang masuk tanpa cicilan kelebihan dari Home Credit Indonesia ini kita dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan. Cara mengajukan pinjaman sangat mudah, cukup dari rumah saja melalui handphone.

Pelanggan dapat mengajukan pinjaman dari rumah tanpa khawatir penipuan karena Home Credit Indonesia sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu produk Home Center yang dapat pelanggan pilih yaitu PINTAR (Pinjaman Tanpa Ribet). Mengutip dari homecredit.co.id, berikut cara yang dapat pelanggan lakukan untuk mengajukan pinjaman uang di Home Credit Indonesia.

  1. Buka Aplikasi Telepon
  2. Hubungi Layanan Pelanggan Home Credit
  3. Masukkan nomor Layanan Pelanggan Home Credit pada kolom telepon di 021-2953 9600.
  4. Jika sudah tersambung, sampaikan keperluan  untuk mengajukan pinjaman di Home Center.
  5. Jelaskan Tujuan Pinjaman
  6. Pastikan Kartu Kredit Memenuhi Syarat yaitu, pastikan kartu kredit memiliki nominal transaksi Rp 500.000,00 dengan maksimal nominal transaksi sebesar 50% dari sisa limit kartu pada saat transaksi.
  7. Pilih Tenor Pinjaman, Home Credit Indonesia menyediakan tiga pilihan tenor pinjaman yaitu 12, 24, dan 36 bulan.

 

                Proses Pengajuan Aplikasi Home Credit

10 Manfaat Pendidikan Untuk Anak

Tidak dipungkiri pendidikan adalah investasi terbesar yang bisa orang tua berikan kepada anak. Banyak manfaat jika anak mendapatkan pendidikan yang baik 10  diantaranya  yaitu :

  1. Pendidikan dapat merubah perilaku anak
  2. Memberikan informasi dan pengetahuan kepada anak
  3. Mendalami bidang ilmu pengetahuan tertentu
  4. Gelar pendidikan untuk karir anak di masa depan
  5. Membentuk pola pikir ilmiah bagi anak
  6. Mencegah kebodohan
  7. Dapat Menambah pengalaman anak
  8. Mengoptimalkan talenta anak
  9. Meningkatkan Taraf Hidup anak dimasa yang akan datang
  10. Meningkatkan Kreativitas anak

Begitu banyaknya manfaat pendidikan maka sebagai orang tua kita harus berusaha sekuat tenaga, untuk mengupayakan agar anak tetap mendapatkan pendidikan yang terbaik. Kesulitan orang tua dalam pendidikan pada momen Back to school terutama pada perpindahan jenjang yang lebih tinggi.

Hingga kini masih banyak orang tua yang kesulitan untuk biaya pendidikan anaknya, maka dari itu sebaiknya para orang tua belajar dari pengalaman, agar anak-anak dapat kembali ke sekolah dengan tenang dan riang. Berikut ini 4 tips bagi orang tua untuk persiapan sekolah anak.



1. Perencanaan

Buatlah perencanaan yang matang tentang pendidikan anak mulai dari kandungan. Catat tahun berapa anak mulai masuk sekolah, pada usia berapa, pilihan sekolah yang dituju, negeri atau swasta. Jika anak sudah remaja mereka juga akan memilih sekolah yang mereka inginkan. Atur keuangan sejak dini misal anak mau masuk Play Group maka miliki tabungan dari dalam kandungan, anak mau masuk SD maka sediakan tabungan sejak TK dan seterusnya.

2. Tabungan

Mempersiapkan tabungan pendidikan untuk anak sangatlah penting. Sebagai contoh yang Cikgu lakukan yaitu membuat tabungan khusus pendidikan untuk anak pada salah satu Bank. Point keberhasilan ini kita harus disiplin dengan tidak telat menabung dan tidak mengambil tabungan yang dikhususkan untuk pendidikan anak kita.

3. Mengatur Pengeluaran

Aturlah keuangan sebaik mungkin, buat alur kas pemasukan dan pengeluaran. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Catat semua pengeluaran dan usahakan pengeluaran sesuai dengan yang direncanakan. Sehingga uang digunakan sesuai dengan posnya

4. Menerapkan Gaya Hidup Hemat

Seperti pepatah mengatakan hemat pangkal kaya. Dalam pengertian ini kita dianjurkan agar tidak boros terutama jika kita sudah memiliki rencana untuk biaya pendidikan anak. Jangan sampai orang tua mengutamakan gaya hidup tapi tidak peduli dengan pendidikan.    

  

Where There's a will There's a Way

Pepatah mengatakan banyak jalan menuju Roma jika pada saat momen back to school orang tua mengalami kesulitan biaya Home Credit Indonesia #BisaJadiJADIBISA #KarenamuJADIBISA hadir membantu dan menjadi salah satu solusi. Fasilitas layanan yang dikeluarkan Home Credit Indonesia begitu mudah, tidak ribet dan cukup dari rumah untuk melakukan transaksi.  Home Credit Indonesia membantu melayani keperluan sekolah  dan pembelian barang maupun pinjaman dengan bunga ringan 0%.

Demikian ulasan dari Cikgu mengenai Back to School With Home Credit Indonesia, Empowering Education for a Brighter Future, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu orang tua yang sedang mengalami kesulitan untuk biaya pendidikan anak terkhusus pada saat ini momen anak kembali ke sekolah. Semoga Allah berikan kesehatan dan kemudahan rezeki kepada seluruh orang tua di Indonesia dalam menyediakan dana pendidikan, agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan yang lebih layak.

 


Referensi

www.homecredit.co.id

https://ibuibudoyannulis.com/iidnreborn/back-to-school-with-home-credit-indonesia-blog-competition/

https://www.neliti.com/id/publications/214089/analisis-faktor-penyebab-anak-tidak-melanjutkan-pendidikan-ke-sekolah-menengah-a

https://tugujatim.id/5-tokoh-pendidikan-dunia-yang-populer-dan-menginspirasi

https://www.liputan6.com/hot/read/5167835/profil-pt-home-credit-indonesia-perusahaan-pembiayaan-multiguna-multinasional

https://kumparan.com/berita-bisnis/cara-pinjaman-uang-di-home-credit-dan-persyaratannya-1yHCDvwdXR4/2

https://manfaat.co.id/manfaat-pendidikan

 

 

 





2 komentar:

  1. Ulasan yang menarik dan mencerahkan buat para orangtua yang ingin anaknya sukses dunia akhirat Salam sukses Bu Kanjeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bunda sudah mampir, sehat-selalu Ibu

      Hapus