03 Februari 2026

Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII

 



Buku Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (2025) dirancang sebagai panduan bagi siswa untuk memahami dan menciptakan teknologi di era digital. Buku ini membagi pembelajarannya ke dalam empat bab utama yang mencakup konsep dasar koding hingga penerapan praktis kecerdasan artifisial.

Berikut adalah rangkuman dari isi buku tersebut:

Bab 1: Berpikir Komputasional

Fokus pada pengembangan kemampuan memecahkan masalah secara logis dan sistematis.

  • Konsep Dasar: Siswa diajak berpikir seperti ilmuwan komputer untuk menyelesaikan tantangan sehari-hari, seperti mengatur jadwal atau mencari rute tercepat.
  • Pengelolaan Data: Mempelajari cara mengumpulkan, mengelompokkan, menganalisis, dan menyajikan data dalam bentuk tabel atau grafik agar mudah dipahami.
  • Pemrograman Visual: Memperkenalkan konsep algoritma dan debugging melalui pemrograman berbasis blok menggunakan platform seperti Scratch.

Bab 2: Literasi Digital untuk Kreasi Konten

Mengajarkan siswa untuk menjadi pencipta konten yang kreatif dan bertanggung jawab di dunia maya.

  • Jenis Konten: Membahas berbagai format konten digital, termasuk teks, gambar, audio, video, infografik, dan presentasi.
  • Etika Digital: Menekankan pentingnya menghormati hak cipta dan menjaga keamanan data pribadi saat beraktivitas di internet.
  • Desain Visual: Memberikan panduan tentang penggunaan warna, tipografi, dan komposisi visual yang menarik, misalnya melalui aplikasi Canva.

Bab 3: Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial (KA)

Mengeksplorasi teknologi KA, khususnya KA Generatif yang sedang populer saat ini.

  • Cara Kerja KA: Menjelaskan bagaimana KA belajar dari pola data untuk membuat prediksi dan menghasilkan konten baru.
  • Risiko dan Etika: Membahas bahaya kecanduan teknologi, risiko bias, informasi palsu (halusinasi), serta pentingnya verifikasi informasi.
  • Manfaat: Menunjukkan bagaimana KA dapat membantu proses belajar dan memecahkan masalah jika digunakan secara bijak.

Bab 4: Mengembangkan Sistem Kecerdasan Artifisial

Memberikan pengalaman langsung dalam merancang sistem KA sederhana.

  • Teachable Machine: Mengajari komputer untuk mengenali gambar, suara, atau gerakan tubuh tanpa perlu kode pemrograman yang rumit.
  • Prompt Engineering: Melatih siswa berkomunikasi secara efektif dengan sistem KA melalui instruksi (input) yang bermakna agar mendapatkan hasil yang akurat.
  • Tanggung Jawab Kreator: Menekankan bahwa meskipun KA adalah alat yang kuat, kreativitas, empati, dan penilaian etis manusia tetap tidak tergantikan.

 

Buku bisa di download disini

02 Februari 2026

Python dan Perintah IF

 

Apa itu Pyhton

Python adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang paling populer dan serbaguna di dunia. Dikembangkan oleh Guido van Rossum dan pertama kali dirilis pada tahun 1991, Python dirancang dengan fokus pada keterbacaan kode (readability) dan kesederhanaan sintaksis.

 

Karakteristik

Penjelasan

Interpreted (Ditafsirkan)

Kode Python dieksekusi baris demi baris oleh interpreter, bukan dikompilasi terlebih dahulu menjadi machine code. Ini membuat proses debugging dan pengujian lebih cepat.

High-Level Language

Mendekati bahasa manusia, memungkinkan programmer fokus pada logika program daripada detail teknis komputer (seperti manajemen memori).

Dynamically Typed

Tipe data variabel ditentukan saat runtime (saat program berjalan), bukan saat deklarasi. Contoh: x = 5 (int) kemudian x = "lima" (str) adalah valid.

Object-Oriented

Mendukung paradigma Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) dengan fitur seperti kelas, pewarisan, dan enkapsulasi.

