30 Maret 2024

,

ASUS Zenbook DUO (UX8406) , Pelopor Perubahan Digital Mendukung Kurikulum Merdeka untuk Keleluasaan Pendidik dan Pembelajaran Berkualitas

 


Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. – Nadiem Makarim


Kurikulum berkualitas adalah panduan yang menentukan apa yang harus dipelajari siswa, bagaimana itu diajarkan, dan bagaimana kemajuan mereka diukur. Sebuah kurikulum yang baik mencerminkan standar pendidikan yang relevan dan memadai, serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Di samping itu, kurikulum yang berkualitas memberikan fleksibilitas bagi pendidik untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan gaya belajar siswa.

Definisi Kurikulum

Mengutip dari Wikipedia Kurikulum adalah suatu rencana yang sengaja disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar yang ada di bawah naungan, bimbingan, dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan. Menurut William B. Ragam dan Robert S. Flaming Kurikulum merupakan keseluruhan pengalaman peserta didik yang menjadi tanggung jawab lembaga sekolah. Sedangkan makna Kurikulum menurut Soedijarto, merupakan serangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan untuk diatasi oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga pendidikan yang berwenang.

Kurikulum memiliki  tiga fungsi yaitu :

  1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
  2. Kurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,
  3. Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

"Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan." - Najwa Shihab


Sejarah Kurikulum di Indonesia

Kurikulum diterapkan di Indonesia pertama kali  oleh pemerintah Hindia Belanda dan Jepang sebelum kemerdekaan Indonesia. Kemudian dilanjut masa kemerdekaan yaitu masa Orde Lama terjadi 3 kali perubahan yaitu  periode pertama Kurikulum 1947, periode kedua Kurikulum 1952 dan terakhir Kurikulum  1964. Kemudian dilanjutkan pada masa Orde Baru terjadi 4 kali pergantian kurikulum yaitu Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984 dan Kurikulum 1994. 

Kemudian dilanjutkan pada masa reformasi berganti sebanyak 3 kali yaitu Kurikulum 2024 atau dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) kemudian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Tahun 2022 Kemendikbud mengeluarkan Kurikulum Merdeka dan berganti nama Kurikulum Nasional pada tahun 2024.


Mengapa Kurikulum Harus Berubah?

Pertanyaan ini dimunculkan pada Pelatihan Mandiri yang ada di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Tema ini diangkat untuk memberi pemahaman agar siswa, pendidik, tenaga kependidikan serta masyarakat mengerti alasannya yaitu agar pembelajaran relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menghadapi perubahan transformasi budaya serta globalisasi. Kurikulum Merdeka di release pada tahun  2022 dan  ketika itu ditawarkan kepada sekolah yang sudah siap mengikutinya. Sekolah Cikgu SMPN 2 Mendoyo menggunakan Kurikulum Merdeka sejak tahun 2022 dengan pilihan Mandiri Berubah. 

Dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka guru dan siswa diberi ruang untuk berinteraksi dan berkolaborasi antar sesama guru di seluruh Indonesia melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dalam PMM guru dapat berbagi dan sharing pengalaman, praktik baik maupun video inspirasi sehingga seluruh guru dan siswa di Indonesia  dapat melihat dan mengakses PMM dengan harapan dapat saling sharing berbagi pengalaman praktik baik sehingga memotivasi untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam penyebaran pemahaman Mengapa Kurikulum harus berubah telah Cikgu tuangkan dalam aksi nyata.

Perubahan yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan menjadikan guru harus memiliki motivasi menjadi pembelajar sepanjang hayat. Untuk berbagi pengalaman Praktik Baik masing-masing satuan pendidikan dianjuran untuk membentuk Komunitas Belajar (Kombel) di dalam internal sekolah. 

Tujuan utama dari komunitas belajar dalam Kurikulum Merdeka adalah mendorong keterlibatan aktif dari semua pemangku kepentingan dalam proses pembelajaran. Ini mencakup siswa, guru, orang tua, dan masyarakat lokal. Dalam komunitas belajar yang berdaya, setiap anggota dihargai sebagai kontributor yang berpotensi untuk memberikan kontribusi unik mereka untuk memperkaya pengalaman belajar. Di sekolah, Cikgu ditunjuk sebagai ketua Kombel dengan nama KOMANDO (Komunitas Belajar SMP Negeri 2 Mendoyo).


Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah, guru, dan siswa dalam merancang dan menyesuaikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal, kondisi siswa, serta perkembangan zaman. Salah satu upaya Kemendikbud agar guru bisa melakukan pelatihan secara mandiri berkarya dan berbagi yaitu dengan pemanfaatan  aplikasi PMM yang dapat diakses oleh pendidik dan tenaga kependidikan sehingga Teknologi Informasi dan komunikasi seperti  gawai dan laptop menjadi salah satu alat yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini untuk keleluasaan pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Mengenal  ASUS Zenbook DUO (UX8406)

Sebagai perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia dengan visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif dengan memenangkan lebih dari  69.602 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT dari seluruh dunia. Pada tanggal 7 Maret 2024 ASUS kembali mengeluarkan produk terbaru yaitu  ASUS Zenbook DUO (UX8406), Laptop Dual-Screen OLED.



Hadir dengan sistem operasi Windows 11, ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga merupakan laptop berfitur Copilot untuk dukungan AI. Copilot di Windows 11 melengkapi keahlian dan kreativitas Anda dengan bantuan kecerdasan serta jawaban relevan. 

Selain itu, sudah dilengkapi Office Pre-Installed, agar Anda bisa menikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2021. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya.


ASUS Zenbook DUO (UX8406) Membuka Era Baru bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di Platform Merdeka Mengajar 

Kurikulum Merdeka mengakui peran penting teknologi dalam pendidikan modern dan mendorong penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Ada 3 menu utama yang dapat diakses oleh pendidik dan tenaga kependidikan pada aplikasi PMM.

  • Pengembangan Diri yang terdiri dari sub menu: Pelatihan Mandiri, Komunitas, Seleksi Kepala Sekolah, Refleksi Kompetensi, LMS dan Pengelolaan Kinerja
  • Mengajar terdiri dari sub menu CP/ATP, Perangkat Ajar, Asesmen Murid, Kelas
  • Inspirasi  terdiri dari sub menu: Video Inspirasi, Bukti Karya, Ide Praktik


Untuk mengakses  ketiga menu tersebut diperlukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Jika Guru dan Tenaga Kependidikan menggunakan ASUS Zenbook DUO (UX8406) aktivitas di PMM dapat dilakukan secara multitasking  dan secara mobile dengan  error yang minimalis. Sebagai contoh ketika guru harus mengikuti webinar pada Komunitas Belajar (Kombel) guru juga dapat melakukan Pengembangan Diri dengan mempelajari Pelatihan Mandiri yang ada di PMM karena ASUS Zenbook DUO (UX8406)   dibekali dua layar OLED yang dapat membantu aktivitas guru yang multitasking. 

Selain itu Asus Zenbook DUO (UX8406) dibekali dengan dua layar 14-inci beresolusi 3K 120Hz dan berteknologi ASUS Lumina OLED. Ketika dibentangkan, ukuran layarnya setara dengan 19,8-inci sehingga penggunanya memiliki ruang kerja yang lebih luas dibandingkan dengan laptop standar ditambah lagi dengan Connectivity Wi-Fi 6E(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.3 yang berarti pekerjaan dapat dilakukan secara mobile karena ringan mudah dibawa kemana-mana sehingga produktivitas dapat didongkrak hingga dua kali lipat.

 

Menaklukkan Kreativitas dengan ASUS Zenbook DUO (UX8406)

Salah satu aspek dari Kurikulum Merdeka adalah pendekatan pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa diberi kesempatan untuk belajar melalui proyek-proyek nyata yang relevan dengan kehidupan mereka sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dengan begitu karakteristik Profil Pelajar Pancasila dapat terwujud. Praktik baik yang dilakukan guru dan siswa ini biasanya dibuat dalam bentuk video dan poster. Dengan memanfaatkan Zenbook DUO (UX8406) guru dan siswa akan mendapatkan pengalaman grafis yang menyenangkan karena menggunakan Intel® Arc™ Graphics yang menyesuaikan performa grafis dengan sempurna.