Platform Independent

Kode yang ditulis di satu sistem operasi (misalnya Windows) dapat dijalankan di sistem operasi lain (misalnya Linux atau macOS) tanpa perubahan, berkat adanya interpreter.

 

Kegunaan (Aplikasi) Python

Python dikenal karena fleksibilitasnya yang luar biasa, menjadikannya pilihan utama di berbagai bidang industri:

  • Pengembangan Web (Backend): Digunakan untuk membangun sisi server dari aplikasi web yang kompleks. Framework populer: Django dan Flask.
  • Ilmu Data (Data Science) & Analisis: Python adalah lingua franca (bahasa umum) di bidang ini karena kemudahan manipulasi data dan visualisasi. Library utama: Pandas, NumPy, Matplotlib.
  • Pembelajaran Mesin (Machine Learning/ML) & AI: Menyediakan library canggih untuk membangun, melatih, dan menerapkan model AI. Library utama: Scikit-learn, TensorFlow, PyTorch.
  • Otomatisasi Tugas & Skrip: Digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas yang berulang (misalnya, memproses file, mengirim email, scraping web).
  • Pengembangan Game: Walaupun tidak sepopuler C++, Python digunakan untuk prototyping dan game sederhana (misalnya, dengan library Pygame).
  • DevOps: Digunakan untuk skrip konfigurasi, manajemen infrastruktur, dan otomatisasi deployment.

Mengapa Python Banyak Digunakan oleh Programmer?

Popularitas Python yang meroket didorong oleh kombinasi faktor-faktor yang membuatnya sangat menarik bagi individu dan perusahaan:

A. Kemudahan Belajar dan Keterbacaan

  • Sintaksis yang Jelas: Sintaksis Python sangat mirip dengan bahasa Inggris. Penggunaan indentasi wajib (bukan kurung kurawal) membuat kode terlihat rapi dan mudah dibaca.
  • Kurva Pembelajaran Landai: Seorang pemula dapat mulai menulis kode fungsional dalam waktu singkat dibandingkan dengan bahasa yang lebih ketat seperti Java atau C++. Ini ideal untuk pemula dan mata kuliah pengantar.

B. Ekosistem Library yang Luas

  • "Baterai Termasuk" (Batteries Included): Python memiliki Standard Library yang sangat kaya.
  • Library Pihak Ketiga (Third-Party Libraries): Komunitas Python telah membangun puluhan ribu package yang tersedia melalui PyPI (Python Package Index). Programmer tidak perlu menulis kode dari awal untuk tugas umum (misalnya, mengambil data dari internet menggunakan requests).

C. Produktivitas Tinggi

  • Programmer dapat menyelesaikan tugas yang sama dengan baris kode yang jauh lebih sedikit dibandingkan bahasa lain. Ini berarti siklus pengembangan yang lebih cepat dan biaya pemeliharaan yang lebih rendah untuk perusahaan.

D. Komunitas yang Kuat

  • Python didukung oleh komunitas global yang sangat aktif dan suportif. Ini berarti ada banyak sumber daya (tutorial, forum, dokumentasi) yang tersedia untuk membantu memecahkan masalah.

Fungsi Utama Perintah print()

Fungsi print() digunakan untuk menampilkan output ke konsol atau terminal.

Secara lebih rinci, fungsinya meliputi:

1. Menampilkan Nilai Variabel

Ini adalah cara paling umum untuk melihat nilai yang disimpan dalam variabel saat program berjalan. Ini sangat penting untuk tujuan debugging (mencari dan memperbaiki kesalahan).

 

2. Menampilkan Teks (String Literal)

Fungsi ini dapat langsung menampilkan teks apa pun yang diapit oleh tanda kutip (string) ke layar.


3. Menggabungkan dan Menampilkan Beberapa Objek

Anda dapat melewatkan beberapa objek (variabel, teks, angka) yang dipisahkan oleh koma di dalam fungsi print(). Python akan menampilkannya dengan spasi di antara setiap objek secara default.


4. Menggunakan f-string untuk Pemformatan (Sangat Direkomendasikan)

Anda dapat menggunakan f-string (format string literal) untuk menyisipkan variabel langsung ke dalam string dengan cara yang mudah dibaca.