Projek P5 Siswa SMPN 2 Mendoyo Bangunlah Jiwa dan Raganya

Dalam pembuatan proyek video inspirasi tentu saja harus didukung dengan audio yang berkualitas tinggi. Asus Zenbook DUO (UX8406) dilengkapi dengan Smart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified dapat membuat pengalaman menonton video lebih menarik dan mengundang pengguna untuk terlibat lebih dalam dengan konten. Dengan Audio yang jernih dan berkualitas dapat membantu dalam menyampaikan pesan, cerita, dan narasi dengan lebih efektif, sehingga memperkaya pengalaman penonton.

 

Menjadi Guru Masa Depan  Harus Melek IT

Beberapa kali lewat di beranda sosmed Cikgu baik tiktok, instagram maupun facebook ada guru ‘honorer’ yang mengeluh jika pekerjaannya lebih banyak dari pada guru yang berstatus PNS seolah-olah semua beban kerja banyak dilimpahkan kepadanya terutama administrasi kepegawaian yang harus diselesaikan dengan komputer. Seketika Cikgu teringat 15 tahun lalu, Saat itu Cikgu baru diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil  di SMPN 2 Mendoyo yang berada di Kab. Jembrana Provinsi Bali. 

Minggu pertama masuk sekolah Cikgu sudah diminta tolong dari guru-guru senior untuk dibuatkan RPP, mengeprint silabus yang pada saat itu Cikgu menggunakan laptop notebook ASUS keluaran tahun 2010. Tidak sampai disitu ada yang meminta bantuan untuk diprintkan administrasinya, menyambung LCD di komputer hingga mengisi tinta dan mengatasi printer macet. Sebagai guru baru Cikgu merasa senang dapat membantu rekan kerja akan tetapi kejadian itu terus berlanjut dari tahun ke tahun.

Aktivitas Cikgu di sekolah

Tahun 2011 Kemendikbud merelease Data Satu Pokok Pendidikan (Dapodik) ketika itu ada undangan Bimtek di Hotel Aston Denpasar untuk wilayah Bali. Undangan dikhususkan untuk tenaga TU dan guru TIK dengan tujuan guru TIK dapat membantu  hal teknis seperti menginstal dan menyinkronkan Dapodik  dengan internet sedangkan TU yang melakukan penginputan data baik itu data siswa, guru maupun sarana dan prasarana sekolah. Akan tetapi sepulang dari pelatihan TU mengeluh tidak mampu mengerjakan dan menggunakan aplikasi Dapodik sehingga Kepala Sekolah memberi tugas kepada Cikgu untuk menjadi Operator hingga saat ini. Sejak itu semua tugas yang berkaitan dengan aplikasi yang menggunakan komputer dilimpahkan kepada Cikgu sehingga tidak jarang Cikgu sering begadang untuk menyelesaikan tugas Dapodik yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan BOS sekolah.

Menjadi guru sekaligus operator sangat menyita waktu maka dari itu perlu support dari sekolah agar pekerjaan menjadi lancar dengan memberikan laptop yang jika dilakukan pekerjaan multitasking laptop tidak lemot karena laptop yang digunakan oleh Operator Sekolah banyak menginstal aplikasi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dan otomatis menjadi server karena pada saat pengisian erapor menggunakan network yang dapat dikerjakan oleh banyak guru maka dari itu ASUS Zenbook DUO (UX8406) dengan memory 16GB LPDDR5X, Storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 Performance SSD dapat mendukung dan melancarkan pekerjaan guru yang memiliki tugas tambahan operator. Performa laptop yang berkualitas tinggi dapat menjaga mood terlebih jika pekerjaan harus diselesaikan dengan deadline yang singkat.

 

Kemampuan IT Menjadikan Guru Banyak Bekerja di Luar Tupoksi

Semenjak saat itu Cikgu merasakan tugas di luar tupoksi semakin banyak. setiap ada aplikasi baru dari Kemendikbud Cikgu harus bergerak cepat dan menghandle guru-guru yang sama sekali tidak mampu menggunakan komputer apalagi app yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah dikejar deadline sehingga waktu Cikgu banyak habis mengurusi administrasi guru dan aplikasi-aplikasi yang diluncurkan oleh pihak yang berwenang untuk dipelajari, mengajari dan mengajarkannya. Masih teringat oleh Cikgu pada tahun 2015 Badan Kepegawaian Negara (BKN) merelease Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) dengan deadline yang singkat dan aplikasi digunakan oleh  seluruh PNS di Indonesia sehingga overload dan Kepala Sekolah menunjuk Cikgu untuk menghandle 40 guru dengan kondisi server sering trouble.


Selang beberapa tahun kemudian kembali lagi BKN merelease aplikasi My SAPK yang mewajibkan seluruh PNS melakukan pemutakhiran data dan hingga saat ini Cikgu masih menghandle Dapodik, Erapor, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) serta admin sosmed sekolah. Padatnya tugas di luar tupoksi menjadikan Cikgu tidak sempat melakukan pengembangan diri baik itu workshop apalagi program microcredential Kemendikbud yang bekerja sama dengan LPDP dan kampus-kampus luar negeri untuk meningkatkan kompetensi guru.

Konten Mengantarkan Cikgu Menjadi Guru Inspiratif Kemendikbud

Semua berubah ketika Covid 19 hadir. Ketika Surat Keputusan Kemendikbud tentang Work from Home proses belajar mengajar harus dilaksanakan dari rumah Cikgu merasakan memiliki banyak waktu. Sehingga bingung mau ‘ngapain’. Bingung dengan banyaknya waktu free time membuat Cikgu mencoba mengikuti  pelatihan-pelatihan online salah satunya mengikuti kelas belajar menulis. Bertemu dengan narasumber hebat di online dan sangat menginspirasi membangkitkan semangat Cikgu untuk menulis sehingga ketagihan dan alhamdulillah membuahkan hasil berupa karya buku, hingga bisa duet bareng Prof.Richardus Eko Indrajit. 

Kadang sering terbesit apa sih keuntungan Cikgu sering begadang hanya untuk menghandle kepentingan orang lain. Jika Cikgu sakit apa ada yang peduli. Tapi pikiran itu Cikgu buang jauh karena Meyakini membantu orang lain membawa kita pada pengalaman yang memperkaya dan memberikan pelajaran hidup yang berharga. Juga membantu kita berkembang sebagai individu yang lebih baik dan lebih bijaksana. Dan hikmah yang Cikgu dapatkan 10 tahun kemudian menjadi Guru Inspiratif Terbaik Kemendikbud


Selain itu pada masa pandemi untuk memberikan materi kepada siswa Cikgu mengaktifkan kembali blog Cikgu yang penuh dengan sarang laba-laba ibarat rumah yang sudah lama Cikgu tinggalkan, cikgu menulis kembali terutama materi-materi yang akan diajarkan kepada siswa sebagai salah satu media pembelajaran jarak jauh serta membuat konten tutorial pembelajaran  di youtube sehingga tanpa disadari materi di blog dan video pembelajaran menjadi banyak saat ini berjumlah 202 video dengan tema tutorial, materi pelajaran, blog dan kepenulisan dan beberapa materi yang tersebar di 3 blog catatangurumilenial, ritapinang dan cikgurita Cikgu bukukan sehingga tahun 2021 cikgu mencoba mengikuti seleksi guru inspiratif yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek hingga mendapatkan kesempatan menjadi Guru Inspiratif  terbaik dari 700 peserta  guru jenjang SMP yang mengirimkan video praktik baiknya.

Tampilan Chanel Cikgu Rita

Penganugerahan Apresiasi GTK Inspiratif Tahun 2021

Undangan Menjadi Narasumber

Perlahan-lahan undangan untuk mengisi materi pada workshop dan webinar berdatangan. Tentu saja hal tersebut tidak membuat Cikgu berhenti belajar bahkan lebih meningkatkan kompetensi terutama pemanfaatan TIK dalam pembelajaran yang menjadi sharing utama dalam kegiatan seminar dan workshop. Cikgu lebih giat lagi membuat konten yang berkaitan dengan tutorial, materi pelajaran dan kepenulisan karena meyakini betapa pentingnya guru membuat konten pembelajaran yang mendidik yang dapat disebarluaskan di media sosial untuk mengimbangi konten-konten tidak bermanfaat yang cenderung dapat merusak karakter dan moral siswa.  

Hal ini merupakan salah satu karakteristik Kurikulum Merdeka yaitu memperhatikan keragaman siswa dengan memberikan pendekatan pembelajaran yang inklusif dan diferensiasi, sehingga setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan potensinya masing-masing dari berbagai sumber.


ASUS Zenbook DUO Mendukung Kurikulum Merdeka untuk Keleluasaan Pendidik dan Pembelajaran Berkualitas.

Dalam era digital yang berkembang pesat, teknologi menjadi salah satu  kunci dalam transformasi pendidikan. Di tengah tren Kurikulum Merdeka  yang saat ini telah resmi menjadi Kurikulum Nasional memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan, ASUS Zenbook DUO (UX8406) dapat menjadi solusi dalam mendukung implementasi kurikulum ini. Ada 4 alasan  yang memperkuat pernyataan tersebut yaitu:

Zenbook DUO (UX8406)  merupakan Laptop Revolusioner

Cikgu pernah melihat rekan kerja yang memiliki intensitas yang tinggi dengan laptop sering menggunakan tambahan layar monitor alasannya biar kelihatan lebih luas. Cikgu juga pernah melakukan hal tersebut. Saat itu laptop Cikgu terjatuh menyebabkan monitor pecah, sehingga sambil menunggu lcd baru Cikgu menggunakan monitor tambahan. Lama kelamaan terasa nyaman karena monitor digunakan lebih besar dari layar monitor laptop. Ternyata kejadian yang dilakukan oleh Cikgu dan netizen menjadi perhatian oleh tim desain ASUS dengan  memperkenalkan laptop prototipe dengan dua layar di tahun 2018 bernama Project Precog. ASUS kemudian mengembangkan sistem layar ganda di laptop bersama dengan software dan ekosistem lainnya di ZenBook Pro 15 (UX580) lewat ScreenPad™, serta ZenBook Duo (UX481) dan ZenBook Pro Duo (UX581) lewat layar tambahan ScreenPad™ Plus.


Konsep laptop dengan layar ganda telah lama dikembangkan oleh ASUS dan Zenbook DUO (UX8406) tampil sebagai wujud sempurna dari semua laptop layar ganda. Fitur ini menjadi sangat relevan dalam konteks Kurikulum Merdeka, di mana pendidik dapat memanfaatkan ruang tambahan ini untuk mengakomodasi berbagai jenis konten pembelajaran, merancang materi pembelajaran yang interaktif, dan menyajikan informasi dengan cara yang lebih menarik. Desain layar ganda ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga memungkinkan pendidik untuk mengintegrasikan berbagai jenis aplikasi dan alat pembelajaran ke dalam satu layar, menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih dinamis dan beragam. Dengan demikian, pendidik dapat lebih leluasa dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif.

Desain Inovatif

Asus Zenbook DUO (UX8406) dibekali dua layar 14-inci 3K 120Hz ASUS Lumina OLED yang dapat menghadirkan visual terbaik dengan keyboard yang dapat dilepas memiliki penyangga khusus sehingga mudah untuk digunakan serta mendongkrak produktivitas secara maksimal. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya kreativitas dalam pembelajaran. Dengan ASUS Zenbook DUO (UX840g), pendidik memiliki akses ke berbagai aplikasi kreatif dan alat desain yang memungkinkan mereka untuk menciptakan konten pembelajaran yang menarik dan interaktif. Dari pembuatan presentasi multimedia hingga pengembangan materi pembelajaran berbasis game, ASUS Zenbook DUO (UX8406) memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk mengeksplorasi berbagai cara baru dalam menyampaikan materi pembelajaran.


Fitur touchscreen ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga memfasilitasi interaksi yang lebih langsung antara pendidik dan siswa. Dengan menggunakan pena aktif atau jari, pendidik dapat dengan mudah membuat catatan, menyorot informasi penting, atau berkolaborasi secara langsung dengan siswa pada layar ScreenPad Plus. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga memungkinkan pendidik untuk memberikan umpan balik secara langsung dan mengarahkan pembelajaran sesuai kebutuhan individu siswa.


Fleksibel, Mudah, dan Nyaman Digunakan

Selain mendukung kreativitas dan fleksibilitas dalam pengajaran, ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga mengoptimalkan pengalaman pembelajaran bagi siswa. Zenbook DUO didesain mudah dan nyaman digunakan, serta memiliki lima mode penggunaan yang sangat fleksibel Layar utama yang berkualitas tinggi dengan teknologi visual canggih memberikan tampilan yang jernih dan detail, sehingga siswa dapat menyerap informasi dengan lebih baik. Selain itu, kemampuan ASUS Zenbook DUO (UX8406) dapat mengatasi tugas-tugas yang membutuhkan daya komputasi tinggi, seperti rendering video atau simulasi 3D, memastikan bahwa siswa dapat menjelajahi konsep-konsep yang kompleks dengan lancar dan tanpa hambatan.



Performa Terbaik Ditenagai AI

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. ASUS Zenbook DUO (UX8406) hadir sebagai laptop Intel® Evo™ Edition, dilengkapi teknologi  prosesor Intel® Core™ Ultra 7 155H dachip Intel® AI Boost NPU sehingga dapat digunakan untuk menciptakan konten pembelajaran yang interaktif dan menarik, seperti tutor virtual atau simulasi yang memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan realistis

Di Asus Zenbook DUO (UX8406), Intel® Arc™ tidak hanya dapat mengakselerasi pemrosesan grafis, tetapi juga video encoding yang tentunya sangat penting untuk para guru yang membuat konten dan memanfaat AI untuk mengembangkan sistem penilaian otomatis yang dapat menilai kinerja siswa dalam berbagai aspek pembelajaran, seperti keterampilan menulis, pemahaman membaca, dan pemecahan masalah matematika.


Microcredential Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru

September 2022 lalu sebuah flyer berisi CS50 HARVARD UNIVERSITY DIGITAL SKILL BAGI GURU lewat di beranda instagram cikgu. Seketika Cikgu pun memperhatikan informasi yang berada di dalam flyer tersebut. Tertulis “Kemendikbud membuka program pilot dalam pemberdayaan digital skill bagi guru untuk mengikuti kelas daring CS50 dari Harvard University.”
 Wow keren belajar dengan dosen Harvard” itulah kata yang terbesit di hati Cikgu. Computer Science 50x Harvard merupakan kursus pemrograman yang ditawarkan oleh Universitas Harvard, bagi peserta dengan atau tanpa pengalaman pemrograman sebelumnya. Materi kursus meliputi berpikir algoritmik, pemecahan masalah, dan penggunaan bahasa pemrograman seperti C, Python, SQL, JavaScript, CSS, dan HTML.

Beasiswa microcredential untuk guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Microcredential ini biasanya dirancang untuk memberikan guru pengetahuan dan keterampilan tambahan dalam bidang tertentu yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Memberikan kesempatan kepada guru untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengajar dan mendidik siswa dengan memberi keleluasaan kepada guru sehingga terciptalah pembelajaran yang berkualitas.

Awalnya Cikgu masih ragu karena aktivitas sudah cukup padat. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Cikgu memutuskan untuk submit pendaftaran, jika tidak mencoba sekarang kapan lagi akhirnya Cikgu memantapkan hati mendaftar dengan melengkapi berkas berupa essay dan toefl. Dua minggu kemudian pengumuman hasil seleksi administrasi dan jadwal mengikuti tes wawancara.

Interview dilaksanakan secara online melalui media zoom dengan menggunakan bahasa Inggris. Pada saat wawancara Cikgu menggunakan laptop yang kebetulan batrenya tidak bertahan lama. Ada was was takut mati  listrik ketika interview  sedang berlangsung yang menyebabkan kegagalan.

Prosesi kelulusan CS50x Tahun 2023

Tes wawancara berlangsung selama 30 menit dengan banyak berdoa agar tidak terjadi pemadaman Listrik. Mungkin berbeda jika Cikgu menggunakan laptop ASUS Zenbook DUO (UX8406) kekhawatiran akan sedikit berkurang karena  batre yang tahan lama. Dua minggu kemudian keluarlah pengumuman kelulusan peserta program CS50x. Lima bulan belajar Cikgu sangat bersyukur lulus dengan predikat With Honor.


ASUS ZenBook Duo Memperlancar Diseminasi Pendidikan

Selesai dari mengikuti perkuliahan online selama 5 bulan ada tindak lanjut yang harus dilakukan yaitu melakukan diseminasi kepada siswa, rekan kerja maupun MGMP dan secara nasional. Ini dilakukan menggunakan media presentasi. Jika menggunakan ASUS Zenbook DUO (UX8406) selain optimal juga akan menambah kepercayaan diri guru dalam mentransfer ilmu yang didapati karena tampilannya yang menarik. 

Materi diseminasi CS50x

Tidak berhenti disitu Dalam Kurikulum Merdeka yang berubah nama menjadi Kurikulum Nasional ini Kemendikbud terus mengeluarkan program-program yang dapat meningkatkan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan. Guru Penggerak, Awan Penggerak, Microcredential adalah program-program unggulan dalam Kurikulum Merdeka. Cikgu pun mendapatkan kesempatan lainnya dalam meningkatkan kompetensi pada program ALCob ICT Volunteer (AIV) Kerjasama Kemendikbud dengan Kementerian Pendidikan Korea Selatan. Dua kali Kegiatan workshop yang Cikgu dapatkan pada tahun 2022 yang diselenggarakan secara online dan Tahun 2023 yang diselenggarakan secara offline. 

Dalam workshop ini guru-guru mendapatkan pelatihan tentang pemanfaat AI dan mendapatkan toolkits berupa codewiz dan true-true yang dapat digunakan sebagai media belajar yang terintegrasi dengan komputer. Jika pemanfaatan AI dan toolkits dilakukan dengan ASUS Zenbook DUO (UX8406) maka akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dari saat ini karena dapat memanfaatkan AI secara optimal  dengan performa yang dimiliki. Dengan demikian guru akan lebih leluasa dalam mengajar sehingga pembelajaran berkualitas didaptkan oleh peserta didik.

Diseminasi AIV kepada guru dan siswa dengan menggunakan CodeWiz dan True True
yang dapat dintegrasi dengan laptop


Sebagai informasi berikut ini spesifikasi Asus Zenbook DUO (UX8406) dengan harga Rp.33.999.000,-

Spesifikasi Asus Zenbook Duo (UX8406)



Kesimpulan

Dalam era Kurikulum Merdeka dimana pada tahun ini resmi menjadi Kurikulum Nasional sangat menekankan keleluasaan pendidik dan kreativitas dalam pembelajaran. Pemanfaat TIK dalam kurikulum ini sangat tidak terelakan karena menitik beratkan teknologi dan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. ASUS Zenbook DUO (UX8406) hadir sebagai mitra yang ideal bagi pendidik untuk merancang dan menyajikan pembelajaran berkualitas yang relevan dan menarik. Dengan fitur inovatifnya dan kinerja yang handal, ASUS Zenbook DUO (UX8406) membuka ruang bagi pendidik untuk mengambil pendekatan yang lebih dinamis dan adaptif dalam proses pembelajaran, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dan peluang di dunia yang terus berubah.


Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum

https://guru.kemdikbud.go.id/

https://channel.asus.com/#/index/ExternalLink?code=f1668629d39e42ea83e14d917c798d6d

https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/

Sumber materi dari penyelenggara

Pengalaman Pribadi


Artikel ini diikutsertakan pada blog writing competition bersama www.didno76.com

  


 

2 komentar:

  1. setuju sekali mbak, dengan pemanfaatan teknologi yang semakin canggih seperti halnya yang ada di ASUS Zenbook Duo ini bisa mendorong kemajuan pendidikan, tapi tentunya harus bijak pula dalam pemanfaatannya, juga adanya dukungan dari beberapa pihak terutama pemerintah, semoga pendidikan di negara ini bisa semakin baik kedepannya ya :)

    BalasHapus
  2. iya benar sekali Mas Surya, teknologi jika digunakan pada tempatnya akan meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan, tentu perlu dukungan dari pemerintah

    BalasHapus